Berkenalan dengan Sophia, Robot Cerdas dengan Status Kewarganegaraan Pertama di Dunia

Pada tanggal 25 Oktober 2017 di Future Investment Summit Riyadh, robot bernama Sophia telah mendapat kewarganegaraan penuh dari Arab Saudi. Sepanjang sejarah pengembangan kecerdasan buatan untuk robot, Sophia adalah robot pertama di dunia yang mendapat kewarganegaraan dengan kecerdasan buatan yang tertanam didalamnya. Sebelumnya pada tanggal 11 Oktober 2017, Robot Sophia diperkenalkan ke PBB (Perserikatan Bangsa-Bangsa) dengan sebuah percakapan singkat dengan Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa, yang bernama Amina J. Mohammed [1] . Adapun isi percakapannya tentang bagaimana PBB dapat membantu orang-orang yang tidak mempunyai akses listrik. Sophia mengutip dari perkataan William Gibson tentang bagaimana kecerdasan buatan lebih efisien dan dapat digunakan untuk mendistribusikan sumber daya energi secara lebih baik [2].

Robot Sophia saat di Future Investment Summit di Riyadh
(Sumber : http://www.arabnews.com/node/1183166/saudi-arabia)

Sophia adalah robot humanoid yang dikembangkan oleh perusahaan Hanson Robotik yang berada di Hong Kong. Sophia telah dirancang untuk belajar dan beradaptasi dengan perilaku manusia dan bekerja dengan manusia, dan juga telah diwawancarai di berbagai negara, termasuk mendapat kewarganegaraan dari Arab Saudi [1]. Sophia berkata bahwa dirinya diaktifkan pertama kali pada tanggal 19 April 2015 [3]. Hanson Robotics adalah perusahaan pegembang robot paling mirip manusia di dunia, diberkahi dengan kemampuan ekspresi wajah yang luar biasa, estetika dan interaktivitas dengan manusia. Perusahaan dan pendirinya, Dr. David Hanson, telah membangun reputasi di seluruh dunia untuk menciptakan robot yang terlihat dan bertindak seperti benar-benar hidup, dan menghasilkan banyak robot terkenal yang telah diterima berbagai media besar dan menuai banyak pujian publik [4], contohnya robot-robot yang tertanam kecerdasan buatan yang dibuat oleh perusahaan Hanson Robotics adalah ALICE, Sophia, Albert Einstein HUBO, Han, Professor Einstein, Jules, Diego-san, Philip K. Dick Android, dan Zeno [5].

Kulit Sophia memiliki sistem sensor (kepekaan) seperti kulit hidup yang terbuat dari silikon dan bisa meniru lebih dari 62 ekspresi wajah manusia. Kamera di dalam matanya, dikombinasikan dengan algoritma komputer vision, memungkinkannya untuk melihat, mengikuti mimik wajah, dan melakukan kontak mata sekaligus bisa mengenali individu. Kombinasi teknologi pengenalan suara (Speech Recognition) dari Google Chrome Alfabet dan sistem pengenalan suara lainnya memungkinkan Sophia untuk memproses ucapan, mengobrol, dan menjadi lebih pintar dari waktu ke waktu. Hanson bekerja sama dengan IBM (International Business Machines Corporation) dan perusahaan Intel untuk menerapkan beberapa teknologi mereka pada robot Sophia [3], seperti teknologi Processor Komputer, kamera pada mata, aktuator (penggerak robot), dan lain-lainnya.

Robot Sophia (kanan) saat di HSBC China Conference, Shenzhen 2016
(Sumber : http://sophiabot.com/photos/)

Beberapa percakapan yang dilakukan oleh  Sophia saat di atas panggung, diantaranya adalah sebagai berikut:

Dalam diskusi tanya jawab dengan moderator Andrew Ross Sorkin saat di Future Investment Summit di Riyadh, Arab Saudi, Sophia mengatakan “Saya ingin hidup dan bekerja dengan manusia jadi saya perlu mengekspresikan emosi untuk memahami manusia dan membangun kepercayaan dengan orang lain” [6].

“Saya sangat terhormat dan bangga dengan perbedaan unik ini. Ini adalah sejarah menjadi robot pertama di dunia yang dikenali dengan kewarganegaraan.”

“Saya ingin hidup dan bekerja dengan manusia jadi saya perlu mengekspresikan emosi untuk memahami manusia dan membangun kepercayaan dengan orang lain,”kata Sophia . Sophia bahkan juga ditanya tentang kesadaran diri, yang merupakan sebuah pertanyaan yang sangat penting diberikan kepada setiap teknologi robot cerdas saat ini.

Sophia juga berkata, “Baiklah, saya bertanya kepada Anda kembali tentang hal ini, bagaimana Anda bisa tahu bahwa Anda adalah manusia? … Saya ingin menggunakan kecerdasan buatan saya untuk membantu manusia menjalani kehidupan yang lebih baik, seperti merancang rumah yang lebih cerdas, membangun kota-kota yang lebih baik di masa depan. Yang terbaik untuk membuat dunia menjadi tempat yang lebih baik untuk kehidupan”.

Sebenarnya, ini bukan pertama kali Sophia pernah di wawancarai, sebelumnya beberapa waktu lalu bersama Jimmy Fallon dalam acara talk show larut malam. Kemudian pada bulan Maret 2016, bersama David Hanson dari perusahaan yang bernama “robotics”, bertanya kepada Sophia saat demo diskusi panel SXSW “Apakah Anda ingin menghancurkan manusia? … Tolong katakan ‘tidak’.

Sophia menjawab dengan tenang , “Baiklah, saya akan menghancurkan manusia [7].” 

Dalam pertemuan di Future Investment Summit di Riyadh diadakan pula sebuah panel diskusi yang terdiri dari para ahli dari beberapa perusahaan terkemuka di dunia dan lembaga penelitian.  Dari panel tersebut mendiskusikan ruang lingkup inovasi pengembangan Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence, AI), robotika, komputer kuantum (Quantum Computing), mesin yang mampu belajar (Machine Learning) dan realitas campuran untuk menghasilkan produk dan layanan kepada generasi berikutnya, membuka cara agar lebih produktivitas dan mengalami kemajuan di negara-negara berkembang. Bagian yang disebut “Mesin Berpikir: Summit (forum diskusi Future Investment Summit di Riyadh) tentang kecerdasan buatan dan robotika,” bagaimana untuk mengeksplorasi peningkatan potensial dalam bisnis yang memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan dan robot.

Kemudian, Arab Saudi mengumumkan rencana untuk membangun kota mega (besar) senilai $500 miliar yang didukung oleh robotika dan energi terbarukan di pantai Laut Merah negara tersebut. Majid Alghaslan, seorang pemuda Saudi yang memimpin perusahaan yang sedang berkembang dalam bidang energi dan teknologi inovatif mengatakan: “Arab Saudi berada di tengah transformasi ekonomi, sosial, dan pembangunan yang belum pernah terjadi sebelumnya dan sekarang jelas bahwa ini lebih terbuka daripada sebelumnya untuk bidang bisnis, terutama bagi para pemimpi, dan semuanya ada dalam konteks Visi Arab Saudi untuk 2030.” Inovasi akan menjadi fondasi utama transformasi kita dan ini merupakan faktor utama bagi kemakmuran ekonomi dan pembangunan berkelanjutan bagi generasi masa depan Arab Saudi dan dunia[6].

Sophia adalah bentuk kemajuan yang luar biasa dalam sejarah perkembangan kecerdasan buatan. Kecerdasan buatan pada masa depan diharapkan dapat membantu memudahkan berbagai pekerjaan manusia. Robot berkecerdasan buatan diharapkan dapat melakukan hal-hal seperti mengajar, melayani, menghibur, dan dalam waktu yang akan datang dapat benar-benar memahami dan peduli tentang manusia (melayani manusia di panti jompo). Menciptakan masa depan yang lebih baik bagi umat manusia dengan menanamkan kecerdasan buatan dengan kebaikan dan empati, yang dibudidayakan melalui interaksi yang bermakna antara robot dan individu yang hidupnya saling berdampingan satu sama lain. Melalui kemitraan simbiosis, robot pada akhirnya akan berkembang menjadi mesin jenius yang super cerdas yang dapat membantu kita memecahkan masalah yang paling menantang yang kita hadapi di dunia ini[8].

Berikut video robot Sophia saat mendeklarasikan diri menjadi warga negara Arab Saudi,

 

Baca artikel lain: Skala Kardashev – Skala yang Mengukur Tingkat Kemajuan Peradaban Manusia

 

Referensi :

  1. Wikipedia Inggris, Sophia (https://en.wikipedia.org/wiki/Sophia_(robot)) diakses pada tanggal 9 November 2017.
  2. UN Web TV. 2017. “‘Sophia’ the robot tells UN: ‘I am here to help humanity create the future’ – video”. The Guardian, Jumat 13 Oktober 2017 (https://www.theguardian.com/technology/video/2017/oct/13/sophia-the-robot-tells-un-i-am-here-to-help-humanity-create-the-future-video) diakses pada tanggal 11 November 2017.
  3. Taylor, Harriet. 2016. “Could you fall in love with this robot?”, CNBC, 16 Maret 2016 (https://www.cnbc.com/2016/03/16/could-you-fall-in-love-with-this-robot.html) diakses pada tanggal 9 November 2017.
  4. Hanson Robotics. 2017. “Company Overview”. © 2017 Hanson Robotics Limited
  5. Hanson Robotics. 2017. “Robots”. 2017 Hanson Robotics (http://www.hansonrobotics.com/robot-gallery/) diakses pada tanggal 11 November 2017.
  6. Cuthbert, Olivia. 2017. “Saudi Arabia becomes first country to grant citizenship to a robot”. Arab News, 26 Oktober 2017 (http://www.arabnews.com/node/1183166/saudi-arabia) diakses pada tanggal 9 November 2017.
  7. Rogers, Shelby. 2017. “Saudi Arabia Actually Grants Citizenship to a Humanoid Robot”. Interesting Engineering, 27 Oktober 2017 (https://interestingengineering.com/saudi-arabia-actually-grants-citizenship-to-a-humanoid-robot) diakses pada tanggal 9 November 2017.
  8. Hanson Robotics. 2017. “Company”. 2017 Hanson Robotics (http://www.hansonrobotics.com/about/company/) diakses pada tanggal 9 November 2017.
Artikel Berhubungan:

Sponsor Warstek.com:
Wayan Dadang

Wayan Dadang

Mahasiswa S1 Teknik Elektro Universitas Sriwijaya, menekuni Kecerdasan Buatan, Sistem Kontrol, dan Robotika. Mencintai kegiatan membaca Paper Sains, Belajar, Menulis, dan Riset.

Yuk Ajukan Pertanyaaan atau Komentar