Bagaimana Mengetahui Tanda-tanda Kehidupan di Planet Mars dan Planet Lain?

lk080912dapcjpg-09f6a4540ff75446
Perbincangan mahluk-mahluk planet lain ketika mengetahui adanya spektrometer

Pernah terbayang tidak, bagaimana cara ilmuan mengecek adanya tanda-tanda kehidupan di Mars? Apakah ilmuan datang langsung kesana untuk mengecek adanya tanda-tanda mahluk hidup? Tentu saja tidak, mereka menggunakan robot. Tetapi bagaimana caranya? Jawabannya adalah dengan menggunakan laser, lho kok bisa?

Laser dapat digunakan sebagai bagian dari peralatan yang disebut dengan spektrometer. Spektrometer berfungsi untuk mengidentifikasi komposisi kimia dari suatu zat/bahan, contohnya adalah ketika cahaya dari laser spektrometer melewati sebuah gas, gas tersebut menyerap berbagai panjang gelombang cahaya tertentu yang dipancarkan oleh laser. Gas yang berbeda akan menyerap panjang gelombang cahaya yang berbeda. sehingga cahaya laser yang dipancarkan kemudian dipantulkan menuju kembali ke spektrometer akan memiliki suatu jejak unik. Sebuah spektrometer dapat membaca jejak tersebut dan mengidentifikasinya.

Contoh lainnya adalah sebuah spektrometer dapat memancarkan cahaya lasernya melewati udara diatas kota, sehingga dapat mendeteksi gas apa yang terdapat di udara, termasuk ssemuaa polusi dari mobil dan pabrik.

Baca juga:
Mars-Science-Laboratory-210.en
Spektrometer dikirikan ke misi luar angkasa

Spektrometer dapat berfungsi lebih jauh untuk mengukur dengan tepat seberapa banyak gas yang ada. Ingin mengetahui tanda-tanda kehidupan di Mars? Salah satu caranya adalah dengan melihat apakah terdapat kandungan gas metana. Metana adalah gas yang diprodusi oleh mahluk hidup seperti bakteria. Meskipun hanya terdapat sejumlah kecil metana di mars, hal tersebut menandakan adanya suatu tanda-tanda kehidupan .

lander.en
Cara Saintis mengetahui adanya tanda-tanda kehidupan di planet lain

Katakanlah saintis Indonesia mengirim spektrometer spesial mereka ke Mars dalam serangkaian misi luar angkasa (Amiin, semoga segera terwujud ya). Saintis mengetahui bahwa metana akan menyerap panjang gelobang tertentu dari laser.  Jadi seperti mentuning radio (memutar untuk mengubah frekuensi dan volume), Saintis Indonesia tersebut mentuning lasernya pada panjang gelombang tertentu yang hanya akan diserap oleh metana. Laser spektrometer diarahkan pada batuan yang jauh, kemudian sinar lasernya akan melalui atmosfer dan memantul kembali lagi ke sensor penerima yang ada di spektrometer. Jika sinar laser yang kembali itu lebih lemah intensitasnya, hal tersebut menandakan adanya metana yang menyerap panjang gelombang tertentu, kemudian seberapa banyak energi yang telah hilang karena diserap oleh metana menceritakan seberapa banyak metana yang ada.

Baca artikel lainnya: Skala Kardashev – Skala yang Mengukur Tingkat Kemajuan Peradaban Manusia
Artikel Berhubungan:

Sponsor Warstek.com:
Nur Abdillah Siddiq

Nur Abdillah Siddiq

Mahasiswa S3 Fisika ITS, menekuni bidang Optoelektronik dan Elektromagnetika Terapan. Sangat mencintai aktivitas membaca dan mendesain. Profil lebih lengkap dapat dilihat di www.facebook.com/fisrek

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *