Viral – Slaughterbots, Film Pendek Mengerikan Tentang Robot Otonom yang Mampu Membantai Manusia

The Future of Life Institute atau dalam bahasa Indonesianya Institut Kehidupan Masa Depan telah merilis film pendek yang memperingatkan tentang bahaya robot pembunuh otonom. Robot pembunuh otonom adalah robot yang dapat membunuh seseorang hanya dengan memasukkan data orang yang akan dibunuh dan dalam prosesnya tidak dikendalikan oleh manusia.

Disadur dari motherboard.vice.com berjudul “Watch ‘Slaughterbots,’ A Warning About the Future of Killer Bots

Pada tanggal 17 November 2017, Future of Life Institute yang merupakan organisasi pengawas perkembangan kecerdasan buatan telah membuat robot imajinasinya sendiri. Robot imajinasi tersebut diberi nama dengan “SlaughterBots” atau robot pembantai. SlaughterBots dikisahkan dalam sebuah film pendek yang mengerikan. Menggerikan karena membayangkan masa depan dimana SlaughterBots tersebut dapat membunuh secara otonom. Tujuan dari film itu sendiri adalah untuk meningkatkan kesadaran tentang bahaya senjata robot otonom.

Film pendek tersebut dibuka dengan presentasi dari CEO Silicon Valley yang menjelaskan produk secara langsung langsung ke pemirsa. Kita tentu mengenal jenis presentasi ini, presentasi ala Steve Jobs. Presentasi tersebut awalnya menjelaskan tentang dunia penerbangan, sesuatu hal yang biasa. Namun kemudian sang CEO mengeluarkan robot kecil berbentuk drone, suasana kemudian berubah menjadi menakutkan karena dia menunjukkan bagaimana robot drone kecil tersebut bisa membantai manusia. Proses pembantaiannya cukup sadis karena “bahan peledak” digunakan untuk melubangi tengkorak dan menghancurkan isi otak.

Penonton bertepuk tangan dan tertawa bersama dengan sang CEO tersebut, seolah-olah mereka tidak menyaksikan sesuatu yang lebih berbahaya daripada proses rilisnya iPhone X. CEO kemudian menjelaskan lebih jauh, menunjukkan video tentang robot drone kecil yang beraksi.


“Mari kita lihat apa yang akan  terjadi saat senjata ini membuat keputusan,” kata CEO, saat robot drone kecil tersebut membunuh sejumlah penjahat didalam video. “Sekarang percayalah, bahwa orang-orang ini semua adalah orang jahat.”

Kemudian CEO menjelaskan bahwa robot drone kecil tersebut dilengkapi dengan berbagai teknologi canggi- “Kamera seperti yang Anda gunakan pada aplikasi media sosial Anda, dan pengenalan wajah seperti yang Anda miliki di smartphone Anda!”. Kamera dan pengenalan wajah tersebut digunakan untuk membuat keputusan tentang target yang akan dibunuh, secara otonom.

Sampai saat ini masih belum ada drone  seperti yang tergambar dalam film pendek ini, robot otonom yang masih ada sekarang belum secanggih robot yang dijelaskan dalam film pendek. Pesawat tak berawak (tanpa pengemudi) jarak jauh telah digunakan di medan perang di Timur Tengah dan Afrika selama lebih dari satu dekade, dan peretas Amerika memasang senapan pada pesawat komersial. Sementara ISIS menggunakan pesawat tak berawak ini untuk melakukan pemboman udara. Akhir tahun lalu, robot polisi menggunakan bom untuk mengeksekusi seorang pria bersenjata di Dallas. Baik Rusia dan AS membuat tank yang bisa dioperasikan dari jarak jauh atau seluruh sistemnya dibuat sebagai otonom.

Sejauh ini, semua teknologi ini masih bergantung pada manusia untuk menarik pelatuknya dan memutuskan apakah orang yang muncul dalam kamera drone itu akan dibunuh atau tidak. Tapi tidak mustahil bahwa sistem ini akan semakin otomatis ke titik di mana robot itu sendiri yang akan mengambil keputusan.

Future of Life Institute mengkampanyekan larangan penelitian senjata otonom dengan kecerdasan buatan. Hal ini tentu saja untuk mencegah agar dimasa depan film tersebut tidak menjadi kenyataan. Sejauh ini kampanye mereka adalah meminta 20.000 tanda tangan dari netizen untuk membantu mengentikan perkembangan robot pembantai otonom. Bahkan  Future of Life Institute  telah mendapatkan tanda tangan dari Elon Musk dan Stephen Hawking untuk menyeru PBB agar melarang berkembangnya robot pembantai otonom.

Tombol ajaib ini akan mengirimkan artikel Warung Sains Teknologi ke beranda Facebook Anda:


(klik tombol diatas)

Artikel yang berhubungan:

Warstek.com disponsori oleh:

     
Warung Sains Teknologi

Warstek Media

Warung Sains Teknologi (Warstek) adalah media SAINS POPULER yang dibuat untuk seluruh masyarakat Indonesia baik kalangan akademisi, masyarakat sipil, atau industri. Sampai saat ini, sains dan teknologi berkesan ekslusif yang hanya ada di laboratorium dan tidak mampu secara langsung berdampak kepada masyarakat. Akibatnya masyarakat, pemerintah dan industri tidak menjadikan sains sebagai sarana mengatasi permasalahan atau membuat kebijakan. Untuk itu, warstek hadir untuk menjawab tantangan tersebut.

Yuk Ajukan Pertanyaaan atau Komentar