Mengenal Jenis Produk Susu Cair Pada Industri Pangan

Kalian pasti pernah minum susu kan? Susu apa yang kalian suka minum? Susu cair UHT, susu sterilisasi, atau susu pasteurisasi? Kira – kira apakah sudah tahu perbedaannya?

Pada dasarnya susu mempunyai sifat lebih mudah rusak dibandingkan hasil ternak lainnya, sehingga pengolahan produk susu cair memiliki tujuan masing – masing yang hendak dicapai dalam produknya. Dalam pengolahan susu, terdapat beberapa parameter yang sangat penting yakni suhu proses, lama proses, mikroba, nilai gizi, dan lama penyimpanannya.

  • Susu cair UHT (Ultra Heat Temperature)

Susu cair UHT memiliki suhu pemanasan dalam proses berkisar 140oC dengan lama pemanasan hanya kisaran detik 2-6 detik dan didinginkan dengan suhu sekitar 5oC. Adanya suhu yang tinggi menyebabkan semua bakteri akan hilang. Akan tetapi, kandungan gizi alaminya tetap terjaga, karena pemanasan yang dilakukan hanya sepersekian detik. Untuk Lama penyimpanan susu cair UHT berkisar 10 bulan selama kemasan belum dibuka.

  • Susu sterilisasi

Susu sterilisasi memiliki suhu pemanasan dalam proses berkisar 121oC atau diatas titik didih dengan lama pemanasan selama 15 menit. Dikarenakan suhunya yang tidak terlalu tinggi, hanya bakteri perusak susu dan bakteri berbahaya bagi tubuh yang hilang (mati). Namun, kandungan gizi seperti vitamin, mineral dan protein pada susu akan berkurang sering bertambah lamanya durasi proses pemanasan. Lama penyimpanan produk susu sterilisasi bisa mencapai kurang lebih 10 bulan selama kemasan belum dibuka.

  • Susu pasteurisasi

Susu pasteurisasi merupakan bentuk lain dari susu segar yang diolah untuk memperpanjang daya tahannya. Susu pasteurisasi memiliki suhu pemanasan proses berkisar 75oC dengan lama pemanasan selama 15 detik. Dikarenakan suhu yang rendah dan lama waktu proses pemanasan yang singkat, bakteri perusak susu dan bakteri yang merugikan tubuh hanya lumpuh (injured). Adapun kandungan gizi seperti vitamin, mineral dan protein pada susu masih lengkap. Namun, produk ini, hanya bisa mencapai kurang lebih 14 hari selama kemasan belum dibuka.

Setiap proses memiliki kelebihan dan kekurangan masing – masing, baik dari kandungan gizi, lama penyimpanan, dan kandungan bakterinya. Oleh karena itu, jika kalian ingin mengkonsumsi susu maka konsumsilah sesuai dengan kebutuhan masing – masing. Kalau kalian lebih pilih yang mana?

Baca juga: Benarkah Minum Susu Dapat Meningkatkan Kesehatan? 

 

Sumber:

Resnawati, H.. 2014. Kualitas Susu Pada Berbagai Pengolahan dan Penyimpanan. Balai Penelitian Ternak. Bogor.

Artikel Berhubungan:

Sponsor Warstek.com:
Muhammad Isa Dwijatmoko

Muhammad Isa Dwijatmoko

Mahasiswa Pascasarjana Ilmu Pangan di Institut Pertanian Bogor. Penulis dapat dihubungi di muhammadisa8@gmail.com .

Yuk Ajukan Pertanyaaan atau Komentar