Prof. Harith Ahmad – Ilmuan Fotonika Terkemuka di Asia Tenggara

Artikel ini termasuk dalam seri Ensiklopedia Fotonika
Silahkan beri saran untuk penggunaan literatur tambahan di kolom komentar. Artikel ini adalah artikel berlanjut yang isinya akan terus bertambah secara berangsur-angsur

Pengajar: Nur Abdillah Siddiq

Rangkuman: Memperkenalkan salah satu tokoh ilmuan di bidang Fotonika yang cukup berpengaruh di Asia Tenggara, beliau adalah Prof. Harith Ahmad, guru besar ilmu fotonika di Universiti Malaya Malaysia

Prof. Harith Ahmad dengan peralatan fotonikanya

Prof. Harith Ahmad dilahirkan pada tahun 1954 dan mendapatkan gelar B.Sc dari Universitas Malaya di tahun 1979, kemudian gelar M.Sc di tahun 1980 dan Ph.D di tahun 1983 di bidang teknologi laser dari Universitas Wales Inggris. Suatu rekam jejak yang mengagumkan karena menamatkan S2 dalam waktu 1 tahun dan S3 dalam waktu 3 tahun di tahun 80-an. Beliau memulai karir akademiknya di Universitas Malaya pada tahun 1983 sebagai dosen dan sekarang menjabat sebagai Pimpinan Pusat Riset Fotonika Universitas dari tahun 2013 hingga tahun 2018 (4 periode berturut-turut)1.

Bidang keahlian beliau adalah fotonika yaitu ilmu tentang proses membangkitkan dan memanipulasi cahaya, lebih spesifik lagi yaitu tentang laser, elektronika kuantum, serat optik dan fiber. Prof. Harith Ahmad mendalami bidang fotonika karena penguji skripsinya (yang dari luar negeri) mengatakan bahwa Fotonika memiliki masa depan yang cerah. Penguji tersebut mendorong beliau studi lanjut di tempatnya, yakni Inggris. Beliau telah menerbitkan 755 paper dan disitasi (dijadikan sebagai bahan rujukan) lebih dari 5000 kali2, sehingga rata-rata sitasi tiap papernya adalah 6. Dengan kata lain setiap paper yang telah beliau terbitkan disitasi setidaknya sebanyak 6 kali. Selain itu, beliau juga memperoleh nilai h-index sebesar 37. h-index adalah suatu ukuran yang membandingkan antara produktivitas menerbitkan jurnal dan jumlah sitasi. Di Indonesia sendiri, persyaratan untuk menjadi promotor (pembimbing) program PMDSU (Pendidikan Magister menuju Doktor untuk Sarjana Unggul) adalah minimal memiliki nilai h-indeks sebesar 3 (tiga)3. Tidak hanya berkarya dalam bentuk paper, Prof. Harith Ahmad juga membuat buku di bidang fotonika yang berjudul Multiwavelength Devices Using Semiconductor Optical Amplifiers (SOAs). Beliau juga menulis suatu bab di dalam buku berjudul LabVIEW Applications for Optical Amplifier Automated Measurements, Fiber-Optic Remote Test and Fiber Sensor Systems.

-Untuk menjadi ilmuan sukses, ada yang lebih penting dari pada kecerdasan, yakni kemauan untuk bekerja keras, komitmen, dan ketertarikan terhadap apa yang sedang dikerjakan.- Prof. Harith Ahmad

Saintis yang Prof. Harith Ahmad kagumi adalah Max Planck dan Louis de Broglie (berturut-turut fisikawan Jerman dan Perancis yang mengembangkan teori fisika kuantum). Dalam wawancaranya dengan media malaysia (the malay mail online)4, untuk menjadi ilmuan sukses ada yang lebih penting dari kecerdasan, yakni kemauan untuk bekerja keras, komitmen, dan ketertarikan terhadap apa yang sedang dikerjakan. Beliau juga yang telah menjadikan Malaysia sebagai pemimpin dalam bidang fotonika di Asia Tenggara. Berbagai penghargaan telah diraih seperti menjadi Distinguished Profesor pada tahun 2014, memenangkan Asean Science and Technology Award, dan juga Merdeka Award. Selain dikenal sebagai peneliti, ternyata Prof. Harith juga seorang penemu (inventor). Beliau telah memegang 10 paten yang bekerja sama dengan Telekom Malaysia.

Baca juga:

Berikut adalah video penganugerahan Profesor Ulung tahun 2014 oleh Pemerintah Malaysia kepada Prof. Harith Ahmad. Beliau adalah penerima tunggal dari penghargaan tersebut padahal ditahun 2010 penghargaan profesor ulung diraih oleh 3 ilmuan terkemuka.

Dan tak kalah pentingnya, Prof. Harith Ahmad menghimbau agar program TV dan media cetak lebih banyak memproduksi informasi mengenai bagaimana penemuan saintifik dapat merubah hidup kita dan membentuk masa depan.

Dikarenakan paper-paper beliau berjumlah 755 paper,maka disini  hanya akan ditampilkan beberapa paper yang memiliki topik optical waveguide dan sedang didalami oleh penulis.

  • Samion, M. Z., Ismail, M. F., Muhamad, A., Sharbirin, A. S., Harun, S. W., Ahmad, H. 2016. Tunable passively Q-switched thulium-doped fiber laser operating at 1.9 mu m using arrayed waveguide grating (AWG) Optics Communications (ISI-Indexed)
  • Chong, W. Y., Lim, W. H., Yap, Y. K., Lai, C. K., De La Rue, R. M., Ahmad, H. 2016. Photo-induced reduction of graphene oxide coating on optical waveguide and consequent optical intermodulation Scientific Reports (ISI-Indexed)
  • Ahmad, H., Hamdan, K. Z., Muhammad, F. D., Harun, S. W., Zulkifli, M. Z. 2015. Switchable dual-wavelength CNT-based Q-switched using arrayed waveguide gratings (AWG) Applied Physics B-Lasers and Optics (ISI-Indexed)
  • Afroozeh, A., Amiri, I. S., Pourmand, S. E., Zeinalinezhad, A., Alavi, S. E., Ahmad, H. 2015. Comparison of Control Light Using Kramers-Kronig Method by Three Waveguides Journal of Computational and Theoretical Nanoscience (ISI-Indexed)
  • Latif, A. A., Zulkifli, M. Z., Hassan, N. A., Harun, S. W., Ghani, Z. A., Ahmad, H. 2010. A compact O-plus C-band switchable quad-wavelength fiber laser using arrayed waveguide grating Laser Physics Letters. (Tier 1, Impact Factor = 5.502) (ISI-Indexed)
  • Ahmad, H., Zulkifli, M. Z., Latif, A. A., Harun, S. W. 2010. Novel O-band tunable fiber laser using an array waveguide grating Laser Physics Letters. (Tier 1, Impact Factor = 5.502) (ISI-Indexed)
  • Kow, S. T., Yap, Y., Pua, C. H., Chong, W. Y., Law, A. W. P., Adikan, F. R. M., Haseeb, A. S. M. A., Ahmad, H., et al. 2010. Selective area rare-earth doping of planar glass samples for monolithic integration of optically passive and active waveguides Optik. (Tier 4, Impact Factor = 0.378) (ISI-Indexed)
  • Ahmad, H., Thanmiratnam, K., Harun, S. W., Sulaiman, A. H., Aziz, S. N. 2008. A compact dual wavelength ring laser using a semiconductor optical amplifier and array waveguide grating Optoelectronics and Advanced Materials-Rapid Communications (ISI-Indexed)
  • Ahmad, K. Thambiratnam, S. W. Harun, A. H. Sulaiman, S. N. Aziz, A compact dual wavelength ring laser using a semiconductor optical amplifier and array waveguide grating, Optoelectronics and Advanced Materials Rapid Communications, vol.2, no.1, pp.1-3, Jan 2008.
  • Mode-locked Waveguide Laser Using Hybrid Integration And Graphene As A Mode Locker., Principal Investigator(PI), 2015 – 2018, Geran Penyelidikan Universiti Malaya (UMRG Programme) – AFR (Frontier Science), (University)
  • On-chip Phase-locked Frequency-comb Generation In Hybrid Silica Optical Waveguide., Principal Investigator(PI), 2015 – 2018, Geran Penyelidikan Universiti Malaya (UMRG Programme) – AFR (Frontier Science), (University)

Referensi:

[1] CURRICULUM VITAE PERSONAL DETAIL Prof. Datuk Dr. Harith Bin Ahmad (diakses 5 Agustus 2017)

[2] ResearcherID Prof. Harith Ahmad (diakses 5 Agustus 2017)

[3] Pendidikan Magister Menuju Doktor untuk Sarjana Unggul (PMDSU) (diakses 5 Agustus 2017)

[4] Shaun Tan. 2015. 10 things about: Dr Harith Ahmad, lecturer, inventor and Distinguished Professor for 2014. Diakses 5 Agustus 2017.

Artikel Berhubungan:

Sponsor Warstek.com:
Nur Abdillah Siddiq

Nur Abdillah Siddiq

Mahasiswa S3 Fisika ITS, menekuni bidang Optoelektronik dan Elektromagnetika Terapan. Sangat mencintai aktivitas membaca dan mendesain. Profil lebih lengkap dapat dilihat di www.facebook.com/fisrek

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *