Wow, Ternyata Kamera Smartphone Anda Bisa Digunakan untuk Diagnosis Penyakit!

Sekitar delapan puluh persen dari kebutaan yang terjadi dapat dicegah dan sebagian besar dari kasus kebutaan tersebut terjadi di Afrika dan Asia, kenapa? Karena di Afrika dan Asia masih banyak daerah pedesaan tanpa fasilitas kesehatan yang memadai, tanpa dokter spesialis mata dan juga sulitnya transportasi ke pusat kesehatan. Sehingga pasien lebih memilih untuk bekerja – dan berharap kondisinya membaik dengan sendirinya dari pada pergi berobat. Hal ini lah yang mendasari penemuan Peek (Portable Eye Examination Kit) oleh tim peneliti dari London School of Hygiene and Tropical Medicine, Inggris.

Peek pada dasarnya adalah lensa pembesar yang dihubungkan dengan kamera smartphone. Peek digunakan untuk mengamati area fundus dari mata (Gambar 1) sehingga dapat dijadikan sebagai pengganti alat konvensional (Gambar 2) yang umum digunakan oleh dokter mata yang harganya jauh lebih mahal dan lebih besar. Peek berukuran kecil (Gambar 3) sehingga mudah dibawa sehingga memungkinkan dokter mata atau tenaga medis mengunjungi pasien dan melakukan pemerikasaan di rumah mereka. Peek digunakan dengan mengarahkan lensa Peek yang telah terpasang pada smartphone ke lensa mata pasien. Dibagian bawah lensa Peek terdapat lampu yang akan menyinari sampai ke bagian fundus dari mata, cahaya akan terpantul keluar dan tertangkap oleh lensa, Peek lalu masuk melewati kamera smartphone. Pada smartphone tersebut telah terdapat perangkat lunak untuk memproses gambar yang didapatkan.

Gambar 1. Fundus dari mata merupakan bagian dalam mata yang paling jauh dari lensa mata (sumber: IQWiG).

Gambar 2. Canon CR2 Fundus Camera seharga £8.500 yang memiliki fungsi yang sama dengan Peek seharga £180 (sumber: http://www.opticalmarketplace.co.uk).

Gambar 3. Kiri: Peek. Kanan: Peek yang telah terpasang ke smartphone, pada layar terlihat gambar fundus (sumber: PeekVision).

Peek dapat dioperasikan oleh semua orang, tetapi tidak semua orang dapat menginterpretasikan gambar yang didapat. Gambar tersebut dapat dikirim ke tim dokter mata via internet yang kemudian akan menilainya. Dengan cara ini, bahkan masyarakat di daerah terisolir sekali pun dapat menerima pelayanan kesehatan yang lebih baik.

Sumber:
  • Bastawrous A, Giardini ME, Bolster NM, et al. 2015. Clinical validation of a smartphone-based adapter for optic disc imaging in Kenya. JAMA Ophthalmology. doi:10.1001/jamaophthalmol.2015.4625
  • https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmedhealth/PMHT0028113/?figure=1 diakses pada 21 November 2017
  • http://www.opticalmarketplace.co.uk/used-equipment/ophthalmic-equipment/used-fundus-camera/omp11729/canon-cr2-fundus-camera/ diakses pada 21 November 2017

Nilai Artikel Ini
Artikel Berhubungan:

Sponsor Warstek.com:
Franmuda Agung

Franmuda Agung

Menyelesaikan S1 Biologi di Intitut Teknologi Bandung. Tertarik dengan isu-isu seputar evolusi, entomologi dan konservasi terutama mengenai perdagangan fauna dan flora.

Yuk Ajukan Pertanyaaan atau Komentar