Bahaya dan Penelitian Tentang Rokok Elektrik

Bagikan Artikel ini di:

860-banner-feature-vaping
Raloff, Beth/ScienceNews for Student

Sebuah riset mengemukakan bahwa banyak remaja di Amerika Serikat lebih memilih rokok elektrik daripada rokok konvensional karena mereka berpikir akan aman dari zat-zat yang berbahaya. Namun benarkah hal tersebut?

Salah satu zat yang sangat berbahaya dari Rokok Elektrik adalah Nikotin. Tidak seperti rokok biasa yang menghasilkan zat nikotin dari pembakaran tembakau. Rokok Elektrik menggunakan sebuah cairan yang mengandung nikotin dan tentu saja jauh lebih adiktif daripada yang alami (dihasilkan dari pembakaran tembakau). Vaping bisa membahayakan paru-paru karena paparan uap yang terhirup dapat menjadi racun. Bahan kimia pada vape (Rokok Elektrik) dapat merusak paru-paru, dan menimbulkan inflamasi (peradangan). Peradangan tersebut dapat menurunkan kemampuan paru-paru dalam bekerja dan menurunkan daya tahan terhadap kontaminasi bakteri serta virus.


Tahun 2016  Laura Crotty Alexander menunjukan bahwa aktivitas Vaping membuat tubuh
lebih sulit untuk membunuh bakteri. Crotty Alexander merupakan seorang peneliti paru-paru sekaligus ilmuwan yang bekerja di The Veterans Administration San Diego Healthcare System. Laura Crotty meneliti Bakteri Staphycoccus aureus (yaitu bakteri yang menyebabkan paru-paru basah). 


Mohon maaf Artikel ini terpotong. LOGIN atau DAFTAR untuk membaca lebih lanjut (GRATIS).
     

Ayo Ajukan Pertanyaaan :)