Cerita Bohong & Perjalanan ke Barat Mencari Kitab Suci

Ditulis oleh Moch Rizki Kurniawan Hakim – UIN Sunan Ampel

 

Kisah ini di mulai tepat ketika dosen kami pak Hanif Ashar masuk ke kelas kami dan berkataka“anak-anak kalian harus PKL”. Setelah itu satu hal yang terlintas di pikiranku adalah barang apa yang akan ku jual nantinya. Kalian tau sendirikan PKL (Pedagang Kaki Lima), akan tetapi pemikiran itupun hilang dengan seketika saat teman kami Nova bertanya ”jadi nanti kita dagangnya dimana pak, aman dari Satpol PP dan preman gak pak”. dengan wajah kecewa dosen kami pak hanif menjawab “saudari nova imajinasi anda keterlaluan, PKL itu Praktik Kerja Lapangan bukan Pedangan Kaki Lima, jadi saudari tidak perlu binggung dengan Satpol PP ataupun preman pasar, karena ini negara demokrasi prodi akan memberikan kebebasan untuk kalian semua memilih perusahaan macam apa yang akan kalian datangi untuk kerja praktek”. Mendengar hal itu aku dan teman di sebelahku Fajar berpikir keras, sampai pada akhirnya teman kita Mujahid berkata padaku dan fajar “ciheras yuk tempatnya ricky elson si penangkal putra petir, kalian masih ingat kalimatnya waktu di seminar technoprener kemarikan”. Dan Fajarpun menjawab “oh yang kalo ada mahasiswa ingin main ke sana pasti di terima tanpa syarat apapun itukan”. Mujahid menjawab dengan penuh semangat “iya yang itu”. Saat itu karena semua teman sudah mendapatkan kelompoknya masing-masing untuk PKL alhirnya akupun memutuskan untuk ikut fajar dan mujahid ke ciheras, alasan pertama karena aku tidak mau PKL di surabaya karena pasti akan sangat membosankan, hidup hampir 20 tahun di kota tersebut membuatku jadi merasa bosan dan aku butuh suasana baru, alasan ke 2 karena hanya ciheras tempat PKL yang tidak di surabaya, dan  alsan ke 3 hampir sama dengan alasan ke 2. Setelah sepakat ahirnya telah di putuskan bahwa kami ber-3 akan ke ciheras untuk kerja praktek.

Hari berikutnya setelah memutuskan untuk pergi ke ciheras kami harus mempersiapkan segala macam hal untuk di bawa ke sana. Karena kami tidak tau apa-apa tentang ricky elson dan ciheras kecuali tentang kincir angin milik ricky elson. Kami mulai untuk mencari berbagai informasi tentang ciheras dan disanalah kami menemukan istilah LAN (Lokal Lentera Area Angin Network Nusantara). LAN adalah pusat pengembangan energi terbaharukan yang di dirikan oleh ricky elson untuk membangun bangsanya dengan angin. Sadar kami telah menemukan tujuan kerja praktek kami, kami langsung bergerak membuat proposal.
7 hari proposal pun jadi, di dalam proposal itu kami masukkan tujuan utama kami untuk memodelkan sebuah kincir karena kami tahu LAN adalah tempat yang terkenal akan kincir anginnya.

Tapi setelah jadinya proposal ada satu dinding yang harus kami lewati yaitu kaprodi kami Bapak Hanif Ashar. Dengan penuh ambisi aku memberikan proposal hasil karya kami dan berhadapan satu lawan satu dengan pak hanif. Dengan perlahan-lahan pak hanif membuka satu-persatu halaman proposal kami. Setelah beberapa halaman pak hanifpun mengucapkan beberapa kata ”oh, ciheras ya?. Jadi kalian ingin pergi ke sana”, kata pak hanif. Dan akupun menjawab “iya pak, jika anda menyetujui proposal kami, kami akan kerja praktek di sana pak selama sebuluan ”. dengan singkat padat dan jelas beliau menjawab “pergilah”. Mendengar hal aku langsung balik badan dan meraih gagang pintu keluar karena beliau menyuruhku pergi yang mungkin saja artinya kami tidak di izinkan. Sesaat setelah aku menyentuh gagang pintu keluar pak hanif menmangil ku dan berkata “tunggu, kau mau kemana wahai mahasiswaku”. Dengan santai aku menjawab “pergi pak kan tadi di suruh pergi”, dengan memberikan proposal kami yang telah ia tanda tangani pak hanif berkata “maksudku tadi pergilah ke ciheras dan bawakan aku oleh-oleh terbaik dari sana”. “ja jadi pak, bapak setuju” jawabku, “iya aku setuju, tapi bang rickynya udah di kasih tau kan” jawab pak hanif. Mendengar hal itu suasana yang awalnya mengembirakan berubah menjadih putih bisu, karena aku melupakan hal yang paling penting yaitu menghubungi pihak LAN untuk konfirmasi diterima tidaknya. Seperti paham akan situasinya pak hanif bertanya “jadi mereka belum kamu hubungi ya”. Akupun terdiam tanpa kata dan setelah beberapa menit aku bertanya dengan nada panik pada pak hanif “jadi bagaimana ini pak kalau di tolak sudah tidak ada waktu lagi untuk mencari dan membuat proposal”. Dengan raut wajah kecewa pak hanif mengeluarkan handphonenya dan menelepon seseorang. Tuuuuuut tuuuuut tuuuuut, “ya hallo” jawab seseorang di telepon pak hanif, dan pak hanif menjawab dengan nada datar”hallo rik ini hanif”, seseorang di telepon menjawab “iya mas hanif ada apa”, “gini rik ini ada mahasiswa aku mau ke ciheras bisa di angkut gk” jawab pak hanif. Seseorang di teleponpun menjawab “oh bisa ini kebetulan anak UGM mau pulang jadi ada satu kamar kosong disini”, “ok, jadi aman ya ” jawab pak hanif. “aman mas hanif, tapi kemarin ada gempa kecil sih” jawab seseorang di telepon. Setelah berbasa-basi cukup lama pak hanif menutup teleponya, lalu aku bertanya padanya“itu tadi siapa pak?”. Dan pak hanif menjawab “oh itu ricky elson adek kelas ku dulu katanya kalian bisa langsung ke ciheras akhir januari nanti”. Ternyata Ricky elson si putra petir itu adalah adik kelas kaprodi kami, setelah memberikan kembali proposal kami beliau bertanya “jadi tadi kamu sudah dengar sendirikan”. Dengan radak kaget aku menjawab “sudah jadi kami bisa berangkat akhir januari”, “jadi, pergilah kalian ke ciheras dan sampaikan salamku ke ricky elson” jawab pak hanif. Dan untuk kedua kalinya aku meraih gagang pintu keluar dan memulai langkahku pergi ke barat menuju ciheras.


Hari berikutnya kami bertiga berangkat ke ciheras, dan perjalanan kami ke barat pun dimulai butuh 15 jam perjalanan untuk sampai di ciheras, tepat pukul 10.00 kami sampai di lokasi dan di sambut oleh salah satu anggota tim LAN turino. dengan suasana yang canggung turino mengantar kami ke ruang learning lentera angin nusantara. Saat pertama kali kami datang, semua mahasiswa KP(kerja praktek) begitulah mereka menyebut mahasiswa PKL di sana, mereka semua sedang mendengarkan cerita dari buku “coseng inomichi(setidaknya begitulah bunyi judulnya)” karya sigenobu nagamori yang di bacakan oleh bang ricky guna untuk membangkitkan semangat para pekerjanya dan juga utuk pembelajaran tentang strategi bisnis dan menjadi Ichiryu(istilah manusia no 1 yang ada di buku coseng inomichi). Setelah sekitar 30 menit bang ricky menutup bukunya dan menanyakan tentang rencana-rencana para mahasiswa KP di ciheras. Satu-persatu teman-teman mahasiswa KP menyuarakan rencana- rencananya. Setelah semua mahasiswa KP menyuarakan rencana-rencananya, bang rickypun meminta kami untuk memperkenalkan diri kami dan apa tujuan kami. Setelah kami menyampaikan tujuan kami ke barat ciheras, bang ricky memberi kami setumpuk file tentang materi LAN. Layaknya malaikat jibril ketika menurunkan wahyu pertamanya di gua hiro bang ricky mengatakan bacalah(iqro’). Dengan santainya kami menerima wahyu tersebut dan melaksanakan perintah pertama yang di berikan pada kami.
Setelah memasukkan barang-barang ke dalam hotel kalifornia(nama mes yang ada di ciheras) dan menata barang-barang, kami langsung menunaikan wahyu pertama dari bang ricky yaitu iqro’(bacalah). Kami buka satu file dari materi LAN, dan keajaiban itu terjadi. Tiba-tiba dari file muncul cahaya yang berkilauan sangking silaunya sampai-sampai membuat mata kami terasa perih dan meneteskan air mata, karena…. bukunya ….pakai…. bahasa….. “JEPANG”. Sedih karena tidak bisa baca, kamipun membuka file yang lainya, akan tetapi hal itu tidak membuat beban kami sedikit berkurang karena dari semua file di LAN 25% menggunakan bahasa jepang, 74,999% bahasa ingris dan hanya 0.001% mengunakan bahasa indonesia. Namun ada satu file yang sedikit membuatku bersemangat itu adalah file vidio introduction dari profesor teknik di india. Karena walaupun aku tidak tau apa yang profesor itu bicarakan setidaknya itu berguna sebagai dongeng sebelum tidur.

Dalam waktu satu minggu, dengan mata penuh darah kami hanya bisa memahami 1 sub bab saja yang ada di buku materi LAN. Melihat perkembangan yang mengecewakan tersebut membuat diriku secara pribadi merasa agak depresi. Untuk mencegah agar kejiwaanku tetap utuh aku melakukan sedikit refresing ke pantai yang betepatan di belakang LAN. Mungkin saat itu aku terlihat seperti zombie yang ada di game plant vs zombie. Pikiran ku sangat kacau balau saat itu, mulai dari pendeknya dead line sampai progres yang lemot dari hasil kerjaku. Sangking pusingnya sampai-sampai aku menulis tilisan SOS di pingir pantai, siapa tau nanti ada seseorang yang datang untuk memberiku jalan keluar dari semua masalah yang sulit di jelaskan ini. tiba-tiba datanglah seorang gadis dengan rambut panjang datang ke arahku, dan menyakan apa yang sedang aku lakukan. Saat itu aku berpikir apa gadis ini datang karena sinyal SOS yang aku pasang ya? Ah sudahlah, akhirnya aku memanfaatkan kehadiranya untuk curhat tentang masalahku mungkin saja dia bisa meringankan sedikit bebanku. Soalnya dia terlihat seperti mahasiswi KP yang juga belajar di ciheras. Banyak sekali hal-hal bohong yang aku ceritakan tentangku di depanya dan dia juga membalas dengan menceritaka semua hal tentangya. Aku dan gadis tersebut, sebut saja cila (nama yang cukup lucu dan imu untuk di dengar) terlihat seperti 2 alien dari planet asing yang ahirnya menemukan satu spesies yang sama di bumi. Kami saling ngobrol sampai matahari terbenam, dan itu adalah pertama kalinya aku ngobrol panjang lebar dengan orang yang belum pernah ku kenal. Karena hari mulai gelap aku memutuskan untuk kembali ke hotel kalifornia. Dengan sedikit membujuk cila menawarkankku untuk mampir ke rumahnya. Walaupun sebenarnya aku penasaran dengan rumahnya tapi aku menolak karena tugas KP ku menumpuk tinggi sangking tingnya sampai-sampai menyentuh atap kamarku. Akan tetapi cila memaksaku dan menarik tangan kananku, tiba-tiba seorang pria besar menarik tubuhku dari belakang. Pria itu adalah bang hendrik salah satu anggota tim LAN yang berasal dari pulau lombok. Dengan tarikan yang kencang aku pun terpental jauh, sejauh 1mm dari posisi awalku. Tiba-tiba dengan sekejap mata tiba-tiba aku berada di tengah laut dengan ketinggian air selutut orang dewasa. Bang hendrik pun bertanya “kamu mau kemana bro sendirian di laut nanti kebawa ombak mati lo”. Aku pun menjawab “tapi bang aku gak sendiri kok aku sama……” belum selesai bicara tiba-tiba langit kembali cerah seperti pukul 3 sore dan gadis bernama cila tiba-tiba hilang. Dengan mengajakku ke tempat yang lumayan aman dan agak linglung aku menceritakan sedikit tentang cila, dan bang hendrik membalas dengan wajah yang pucat. Setelah mendengarkan ceritaku bang hendrik berkata “bro di kampung ini tidak ada orang dengan nama cila dan mahasiswa KP di sini hanya tinggal cowok semua”. Mendengar hal itu aku langsung bertanya pada bang hendrik ”lha terus itu tadi siapa”, “aku gak tau dari tadi kamu muter-muter gk jelas di pantai tiba-tiba jalan ke arah laut karena takut ada apa-apa aku langsung tarik kamu jangan-jangan itu tadi….” jawab bang hendrik. Akupun membalas“jangan aneh-aneh itu tadi apa”, dan bang hendrik dengan sedikit menghela nafas “bisa jadi itu hantu laut yang sering di bicarakan warga kampung ini, untuk lebih amanya kamu jangan dekat-dekat pantai dulu kalo mau ke sana paling enggak bawa 1 temen”. Dengan wajah pucat ketakutan aku dan bang hendrik berjalan cepat ke arah hotel kalifornia. Dan mencoba melupakan semua yang terjadi dengan duduk merenung di pojokan.
Ke esokan harinya semuanya berjalan dengan normal, namun kami harus sedikit merelakan kepergian beberapa teman kami karena mereka waktu KP mereka akan berahir hari itu. Sebelum mereka kembali pulang mereka mempresentasikan hasil belajar mereka di depan semua orang yang ada di ciheras. Dan dari persentasi tersebut aku menemukan sesuatu untuk…….. dijadikan……PROJEK KP. Aku melihat sedikit hal yang terlalu ribet dalam perhitungan geometri bilahnya dan aku mencoba menyelesaikanya dengan program sekali klik. Setelah mendapatkan hal tersebut aku mendiskusikanya dengan kak inay mentor di LAN. Dan dia sangat suport dengan ide tersebut sehingga aku mulai bekerja untuk proyeku. Dengan kecepatan tinggi dalam waktu 5 hari aku berhasil menyelesaikan programku dan mengambil sedikit sampel reaksi dari beberapa teman yang belajar bilah dengan hasil kerja ku. Dan ternyata hasilnya sangat memuaskan mereka sangat terkejut dan senang dengan ciptaanku tersebut. Tiba-tiba mujahid yang belum menemukan projeknya melirik hasil kerjaku dan mendapat sebuah ide dari sana. Karena kasihan dan aku pikir dia pasti sangat tertekan karena belum dapat projek akupun menawarkan untuk projek bersama. Dengan senang mujahid ikut membantu dan di minggu ke tiga kami berhasil menyelesaikan tampilan grafik user interface(GUI)nya. Dengan perasaan senang karena berhasilnya progam kami hari itu kami tidur dengan lelap.

Baca juga:


Sekitar puku 1 malam aku terbangun karena ada sedikit urusan di kamar mandi. Tidak ada yang aneh selama prosesi di kamar mandi, namun tiba-tiba ketika aku dalam perjalanan kembali, saat sampai di halaman lapangan bola volly, disana untuk kedua kalinya aku melihat penampakan cila si hantu laut. Aku pun menahan sedikit rasa takutku dan bersikap normal pada cila. Akan tetapi tiba-tiba cila jatuh ke tanah dan memegangi kepalanya, dengan sigap aku pun menghampirinya dan bertanya apa yang terjadi padanya dan apa yang dia lakukan. Tanpa sempat menjawab perkataanku dari kegelapan keluar sesosok pria tua yang mengaku dirinya adalah pemburu hantu. Dengan nada tinggi pria tua itu berkata dengan bahasa sundanya yang kurang lebih artinya begini “hei wanita hantu kau tidak bisa lari lagi aku akan mengembalikan mu ke tempat asalmu dan kau pria muda jika kau masih inggin tetap hidup menyingkirlah dari sini”. Karena si pria tua itu berniat baik jadi aku langsung kembali ke kamarku, saat dalam perjalanan kembali aku sedikit melihat kebelakang dan di sana aku melihat sesuatu yang tidak bisa di percaya. pria tua itu bertarung sengit melawan cila, dan saat itu cila menunjukkan wujud aslinya. Karena merasa terancam aku mempercepat langkah kakiku menuju kamar no 5 yang tidak lain tidak bukan adalah kamarku dan meringkuk di pojokan. Sesekali terasa goncangan yang kencang dari arah lapangan voly, sampai akhirnya terjadi guncangan yang sangat kencang dan lama. Teman KP dari UNNES riski namanya langsung berteriak “GEMPA……..”dan pergi keluar. Saat itu mujahid yang sedang tidur di sebelahku jadi terbangun dan mengajakku pergi keluar. Karena takut atap roboh akupun ikut berlari keluar. Saat itu karena terlalu banyak orang yang berlarian kacamataku tersenggol seorang teman dan jatuh kelantai, karena gelap aku jadi tidak sempat mencari kacamataku dan terus berlari saja. Ketika sampai di luar tiba-tiba cila terbang dari arah samping dan menyambar tubuhku, aku pun terpental ikut terbawanya, ketika terbawa aku melihat sesuatu yang mustahil yaitu aku melihat tubuhku sendir berlari ke arah saung yang artinya roh yang ada dalam tubuhku keluar dari tempanya. Saat itu aku terbawa oleh cila sampai di lapangan dekat kandang kambing, aku di tolong oleh si pria tua dan pria tua itu berkata sesuatu pada cila “apa yang kau inginkan dari pria ini kenapa kau membawanya ke dalam urusan kita bukankah kau sudah tau bahwa hantu dilarang mengangu urusan manisia apa kau sudah melanggar janji itu”. Cila tidak menjawab apa-apa dan terus menyerang si pria tua. Karena merasa terdesak si pria tua menariku dan mundur untuk mengisi tenaga. Walaupun terlihat tua tapi pria itu bisa berlari dengan lumayan kencang. Dalam perjalanan kabur pria itu meminta bantuanku untuk memalingkan sedikit perhatiannya agar bisa menyegel cila dan mengembalikanya ke alamnya, karena kekuatanya tinggal sedikit, dan hanya cukup untuk menyegel. karena ketakutan saat itu aku ingin menolak tapi jika aku tidak melakukannya ada kemungkinan aku tidak bisa pulang jadi akhirnya aku mengikuti apa yang di instruksikan pria tua tersebut.

Setelah sampai di tepi pantai akupun melakukan apa yang telah di rencanakan si pria tua, yaitu pertama-tama aku berjalan seperti tidak terjadi apa-apa kemudian ketika cila menyadari keberadaanku, aku harus membuatnya terfokus padaku selama 3 menit dan si pria tua akan muncul dari arah belakang cila dan menyegelnya dalam botol. Seperti saat pertama kali bertemu aku menuliskan tulisan SOS dan secara ajaib cila menunjukan dirinya sebelum aku menyelesaikan tulisan SOS ku. Dengan wujud saat pertama kali bertemu dia mendatangiku. Dan seperti yang sudah direncanakan, aku mencoba basa-basi tapi karena cila yang menyeretku sampai di sini diapun menghela nafas panjang dan berkata “haaaah aku sudah tau kalau kau sudah mengerti mahluk apa aku ini jangan memasang wajah ketakutan begitu kau tidak bisa menipuku dengan wajah seperti itu”, dan aku menjawab “oke jadi kalo begitu bolehkah aku bertanya sesuatu padamu, apa yang kau inginkan dariku dan kenapa harus aku”. “sebenarnya aku tidak ingin menganggumu, tapi karena hari ini aku bertemu dengan orang jahat yang menyuruh pergi dari dunia ini, jadi aku pikir ini adalah saatnya aku harus pergi, aku hanya ingin berpamitan padamu tidak lebih, tapi pria itu tidak tidak setuju, jadi aku kabur dan pria itu mengejarku, akhirnya aku pergi ketempatmu  untuk mengatakannya dan ternyata sepertinya kau juga akan pulang minggu depan jadi ku pikir ini adalah waktu waktu terahir kita bisa bertemu”, “oh jadi begitu kalau seperti itu kau kan sudah mengucapkan selamat tinggal apa sekarang kau bisa mengembalikan ku kembalike tubuhku”. Cila pun menjawab “tentu saja…… tapi aku ada sedikit permintaan nih boleh?”, “kalau boleh tau apa itu cil” jawabku. “aku kan belum sempat menepati janjiku untuk mengajakmu main kerumah kau ingatkan saat itu kita tidak bisa melakukanya karena sudah terlalu malam” tanya cila, dan aku menjawab “woy yang bener aja emang gk ke maleman sih tapi ini udah hampir pagi lo, kalo di daerah ku bertamu jam segini gak ada etikanya tau”. Karena merasa kecewa karena aku tidak mau ikut dengannya, cilapun memasang wajah kecewa dan tersenyum padaku “baiklah karena sepertinya itu tidak mungkin bagai mana kalu kita bertukar hadiah”. Dengan polos cila berkata “ memangnya apa yang ingin kau berikan padaku” dengan cepat aku memetik sejenis bunga dan memberikanya pada cila, dan cila membalas dengan memberiku sebuah kulit kerang. Setelah mengucapkan selamat tinggal dan bertukar hadiah pria tua yang sudah siap dengan segelnya muncul dari arah belakang cila dan menangkapnya. Dengan wajah tersenyum puas tubuh cila lama-kelamaan memudar dan hilang sebelum hilang dan tersegel cila mengatakan selamat tinggal untuk terahir kalinya aku pun membalasnya dengan senyuman perpisahan. setelah tersegel di dalam botol UC 100, pria tua pemburu hantu menyentuh pundakku dan berkata “terima kasi kau tadi hebat sekali sekarang aku akan mengembalikanmu ke tubuh aslimu”, sebelum tubuhku kembali aku bertanya pada si pria tua tentang apakah cila tidak akan bisa keluar lagi, dan pria tua itu menjawab “tenang saja hantu ini akan aman dan bahagia di sana kau tidak perlu kawatir”. Akupun menghela nafas lega dan tiba-tiba pria tua itu menghilang dan aku sudah berada di depan hotel kalifornia bersama teman-teman KP lainya. Terdengar suara galang teman dari UINSUSKA mengatakan “untung gempanya gk parah ya ayo kembali tidur masih jam 2 malem ini”. mendengar hal itu aku sadar ternyata ±20 menit yang aku rasakan sebelumnya bersama cila hanya terasa sekitar 1 menit saja di dunia nyata. Dengan perasaan lega aku kembali ke kamar dan membawa kulit kerang pemberian cila sebagai tanda persahabatan akan tetapi ketika aku masuk ke kamaraku melihat sesuatu yang lebih menakutkan dari hantu yang marah. Itu adalah kondisi kacamataku yang awalnya terjatuh saat berlari ke luar hotel kalifornia. Sekarang kacamataku
telah hancur menjadi 3 bagian, melihat hal itu aku langsung pingsan di kamarku sendiri sampai pagi.

Ke-esokan aku mencari lem untuk merekatkan kembali kacamataku yang patah, karena selain aku tidak punya lagi uang untuk membeli kacamata baru, optik juga terlalu jauh, jadi aku merekatkanya saja. Di sisa 7 hari terahir aku mencoba untuk berfokus menyelesaikan laporan dan projek bersamaku dengan mujahid. Setiap hari kami semakin rajin nongkrong di saung hanya untuk menyempurnakan projek kami. Memang benar apa kata pepatah ketika kau sedang menikmati sebuah pekerjaan waktu akan berjalan lebih cepat dari biasanya. Dan itu pula yang terjadi pada kami, waktu 1 minggu serasa seperti 1 detik saja. Mungkin kalian pikir ini bagus padahal tidak karena sangking cepatnya waktu yang terasa membuat projek kami jadi kurang sempurna sehingga hasilnya di hari pembalasan. Kami di bantai habis-habisan, semua hal yang kami rasa sudah sempurna nyatanya hanya sampai 20% saja di mata bang ricky. Persentasi yang ku prediksi berahir dalam waktu 5 menit menjadi panjang dan berlangsung selama hampir 90 menit. Saat itu strategi kami gagal total, terdiam tanpa kata itulah yang terjadi pada kami termasuk fajar yang kebetulan mengambil topik yang berbeda. Keringat mengalir dengan deras dan tangan yang tidak pernah berhenti bergetar mungkin adalah sensasi 90 menit yang wajar di ciheras. Tapi diakhir persentasi bang ricky menambahkan sedikit kalimat motivasi yang membankitkan semangat kami. Kalimat itu adalah kutipan dari sajak minang yang tertulis di kamar no 8 hotel kalifornia yang di tulis oleh anak PNP padang yang artinya dalam bahasa indonesia adalah “sebelum membangkit semangat jiwa muda, untuk membanggun negara tercinta tanah air, terlebih dahulu kita harus menbanngun diri terlebih dahulu membentuk jiwa yang kuat ,tangguh, dan pantang menyerah baru bisa kita membangun negri dan memajukan bangsa”.
Dengan sajak minang tersebut bang ricky memberikan kami sebuah kitab suci(buku matlab tentang sistem kendali) seperti di film kera sakti setelah mendapat kitab suci dan pulang lalu menjadi dewa, kamipun pulang dengan membawa buku sistem kendali pada matlab dan berharap kami bisa jadi dewa matlab selanjutnya. Sebelum pulang kami sempatkan untuk foto bersama dan berpamitan dengan semua orang di sana. Bus datang tepat pukul 11 siang dan kamipun pulang selamat tinggal ciheras dan semua cerita yang ada di sana.

Ketika di dalam bus mujahid membagikan foto kenang-kenangan yang di Hpnya dan di sana aku melihat sosok cila dan pria tua ikut terfoto. Namun sayangnya ketika aku cerita ke 2 temanku fajar dan mujahid mereka tidak percaya karena menurut mereka tidak ada apa-apa di foto tersebut. Mungkin hanya aku yang bisa melihatnya. Karena ke dua temanku ini terus-terusan mengejek ku akhirnya aku bilang kalau ini CERITA BOHONG agar mereka puas. Tapi yang jelas keberadaan cila itu ada dan kulit kerang pemberiannya adalah buktinya.

TAMAT

Wait kalo cila dan pria tua itu ikut dalam foto berarti mereka masih ada sampai saat-saat terahir ku di ciheras. Itu artinya cila berhasil lepas dari segel dong dan kalau teman-temanku tidak bisa melihat si pria tua artinya si pria tua itu juga bukan manusia dong. Ah sudahlah anggap saja inicerita bohong dan tidak pernah terjadi.

Oh jika kalian berpikir cerpen ini hanya sampai di sini kalian salah karena setelah PKL ada seminar PKL penasaran dengan kelanjutan ceritanya tunggu saja kelanjutan ceritanya di “CERITA BOHONG BAGIAN 2 : SEMINAR PROPOSAL”

NB : andai saja itu ada

Bersambung

Warstek Media

Warung Sains Teknologi (Warstek) adalah media SAINS POPULER yang dibuat untuk seluruh masyarakat Indonesia baik kalangan akademisi, masyarakat sipil, atau industri.
Warung Sains Teknologi
Artikel Berhubungan:

Sponsor Warstek.com:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *