Ada Apa Dengan Biomasa? Mengapa Banyak Orang Mendiskusikannya?

Bagikan Artikel ini di:

Biomasa atau dalam bahasa Inggrisnya biomass menjadi semakin popular belakangan ini. Sebenarnya kata biomass sendiri sudah lebih familiar diucapkan ketimbang biomasa, karena seringnya pemakaian dan juga terasa lebih simpel. Biomass mengacu kepada berbagai jenis tanaman, dalam definisi lebih luas mencakup pula limbah organik dari mahluk hidup, menjadi potensial karena ketersediannya yang berlimpah. Tidak hanya melimpah-ruah, tapi biomass dapat ditanam/diperoleh kembali, sehingga sumbernya tidak terputus, dalam bahasa ilmiahnya: renewable and sustainable.


Apabila kita membaca introduction jurnal-jurnal ilmiah dibidang ini, dengan jelas disebutkan bahwa semakin menurunnya cadangan minyak bumi, pencemaran lingkungan termasuk polusi udara yang lebih lanjut memicu perubahan iklim dll., sebagai latar belakang kenapa arah penelitian terfokus pada penggunaan biomasa. Di Indonesia sendiri, kebutuhan minyak bumi sangatlah tinggi. Menurut Dr Tumiran, anggota Dewan Energi Nasional (DEN) yang kebetulan penulis pernah berdiskusi langsung dengan beliau, hampir 1 juta barel minyak bumi diimpor sebagai BBM dan crude oil setiap harinya [1]. 


Mohon maaf Artikel ini terpotong. LOGIN atau DAFTAR untuk membaca lebih lanjut (GRATIS).

 

     
Roni Maryana

Roni Maryana

Researcher at Indonesian Institute of Sciences (LIPI-BPTBA), a PhD in Bioresource Engineering

2 tanggapan untuk “Ada Apa Dengan Biomasa? Mengapa Banyak Orang Mendiskusikannya?

  • 06 Oktober 2017 pada 13:31
    Permalink

    saya penasaran kalo bagage tebu yang paling ekonomis saat ini bisa diolah menjadi apa ya?
    saya orang awam taunya dibakar saja, apakah ada proses lain yang diperlukan lebih lajut agar dapat menjadi produk lain yang dapat memiliki nilai jual lebih dari pada hanya di bakar?

    Balas
    • Roni Maryana
      06 Oktober 2017 pada 16:04
      Permalink

      Terima kasih pertanyaan nya pa Dian. Untuk bagas tebu yang paling mudah memang dibakar atau dibuat pupuk organik, tetapi nilai ekonomis nya lebih kecil bila dibandingkan melakukan treatment/yang lebih rumit. Misalnya, kita ambil dan murnikan selulosa nya saja atau lignin nya saja, maka kita akan memperoleh bahan kimia yang secara ekonomis bernilai lebih tinggi. Sebagai gambaran, selulosa bisa diproses menjadi berbagai produk turunannya misalnya nanocellulosa, carboxymethyl cellulose dll yang digunakan dalam berbagai industri.

      Balas

Ayo Ajukan Pertanyaaan :)