Kupas Tuntas Arang Aktif

Kupas Tuntas Arang Aktif
Bagikan Artikel ini di:

Arang merupakan produk dari proses karbonisasi kayu yang sebagian besar komponennya merupakan karbon. Sedangkan arang aktif merupakan arang yang telah mengalami pemrosesan secara lanjut dengan pemanasan tinggi atau dengan menggunakan bahan-bahan kimia, sehingga pori-pori yang dimiliki arang menjadi terbuka dan mampu menjadi adsorben. Daya serap arang aktif terjadi karena adanya pori-pori berukuran mikro yang jumlahnya banyak (Yustinah, 2011). Pemanfaatan arang aktif sebagai adsorben banyak digunakan untuk menyerap cairan beracun, gas beracun, bau busuk, penjernih air, dan sebagainya (Akhmad B dkk, 2012). Bahan baku yang dapat digunakan sebagai pembuatan arang aktif antara lain adalah limbah serbuk gergaji, limbah potongan-potongan kayu, limbah industri perkebunan kelapa sawit, tempurung kelapa, tanaman kayu hutan, aspal muda, dan lain-lain. Dalam industri minyak goreng arang aktif yang dicampur dengan bleaching earth digunakan sebagai penghilang peroksida, zat warna, rasa, dan bau tidak enak yang dihasilkan dari proses sponifikasi (Alfathoni, 2002).

Secara garis besar proses pembuatan arang aktif adalah sebagai berikut:

  1. Karbonisasi

Proses karbonisasi merupakan proses pemanasan bahan baku yang akan dijadikan arang dengan pemanasan 300-9000C (Alfathoni, 2002)

  1. Penggilingan (Crushing)

Bahan baku yang telah mengalami proses karbonisasi dan menjadi arang dihaluskan menjadi bentuk serbuk kemudian diayak (Alfathoni, 2002)

  1. Aktivasi

Proses aktivasi merupakan proses penting untuk membuat arang menjadi aktif. Dalam mengaktivasi arang ada dua metode aktivasi yang sering digunakan yaitu aktivasi kimia dan aktivasi secara fisika. Aktivasi kimia yakni dengan pemakaian bahan-bahan kimia sebagai pemutus rantai karbon dari senyawa organik sedangkan aktivasi fisika yakni dengan bantuan panas, uap dan CO2 untuk memutus rantai karbon. Dalam aktivasi arang secara kimia bahan-bahan yang sering digunakan antara lain seperti hidroksida logam alkali garam-garam karbonat, klorida, sulfat, fosfat dari logam alkali tanah dan khususnya ZnCl2, asam-asam anorganik seperti H2SO4 dan H3PO4 (Budiono dkk, 2009). Sedangkan aktivasi fisika dilakukan dengan pemanasan pada temperatur 800-900 oC selama 2 jam (Akhmad, 2012). Struktur arang aktif dapat dilihat pada Gambar 1.

1

Gambar 1 Struktur karbon aktif (Dvorak dan Skipton, 2008)

Sifat adsorpsi yang dimiliki arang aktif dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain (Agusta, 2012):

  • Sifat fisika arang aktif

Sifat fisika arang aktif dipengaruhi oleh banyaknya jumlah pori yang ada di dalam arang aktif yang dapat dimasuki oleh adsorbat yang ada di dalam arang aktif.

  • Sifat kimia arang aktif

Sifat kimia yang dimiliki arang aktif ini dimiliki ketika proses aktivasi berlangsung. Gugus aktif yang dimiliki arang aktif akan berinteraksi dengan molekul organik secara kimiawi. Proses adsorpsi terjadi karena adanya gaya Van Der Waals pada permukaan arang aktif dan adsorbat.

  • Jenis adsorbat

Adsorbat yang bersifat nonpolar akan mudah berinteraksi dengan gugus aktif pada arang aktif. Sehingga molekul organik yang memiliki kelarutan kecil pada air akan berikatan kuat dengan arang aktif.

  • Suhu

Semakin rendah suhu akan memperbesar daya serap yang dimiliki arang aktif, karena kelarutan molekul adsorbat lebih kecil sehingga lebih banyak yang teradsorpsi.

  • Waktu kontak

Semakin lama waktu kontak antara arang aktif dengan adsorbat maka semakin banyak adsorbat yang teradsobsi

  • Luas permukaan karbon aktif

Semakin luas permukaan yang dimiliki arang aktif daya serap yang dimiliki semakin besar

  • Konsentrasi adsorbat dan ukuran partikel adsorbat

Semakin besar konsentrasi dan partikel adsorbat menyebabkan daya serap adsorpsi arang aktif menjadi cepat jenuh.

2

Gambar 2. Proses adsorpsi arang aktif (a) difusi pada permukaan adsorben, (b) migrasi ke dalam pori adsorben, (c) pembentukan monolayer adsorben (Adli, 2012)

Gambar 2.4 memperlihatkan proses adsorpsi yang terjadi pada arang aktif. Gugus aktif yang terletak pada permukaan arang aktif berinteraksi dengan adsorbat berupa senyawa kimia. Adanya pengaruh gaya Van Der Waals antara permukaan arang aktif dengan adsorbat menyebabkan adsorbat teradsorpsi ke dalam pori arang aktif. Dan pada saat inilah terjadi proses adsorpsi arang aktif terhadap adsorbat.

Baca juga:

Dalam penelitian yang dilakukan Budiono, dkk (2009) disimpulkan bahwa aktivasi arang tempurung kelapa dengan asam sulfat dan asam fosfat dalam mengadsorpsi fenol menunjukkan bahwa arang aktif dengan karakteristik terbaik adalah arang aktif dengan aktivasi asam fosfat, karakteristik yang dimiliki arang aktif tempurung kelapa tersebut adalah kadar air 3,35%; kadar abu 0,62%; dan daya adsorbs terhadap iod 1275,3 mg/g, sedangkan kapasitas adsorpsi arang aktif tempurung kelapa terhadap fenol terbaik dimiliki arang aktif dengan aktifasi asam fosfat yakni sebesar 27,027 mg/g.

Daftar Pustaka:

  • Yustinah dan Hartini. 2011. “Adsorpsi Minyak Goreng Bekas Menggunakan Arang Aktif dari Sabut Kelapa”. Prosiding Seminar Nasional Teknik Kimia. ISSN 1693-4393. Yogyakarta
  • Akhmad, Abu. 2012. Pengaruh Temperatur Karbonisasi dan Konsentrasi Zink Klorida (ZnCl2) Terhadap Luas Permukaan Karbon Aktif Eceng Gondok. Teknik Material dan Metalurgi. ITS
  • Alfathoni, Girun. 2002. Rahasia untuk Mendapatkan Mutu Produk Karbon Aktif dengan Serapan Iodin Diatas 1000 Mg/g. Gresik
  • Budiono, Ari, dkk. 2009. Pengaruh Aktivasi Tempurung Kelapa dengan Asam Sulfat dan Asam Fosfat untuk Adsorpsi Fenol. Jurusan Kimia. Universitas Diponegoro
  • Dvorak, Bruce I. dan Skipton, Sharon O. 2008. Drinking Water Treatment : Activated Carbon Filtration. G1489. University of Nebrasaka-Lincon Extension. Institute of Agricultural and Natural Resources
  • Adli, Hadyan. 2012. Pengolahan Limbah Cair Laboratorium Dengan Metode Presipitasi dan Adsorpsi Untuk Penurunan Kadar Logam Berat. Program Studi Kimia. Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. Universitas Indonesia.
  • Agusta, Diana. 2012. Uji Adsorpsi Gas CO pada Asap Kebakaran dengan Menggunakan Karbon Aktif dari Arang Tempurung Kelapa yang Terimpregnasi TiO2. Fakultas Teknik. Program Studi Teknik Kimia. Universitas Indonesia

Baca juga CRISPR – Penyunting Gen Canggih

Nur Abdillah Siddiq
Sosial Media

Nur Abdillah Siddiq

Founder at Warstek.com
Mahasiswa S3 Fisika ITS, menekuni bidang Optoelektronik dan Elektromagnetika Terapan. Sangat mencintai aktivitas membaca dan mendesain. Profil lebih lengkap dapat dilihat di www.facebook.com/fisrek .
Nur Abdillah Siddiq
Sosial Media
Artikel Berhubungan:

Sponsor Warstek.com:
Bagikan Artikel ini di:

Tinggalkan Balasan

eighteen + 6 =