PhD, Doctor of Philosophy atau Permanent head Damage?

Bagikan Artikel ini di:

Mahasiswa PhD atau mahasiswa doktoral adalah mahasiswa yang sedang menempuh pendidikan S3. Antar negara, sistem S3 sedikit berbeda. Misalkan di Amerika Serikat, program doktoral adalah program paska sarjana yang fokus kepada penelitian sehingga untuk mengambil program doktoral tidak perlu sudah lulus program master. Bisa jadi program master adalah salah satu bagian dari program doktoral. Sedangkan di Indonesia dan Jepang, program master dan program doktoral adalah dua program yang terpisah. Beberapa program memang ada pengecualian, seperti PMDSU di Indonesia, PhD in Human Biology di Jepang atau program Humanities di US.

Foto: https://ed.stanford.edu (iStock/Steve Debenport)

PhD adalah singkatan dari Philosopiae Doctor atau Doctor of Philosophy. Meskipun namanya Philosophy tetapi yang dipelajari tidak selalu filosofi. Nama ini dipertahankan karena zaman-zaman dulu, biasanya orang-orang keren dan pinter adalah mereka yang penuh dengan filosofi. Karena sulitnya program PhD atau doktoral ini. Beberapa membuat plesetan PhD dengan Pizza hut Delivery, terutama mereka yang sekolah keluar negeri dengan beasiswa tertentu. Karena beasiswa belum turun akhirnya mereka kerja paruh waktu menjadi pengantar pizza. Ada pula yang membuat plesetan Permanent head Damage. Mungkin plesetan terakhir ini lebih tepat berdasarkan hasil penelitian dari Ghent University, Belgia.



Mohon maaf Artikel ini terpotong. LOGIN atau DAFTAR untuk membaca lebih lanjut (GRATIS).

Anda merasa artikel ini bermanfaat? Mari bantu Warstek untuk bisa bermanfaat lebih besar dengan cara memberikan donasi.

     
Abdul Halim

Abdul Halim

Menamatkan program ST dan MT di Jurusan Teknik Kimia ITS. Sedang menempuh PhD di University of Tsukuba. Meneliti pemanfaatan bio-nanomaterial untuk pengolahan limbah cair.

Ayo Ajukan Pertanyaaan :)