Potensi Geothermal dan Kemandirian Energi Indonesia

Pengembangan energi terbarukan panas bumi/geotermal di Indonesia untuk keperluan listrik selama 25 tahun kebelakang masih sangat kecil, yaitu sekitar 4% dari total energi nasional. Padahal Indonesia memiliki cadangan energi geotermal yang  sangat  besar mencapai 27.140 MW atau sekitar 40 % dari cadangan geotermal dunia (Eddy, 2011) . Jika diibaratkan, Indonesia adalah Arabnya Geothermal. Geothermal sangatlah potensial untuk terus dikembangkan, karena gratis, sustainable (berkelanjutan),  sangat ramah lingkungan, dan harapannya dapat memenuhi kebutuhan energi listrik nasional. Dengan tingginya kapasitas produksi listrik yang tersedia, maka tidaklah mustahil bahwa kemandirian energi Indonesia dapat tercapai dengan optimalisasi sistem geothermal.

Yang memperkuat hipotesis bahwa geothermal dapat menjadi solusi kemandirian Energi Indonesia adalah penelitian Subir K Sanyal (2005). Subir mengklasifikasikan sistem geotermal menjadi 7 kelas. Klasifikasi tersebut didasarkan pada temperatur reservoir, fase fluida geotermal (steam, liquid, atau campuran keduanya), dan mekanisme pemanfaatan panas bumi menjadi PLTP (Pembangkit Listrik Panas Bumi). Karakteristik steam dari sumur-sumur di area Kamojang termasuk kelas 7. Kelas 7 merupakan kelas spesial yang butuh dioptimalkan, keunikannya terletak pada konsistensi nilai temperatur dan tekanan. Jadi nilai temperatur dan tekanannya relatif tetap dan hal ini sangat menguntungkan dalam pengoperasian. Kelas 7 hanya ada dibeberapa tempat di dunia seperti di Kamojang (Indonesia), Darajat (Indonesia), The Geysers (California), Lardarello (Itali), Matsukawa (Jepang), dll. Kelas 7 menyediakan energi terbesar dibandingkan kelas lainnya yakni berkapasitas lebih dari 30 MW.

Dengan besarnya potensi panas bumi tersebut, maka PT. Pertamina (Persero) mendirikan anak perusahaan yang bernama PT. Pertamina Geothermal Energy (PGE).  PGE bergerak dalam bidang eksplorasi energi panas bumi dari hulu hingga hilir. Harapannya PT. Pertamina Geothermal Energy (PGE) dapat benar-benar mengoptimalkan pemanfaatan energi panas bumi dan mampu mewujudkan kemandirian energi nasional. Amiiin.

Ingin tahu Geotermal lebih dalam? Mekanisme pembangkit panas bumi? Simak video berikut:

Refererensi:

  • Eddy Supriyana, Asep Harja, Kusnahadi Susanto. 2011. Estimasi Rapat Masa Berdasarkan Anomaly Mikrogravity 4D untuk Daerah Geotermal Kamojang Garut.  Jurnal Material dan Energi Indonesia, Vol. 01, No. 02 (2011) 109 – 117. Jurusan Fisika FMIPA Universitas Padjadjaran
  • Subir K. Sanyal. 2005. Classification Of Geotermal System – A Possible Scheme. Thirtieth Workshop on Geotermal Reservoir Engineering Stanford University : California.

Bacaan lebih lanjut: Permasalahan Utama dalam Sistem Geotermal-Scaling

Bacaan lebih lanjut: Korosi pada Sistem Geothermal

Baca juga:
Nur Abdillah Siddiq
Sosial Media
Latest posts by Nur Abdillah Siddiq (see all)
Artikel Berhubungan:

Sponsor Warstek.com:

Yuk Ajukan Pertanyaaan atau Komentar