Bagaimana Mengukur Jarak Bumi ke Bulan (jarak Lunar)?

moondistance-03
Bumi ke bulan seringkali digambarkan dengan jarak yang dekat

Dalam buku SMP kelas IX, pada bab Tata Surya, kita disuguhi secara “cuma-cuma”, bahwa jarak rata-rata bumi ke bulan (jarak lunar) adalah 384.402 km. Bagaimana cara mengukurnya dan seberapa jauh jarak itu secara nalar kita tidak tahu (istilah fisikawannya adalah “seberapa make sense”). Padahal untuk menjadi seorang ilmuan sejati, perilaku seperti ini (rasa ingin tahu yang rendah) harus perlahan-lahan kita ubah. Bahwa sebagai seorang ilmuan, perlu dikembangkan suatu sikap tidak mudah percaya sebelum membuktikannya (istilahnya adalah skeptis) dan selalu  penasaran akan suatu informasi, baik keabsahannya maupun metode untuk memperoleh informasi tersebut. Sifat-sifat tersebut sayangnya kurang ditonjolkan di sekolah, sehingga seorang siswa harus mengembangkannya sendiri dengan banyak membaca. Iqra’, bacalah.

Termasuk tidak mudah percaya dengan jarak lunar rata-rata sebesar 384.402 km, bagaimana kalau jaraknya hanya beberapa ribu kilometer? Bukankah bulan itu ukurannya jauh lebih kecil dari bumi?

Kemudian timbul pertanyaan lain yang tidak kalah wow,  memang apa pentingnya jarak lunar? Sains dibangun atas dasar pertanyaan (islilah ilmiahnya adalah rumusan masalah), jika tidak ada pertanyaan maka sains tidak akan sekokoh sekarang. Itulah mengapa terkadang saintis sering disebut problem maker, ingat bukan trouble maker ya. Dan karena pertanyaan itu harus dijawab, maka sainstis sekaligus disebut sebagai problem solver.


Jawaban dari memang apa pentingnya jarak bumi ke bulan adalah sangat penting! Jarak lunar dapat digunakan untuk menguji kebenaran dan keakuratan teori gravitasi seperti relativitas umum, dan untuk mendapatkan besaran-besaran astronomi yang sangat akurat seperti massa bumi, radius bumi, waktu presisi rotasi bumi, radius bulan, massa matahari, dan jarak bumi ke matahari. Lho, kok bisa?

Nah pada tulisan ini akan dibahas bagaimana cara mengukur jarak lunar dan seberapa make sense jarak itu. Sedangkan untuk pembahasan hubungan jarak lunar dengan relativitas umum dan besaran-besaran astronomi lainnya, silahkan cari di google ya. Dijamin sangat menarik!

Penelitian untuk mengukur jarak lunar dimulai sejak tahun 1969. Dan pada tahun 2016 ini, ketelitian dari pengukuran jarak lunar telah mencapai ketelitian +- 1,1 mm. Ini awalnya terdengar gila dan tidak masuk akal, bagaimana mungkin jarak yang harus ditempuh dengan roket itu dapat diukur hingga ketelitian milimeter, namun ini adalah suatu fakta berkat adanya teknologi laser.

Laser adalah bentuk istimewa dari cahaya, yang merupakan singkatan dari Light Amplification by Stimulated Emission of Radiation. Dalam sehari-hari, kita tidak bisa lepas dari laser, baik laser mainan, laser di pointer, laser di barcode, laser di mouse, laser untuk sunat dan membedah, dll. Satu hal yang harus diketahui bahwa cahaya laser tidak dapat dijumpai secara langsung di alam. Hingga saat ini, hanya teknologi manusialah yang dapat menciptakan laser (belum ditemukan hewan atau tumbuhan yang dapat memancarkan cahaya laser).

Tombol ajaib ini akan mengirimkan artikel Warung Sains Teknologi ke beranda Facebook Anda:


(klik tombol diatas)

Artikel yang berhubungan:

Warstek.com disponsori oleh:

     
Nur Abdillah Siddiq

Nur Abdillah Siddiq

Mahasiswa S3 Fisika ITS, menekuni bidang Optoelektronik dan Elektromagnetika Terapan. Sangat mencintai aktivitas membaca dan mendesain. Profil lebih lengkap dapat dilihat di www.facebook.com/fisrek

Satu tanggapan untuk “Bagaimana Mengukur Jarak Bumi ke Bulan (jarak Lunar)?

Yuk Ajukan Pertanyaaan atau Komentar