“In science fiction lasers are cool, but in science fact they will blow your mind” (Jonathan Strickland)

Hampir semua orang mengenal apa itu laser. Dalam kehidupan masyarakat Indonesia, laser sering dipakai sebagai mainan anak-anak atau sebagai pointer pada saat presentasi. Bahkan saat ini di kota-kota besar, cukup banyak orang yang menjual laser di pinggir jalan [1]. Para penjual laser tersebut akan menyalakan laser dan menarik perhatian masyarakat untuk membelinya, namun tidak sedikit pengendara yang merasa terganggu dengan sinar laser yang berbahaya bagi mata tersebut [2].

Penjaja Laser di Pinggir Jalan. Sumber: detik.com

Namun tahukah Anda bahwa laser memiliki aplikasi yang luar biasa berdampak besar bagi kehidupan manusia? Banyak sekali aplikasi laser yang mungkin tidak kita sadari, dari barcode, laser printing, serat optik internet, CD & DVD drive, dll. Pada artikel ini akan dibahas 3 aplikasi mengagumkan dari laser yang akan mengubah dunia.

1.Laser sebagai Peningkat Efektivitas Vaksin
Laser dapat meningkatkan efektivitas vaksin. Sumber: phys.org

Penelitian yang dilakukan oleh Ji Wang pada tahun 2014 dari Harvard Medical School membuktikan bahwa menyinari laser pada lokasi dimana vaksin akan disuntikkan dapat meningkatkan efektivitas dari vaksin flu hingga 7 kali lipat, dibandingkan tanpa disinari laser terlebih dahulu. Sayangnya penelitian ini masih dilakukan pada tikus dan babi. Namun tidak menutup kemungkinan bahwa tidak lama lagi metode ini akan diterapkan pada manusia karena sistem kulit dan kekebalan tubuh manusia cukup mirip dengan babi [3].

Selain efektif, laser juga akan merevolusi proses pemberian vaksin karena dengan laser artinya vaksin tidak memerlukan jarum suntik lagi. Mekanismenya adalah vaksin yang awalnya menggunakan cairan (liquid) diubah menjadi bentuk bubuk. Kemudian bubuk vaksin tersebut dimasukkan kedalam kulit melalui plester yang menempel dikulit. Masuknya bubuk dari plester kekulit disebabkan oleh laser yang telah membentuk puluhan hingga ratusan saluran mikro pada kulit [4]. Penelitian ini masih mengalami proses standarisasi agar dapat diterapkan pada manusia.

2. Laser sebagai Senjata
Laser sebagai senjata untuk memotong baja. Sumber: popsci.com

Bagi sebagian orang yang bekerja di bidang kerajinan maupun bidang teknik, tentu sering mendengar istilah laser cutting. Mesin Laser cutting memiliki ukuran yang sangat besar (lebih dari 1×1 m2) dan digunakan untuk memotong berbagai benda. Namun, perusahaan Inggris yang bernama TWI berhasil melakukan miniaturisasi dari laser cutting yang berukuran besar tersebut menjadi seukuran senjata. Senjata laser tersebut memiliki kekuatan 5 kW daya laser, panjang gelombang 1 um (mikrometer) dan dapat memotong baja dengan ketebalan 3/4 inchi (sekitar 2 cm) [5].

Aplikasi utama dari senjata laser ini tentu saja bukan seperti yang terjadi di film fiksi, tetapi pada pembongkaran reaktor nuklir. Selama ini reaktor nuklir dibongkar dengan cara dipotong melalui mekanisme waterjet cutting (air yang dicampur dengan serbuk amplas kemudian ditembakkan dengan kecepatan dan tekanan yang sangat tinggi) [5]. Namun metode tersebut tentu saja dapat menghasilkan limbah air yang telah bercampur dengan zat radioaktif. Dengan digunakannya laser, tidak akan ada limbah yang dihasilkan dalam proses pemotongan.

Laser berkekuatan tinggi yang dipasang pada kapal perang. Sumber: news.usni.org

Selain dapat digunakan pada reaktor nuklir, laser sebagai senjata dapat digunakan untuk menembak kapal, roket, dan juga pesawat terbang. Senjata itulah yang dikembangkan oleh Angkatan Laut Amerika Serikat dengan nama LaWS (Laser Weapon System) yang memiliki kekuatan hingga 30 kW daya laser dan terus dikembangkan hingga mencapai 150 kW daya laser [6]. Dalam video demonstrasinya [7], LaWS dapat mengancurkan kapal dan pesawat terbang tanpa awak dengan sekali tembak. Yang mengagumkan adalah tembakan tersebut tidak memiliki tanda-tanda adanya tembakan seperti bunyi dan penjalaran peluru. Hal tersebut disebabkan oleh digunakannya gelombang dengan panjang gelombang 1075 nm sehingga tidak terlihat oleh mata, mata manusia hanya mampu melihat gelombang yang memiliki panjang gelombang 400-700 nm.

Berikut ini adalah video demonstrasi dari LaWS.

3. Laser sebagai Alat Utama Kecantikan
Laser untuk kecantikan sedang banyak diminati. Sumber: buro247.com.au 

Aplikasi paling populer dan booming dari laser bagi masyarakat perkotaan adalah pada bidang kecantikan, contohnya digunakan dalam pengurangan rambut, peremajaan kulit, menghilangkan flek hitam, menghilangkan tanda lahir, mencerahkan kulit, dan pengobatan jerawat [8].  Berbagai efek samping dari penggunaan laser generasi pertama (laser fractional) sebagai alat kecantikan seperti nyeri, bengkak, kulit mengelupas, kulit kemerahan juga telah dihilangkan [9]. Kendala utama dari aplikasi laser pada bidang kecantikan adalah biayanya yang sangat mahal yang berada dalam kisaran Rp 5-7 jutaan [9].

Bagaimana cara kerja laser sebagai alat kecantikan? Prinsip kerjanya berbeda-beda pada setiap perawatan. Pada perawatan peremajaan kulit misalnya, laser membuat lubang yang sangat kecil (lebih besar sedikit dari pori-pori kulit) sehingga merangsang keluarnya asam aminopeptide yang akan memberi sinyal pada sel kulit untuk melakukan regenerasi. Akibatnya kulit lebih banyak memproduksi kolagen agar kulit terlihat kencang dan menjadi terlihat lebih muda [10].

Foto perawatan laser di salah satu klinik di Jakarta. Sumber: wolipop.detik.com

Demikian 3 aplikasi dari laser yang akan mengubah dunia. Aplikasi pertama digunakan dalam rangka manusia untuk terhindar dari penyakit, aplikasi kedua dapat digunakan untuk misi perdamaian dan pertahanan, dan aplikasi ketiga digunakan agar manusia dapat menjadi awet muda. Manakah dari ketiga aplikasi tersebut yang menurut anda paling penting?

 

Referensi:
  1. Detik. Tukang Laser Hijau Yang Menjamur di Jalanan Ibukota, Saatnya Ditertibkan? Diakses pada tanggal 4 September 2017
  2. Metrotvnews. Penjual Laser di Jalanan Dinilai Ganggu Pengendara Diakses pada tanggal 4 September 2017
  3. Ji Wang, Dilip Shah, Xinyuan Chen, R. Rox Anderson & Mei X. Wu. 2014. A micro-sterile inflammation array as an adjuvant for influenza vaccines. Nature Communications 5, Article number: 4447 (2014).
  4. Fiona Barry. Laser delivery will allow painless, needle-less vaccines. Diakses pada tanggal 4 September 2017.
  5. Kelsey D. Atherton. This Rifle Shoots Lasers. Diakses pada tanggal 4 September 2017.
  6. Global Security. Laser Weapon System (LaWS). Diakses pada tanggal 4 September 2017.
  7. Youtube Video. U.S. Navy Tests New Laser Defense Weapon System. Diakses pada tanggal 4 September 2017.
  8. Tanyadok. Tampil Cantik Berkat Laser. Diakses pada tanggal 4 September 2017.
  9. Wolipop. Pertama di Indonesia, Laser Kulit Tanpa Rasa Sakit & Kemerahan. Diakses pada tanggal 4 September 2017.
  10. Colette Bouchez. Top 6 Antiaging Breakthroughs. Diakses pada tanggal 4 September 2017.