Tingkat Perdagangan Burung Hantu di Indonesia Akibat Harry Potter

Bagikan Artikel ini di:

Harry Potter adalah sebuah novel karya J.K. Rowling, seorang penulis asal Inggris, yang menceritakan tentang seorang anak laki-laki bernama Harry James Potter, yang memiliki kekuatan sihir, dan menggunakan kekuatannya untuk menyelamatkan dunia [1-2].

Novel tersebut diterbitkan pada tahun 1997 yang kemudian diadaptasikan menjadi film dan dirilis pada 2001 [3], termasuk di Indonesia. Baik novel maupun film meraih kesuksesan. Hal itu membuat Harry Potter menjadi tokoh yang digemari oleh anak-anak hingga orang dewasa. Bahkan hingga kini, sudah lebih dari satu dekade semenjak diliris, Harry Potter masih digemari.

Dikisahkan bahwa Harry Potter memiliki hewan peliharaan yang bernama Hedwig, yaitu seekor burung hantu berwarna putih[2]. Bagi para Potterheads, para penggemar Harry Potter, burung hantu menjadi binatang istimewa. Tidak sedikit dari mereka yang ingin memelihara hewan tersebut seperti dalam cerita Harry Potter.

Permintaan akan burung hantu di pasar hewan seiring dilirisnya seri Harry Potter di Indonesia pada tahun 2001, mengalami peningkatan yang drastis. Hal tersebut yang mendasari Nijman dan Nekaris melakukan penelitian mengenai perdagangan burung hantu di Indonesia, khususnya di Jawa dan Bali[3].


Penelitian dilakukan melalui survei dengan jumlah burung hantu yang diperdagangkan di 20 pasar hewan di Jawa dan Bali pada 2012 hingga 2016, dan membandingkan dengan data jumlah burung hantu di pasaran dari beberapa tahun sebelumnya yang dimulai dari tahun 1970[3]. 


Mohon maaf Artikel ini terpotong. LOGIN atau DAFTAR untuk membaca lebih lanjut (GRATIS).
     
Annisha Ika Shanty

Annisha Ika Shanty

S1 Biologi Universitas Indonesia. Penggemar sains dan pencinta hewan.

Ayo Ajukan Pertanyaaan :)