Tanaman Cempedak (Artocarpus champeden Spreng) Berpotensi Menjadi Obat Kanker

Kanker merupakan pertumbuhan dan perkembangan sel yang tidak terkontrol dalam tubuh sehingga dapat menyebabkan kematian bagi penderitanya sesuai dengan fase penyebarannya. Fase tersebut dimulai dari mitosis (pembelahan),  interfase (istirahat sementara), Gap O (istirahat total), Gap 1 (Fase krusial masuk dan meninggalkan sel menuju pembelahan), sintesis (duplikasi kromosom), hingga fase G2 (fase terakhir pembelahan dan pengrusakan sel abnormal).

Berbagai upaya dan usaha terapi penyembuhan hingga saat ini belum mencapai hasil yang signifikan. Hal ini disebabkan oleh rendahnya selektivitas obat antikanker yang digunakan ataupun karena patogenesis kanker itu sendiri belum jelasSelektivitas obat adalah hubungan antara dosis terapi dan dosis obat yang menimbulkan efek toksik sedangkan patogenesis adalah mekanisme penyebab penyakit (akut, kronis, atau berulang). 

Penanganan perkembangan sel kanker dapat dilakukan dengan berbagai proses yaitu pembedahan, kemoterapi dan radiasi, namun pengobatan dengan kemoterapi seringkali kurang selektif dan tidak dapat menghilangkan sel kanker tersebut. Pembedahan dan radiasi tidak efektif untuk kanker yang telah metastasis. Metastatis adalah Penyebaran sel kanker diseluruh tubuh. Beberapa data yang telah dikumpulkan hingga era digital saat ini, masih sedikit sekali obat anti kanker yang mampu bekerja secara selektif untuk pengobatan jenis kanker tertentu. Selain itu upaya dan cara menyembuhkan dan terapi penyakit ini dapat menghabiskan waktu dan biaya yang lumayan banyak.

Salah satu tanaman potensial untuk menghancurkan regenerasi sel kanker dan melawan berbagai radikal bebas pemicu kanker adalah tanaman Cempedak (Artocarpus champeden Spreng(Nurvianthi,2016). Radikal bebas adalah senyawa kimia yang merupakan pemicu sel-sel rusak yang dapat menyerang dan menyebabkan kerusakan sel tubuh. Kerusakan pada organ bagian dalam mengakibatkan senyawa bebas mudah keluar masuk ke dalam sel-sel tubuh, sehingga dapat menyebabkan sel bermutasi dan memicu pertumbuhan sel kanker serta tumor.

Pohon Cempedak

Cempedak (Artocarpus champeden Spreng) merupakan salah satu tanaman yang memiliki kemiripan dengan tanaman nangka, namun diantara dua buah tersebut masih ada perbedaan yang bisa diidentifikasi. Buah nangka bentuknya agak bulat, sedangkan buah cempedak cenderung lebih lonjong dan panjang. Buah cempedak berwarna hijau pada bagian kulitnya dan kuning untuk daging buahnya.

Tanaman cempedak berasal dari  family Moraceae (A.Ilyas,2013). Berdasarkan penelitian para ahli, cempedak memiliki kandungan senyawa metabolit sekunder (senyawa organik yang berasal dari tanaman dan secara umum memiliki kemampuan bioaktif) dan memiliki bioaktivitas yang tinggi sebagai antikanker dan antimalaria (Anderson.J dkk.,1991). Tanaman ini sangat familiar tumbuh di daerah tropis, untuk daerah di Sulawesi Selatan  banyak ditemukan di kawasan LUWU (Palopo, Masamba, Malili dan sekitarnya). Diyakini masyarakat ampuh mengobati penyakit kanker dan secara empiris didasarkan pada Penelitian Awal yang telah dilakukan di Laboratorium menggunakan hewan uji Larva udang (Artemia salina Leach dengan metode khusus).

Uji Larva udang (Artemia salina Leach) dengan Brine Shrimp Lethality Test (BST)

Gambar terkait

Asumsi Sel Kanker larva Udang, Sumber: Sahidrin,1 Oktober 2016

Proses penelitian yang dilakukan menggunakan metodologi kuantitatif yaitu pengampilan sampel secara random (acak) yang dilakukan pengujian terhadap herba tanaman cempedak (dimulai dari akar hingga biji). Metode yang digunakan adalah Brine Shrimp Lethality Test (BST) sebagai Bioassay dalam isolasi senyawa bioaktif dari bahan alam (Alam.G.,2002). Penelitian ini dilakukan selama kurang lebih 4 bulan dimulai dari proses observasi sample hingga pengumpulan data pada Laboratorium Farmako-Fitokimia  jurusan Farmasi Fakultas MIPA Universitas Islam Makassar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kematian hewan uji melebihi 50 % target, selain itu juga mampu melawan antigen pemicu kanker.

Data Tanaman Cempedak dilihat dari Nilai LC50

 (konsentrasi zat menyebabkan 50% kematian hewan Percobaan)

No Sampel Penelitian Nilai LC50 Penggolongan Klasifikasi Toksiksitas Hasil
1 Akar Cempedak 2,642 µg/ml <10 Sangat Toksik
2 Batang Cempedak 34,59 µg/ml 10-100 Toksik
3 Biji dan Buah Cempedak 117,76 µg/ml 100-1000 Toksik Sedang
4 Daun Cempedak 126 µg/ml 100-1000 Toksik Sedang
DAFTAR PUSTAKA
  • Alam, G., 2002. Brine Shrimp Lethality Test (BST) sebagai Bioassay dalam Isolasi Senyawa Bioaktif dari Bahan Alam. Majalah Farmasi dan Farmakologi,Vol. 6 No.2 Jurusan Farmasi MIPA Universitas Hasanuddin. Makassar
  • A.,Ilyas., 2013. Senyawa Golongan 2-Arylbenzofuran dan Stilben dari Ekstrak Metilen Klorida    (Ch2cl2) Daun Artocarpus champeden Spreng.Volume 7 Nomor 1. pdf. hlm. 1-9
  • Anderson, J. E., Goetz C. M., Mc Laughlin J. L, 1991. A blind Comarison of Simple Bench-top Bioassay and Human Tumor Cell Cytotoxicities as Anti Tumor Prescrenss, Natural Product Chemistry, Elselver, Amsterdam
  • Nurvianthi,Riska.2016. Uji Toksisitas Akut Ekstrak Etanol Daun dan Batang Cempedak (Artocarpus champeden Spreng) Terhadap larva udang (Artemia salina leach) dengan metode brine shrimp lethality test (BST). Jurusan Farmasi Universitas Islam Makassar. Makassar .
Artikel Berhubungan:

Sponsor Warstek.com:

Yuk Ajukan Pertanyaaan atau Komentar