Agar Anggota Timmu Merasa Pekerjaannya Bermakna

Bagikan Artikel ini di:

Oleh: Lewis Garrad dan Tomas Chamorro-Premuzic

Sudah banyak diketahui cerita tentang seorang cleaning service di NASA yang, ketika ditanya oleh JFK (John F. Kennedy, Presiden Amerika Serikat) apa pekerjaan dia, jawabnya “aku membantu mengantarkan manusia ke bulan“. Anekdot ini sering dipakai untuk menunjukkan bagaimana pekerjaan paling biasa bisa dilihat penuh makna dengan cara pandang yang tepat dibawah kepemimpinan yang baik.

Hari ini, makin hari makin banyak pekerja membutuhkan lebih dari sekedar gaji yang baik. Uang mungkin menarik masyarakat untuk bekerja, tapi tujuan, makna, harapan dan nilai dari pekerjaan menentukan baik jabatan dan seberapa keras mereka akan bekerja selama mereka menjadi karyawan. Menemukan makna dalam pekerjaan telah menjadi sesuatu yang sangat penting sampai-sampai terdapat peringkat untuk pekerjaan paling bermakna. Meskipun ada banyak faktor yang menentukan daya tarik suatu pekerjaan, namun yang memiliki sumbangsih terhadap perbaikan orang lain berada pada peringkat teratas (contohnya kesehatan dan kegiatan sosial). Menariknya, studi meta analisis mengindikasikan hanya terdapat hubungan kecil antara gaji dan kepuasan pekerjaan. Seorang pengacara yang bergaji 500 juta rupiah setahun tidak lebih menarik dari desainer freelance yang menghasilkan 110 juta rupiah setahun.



Mohon maaf Artikel ini terpotong. LOGIN atau DAFTAR untuk membaca lebih lanjut (GRATIS).
     
Abdul Halim

Abdul Halim

Menamatkan program ST dan MT di Jurusan Teknik Kimia ITS. Sedang menempuh PhD di University of Tsukuba. Meneliti pemanfaatan bio-nanomaterial untuk pengolahan limbah cair.

Ayo Ajukan Pertanyaaan :)