Alpha, Beta, dan Gamma Cellulose

Cellulose/Selulosa merupakan polimer alam yang terdiri atas monomer glukosa. Cellulose tidak dapat dicerna oleh sistem pencernaan manusia. Cellulose terdapat pada dinding sel tanaman. Berdasarkan kelarutannya dalam alkali, cellulose tanaman dapat dibagi menjadi tiga. Alpha cellulose, beta cellulose dan gamma cellulose.

Alpha Cellulose adalah bentuk yang digunakan untuk mendefinisikan kandungan “true” cellulose dari material tumbuhan dalam bentuk kelarutan dalam alkali. Bersama dengan beta dan gamma cellulose, alpha cellulose diperkenalkan pertama kali oleh Cross dan Bevan sekitar tahun 1904.

Alpha cellulose bukan tipe struktur kimia namun lebih kepada porsi dari cellulose tanaman yang tidak dapat larut dalam 17.5% NaOH pada 20 °C. Beta cellulose adalah fraksi cellulose yang terlarut dalam 17.5% NaOH, namun terpresipitasi ketika diasamkan. Umumnya dipercaya bahwa beta cellulose secara nyata tidak terdapat dalam kayu, namun merupakan bentuk turunan dari produk alpha cellulose selama pulping. Gamma cellulose adalah fraksi yang larut dalam alkali dengan kepekatan seperti diatas dan tidak terpresipitasi melalui netralisasi. Gamma cellulose dipercaya tidak terdapat secara nyata di kayu. Sebagai nilai kasar, dalam kasus pulp dari kayu secara proses kimia, alpha cellulose mengindikasikan jumlah dari normal cellulose, beta cellulose menunjukkan ukuran alpha cellulose yang terdegradasi, dan gamma cellulose mengindikasikan hemicelluloses alamiah.

Alpha cellulose biasanya ditentukan melalui metode gravimetric dimana fraksi tidak terlarut dalam 17.5% NaOH disaring kemudian ditimbang. Beta dan gamma cellulose bisa juga ditentukan melalui metode gravimetric, namun lebih sulit karena bersifat gelatin. Uji empiris harus dilakukan dibawah kondisi terkontrol secara hati-hati. Sample harus didisintegrasi sebelum treatment, dan penimbangan residu kering harus dilakukan dengan sangat hati-hati, menggunakan botol yang tertutup rapat karena alpha cellulose kering sangat hidroskopis. Disisi lain, konsentrasi alkali, rasio alkali terhadap pulp, dan waktu treatment tidak signifikan pengaruhnya dan dapat divariasi dalam batas uang wajar tanpa mempengaruhi hasil.

Alpha cellulose bukan material homogeny, namun lebih pada fraksi empiris mengandung molekul cellulose pada berbagai berat molekul. Jika penentuan alpha cellulose dibuat melalui pulp wood yang belum dibleaching yang mana mengandung banyak lignin, lignin harus dikompensasi dengan menentukan kadar lignin dalam residu. Prosedur yang umum untuk menentukan alpha cellulose pertama menyiapkan holocellulose dengan mengekstrak kayu dengan chlorine atau chlorite dan selanjutnya mengekstrak holocellulose melalui larutan alkali untuk menghilangkan hemicelluloses. Sisa residu yang tidak larut setelah tidak ada material lain yang dapat terlarut adalah alpha cellulose. Alpha cellulose yang diperoleh dari kayu tidak sama dengan alpha cellulose dalam cotton.

Jika dibandingkan dengan fiber glass, berikut video perbandingan cellulose dan fiber glass

Reference:

Casey, J. P., 1960, “Pulp and Paper Chemistry and Chemical Technology”, Vol I 2nd ed, Interscience Publisher Ltd, London

Artikel Berhubungan:

Sponsor Warstek.com:
Abdul Halim

Abdul Halim

Menamatkan program ST dan MT di Jurusan Teknik Kimia ITS. Sedang menempuh PhD di University of Tsukuba. Meneliti pemanfaatan bio-nanomaterial untuk pengolahan limbah cair.

6 tanggapan untuk “Alpha, Beta, dan Gamma Cellulose

  • 01 Agustus 2017 pada 22:13
    Permalink

    Assalamualaikum warahmatullaah.
    Terimakasih bapak terkait penjelasan alpha, Beta, Gamma1 selulosa. Sangat membantu dan memberikan sudut pandang baru.
    Maaf pak sebelumnya, saya masih belum faham terkait degradasi alfha yang berubah menjadi beta selulosa.
    Jika memungkinkan, boleh saya minta soft buku referensi nya pak? Sudah saya search belum dapat sebulan ini.
    Maaf pak 🙏

    Balas
    • 02 Agustus 2017 pada 11:32
      Permalink

      Waalaikumsalam wr.
      Terima kasih banyak untuk komentarnya.
      mohon maaf untuk softcopy buku saya tidak punya. Saya pinjam di perpustakaan ITB untuk bukunya.

      Balas
      • 02 Agustus 2017 pada 12:38
        Permalink

        Baik pak.. terimakasih banyak informasinya nya

        Balas
  • 02 Maret 2018 pada 05:41
    Permalink

    Assalamualaikum warohmatullaah terima kasih atas paparan alpha,betha dan gamma.kebetulan saya sedang riset batre thorium pak Alhamdulillah mkin jelas di alam utk implementasi kauliyah dan kauniyah Al Qur’an Allah.S WT dan Indonesia sangat kaya raya akan material itu saya sdh dapatkan .aamiin.

    Balas

Yuk Ajukan Pertanyaaan atau Komentar