Melawan Kanker dengan Imunoterapi

Bagikan Artikel ini di:

Apa jenis pengobatan yang pertama kali terlintas dipikiran anda ketika anda mendengar tentang kanker? Kemungkinan kebanyakan dari anda akan menjawab kemoterapi. Ya, kemoterapi adalah pengobatan yang sering dilakukan untuk penderita kanker, tujuannya untuk menghentikan atau memperlambat pertumbuhan sel kanker, dengan cara memberikan obat-obatan khusus yang mampu menyerang sel tersebut secara langsung. Namun, melalui pengobatan ini sel normal yang memiliki pertumbuhan tinggi juga akan terkena dampaknya, contoh yang terjadi pada sel rambut, kemoterapi akan mengakibatkan rambut rontok. Penelitian pun dilakukan tanpa henti untuk mencari perawatan yang lebih baik lagi dalam mengobati kanker. Kini, perhatian utama dalam mengobati kanker adalah dengan imunoterapi. Imunoterapi merupakan metode pengobatan terhadap kanker dengan menggunakan kemampuan tubuh untuk melawan sel kanker .

Awal dari Sel Kanker

Sel normal pada umumnya akan mengalami pertumbuhan, kemudian membelah untuk membentuk sel-sel baru, sedangkan sel-sel yang rusak dan tua tidak lagi diperlukan oleh tubuh, sehingga akan mati dan fungsi sel ini akan digantikan oleh sel yang baru. Namun, akibat adanya kelainan genetik, sel yang seharusnya mati, tetap hidup dan terus membelah sehingga terjadi abnormalitas (ketidaknormalan) pada pertumbuhan sel, pada akhirnya terbentuklah tumor. Tumor selanjutnya dapat menginvasi (menyerang) dan menyebar ke jaringan lain (metastasis), inilah yang disebut sebagai kanker, dikenal juga sebagai tumor ganas atau tumor maligna.

Saat terjadi perubahan genetik yang menyebabkan abnormalitas, secara bersamaan terbentuklah antigen asing (neo-antigen), antigen ini seharusnya membuat sel neoplastik (sel yang membelah secara abnormal) terdeteksi oleh sistem imun dan menargetkan mereka untuk dihancurkan. Namun, sel kanker mampu mengembangkan mekanisme resistensi (kekebalan) sehingga sel akan terus tumbuh dan membelah tanpa henti.

Tujuan Imunoterapi

Tujuan dari terapi ini yaitu meningkatkan atau mengembalikan kemampuan sistem imun (sistem kekebalan tubuh terhadap penyakit) dalam mendeteksi sel kanker sehingga dapat mengatasi kemampuan yang dimiliki sel tersebut untuk menekan dan menghindari respon imun. Respon imun ini bersifat spesifik dan memiliki ingatan jangka panjang, sehingga mampu menghasilkan respon yang tahan lama.

Sel T menyerang Sel Kanker

Perlawanan dengan Imunoterapi

Terdapat beberapa jenis imunoterapi yang dilakukan untuk meningkatkan sistem imun melawan sel kanker yaitu:

Terapi Sitokin. Sitokin merupakan molekul protein yang dikeluarkan oleh sel atas respon terhadap antigen dan berfungsi sebagai pembawa pesan. Pada imunoterapi, sitokin digunakan untuk  meningkatkan respon imun antitumor. Contohnya, interleukin (IL-2) dan interferon (IFN-α) yang dapat meningkatkan pertumbuhan dan aktivasi sel T dan sel NK (natural killer), yaitu jenis sel yang mampu mengeliminasi sel kanker secara alami.

Vaksin Kanker. Jenis terapi ini bertujuan untuk meningkatkan penyajian antigen terkait tumor (Tumor-Associated Antigen atau TAA) ke sistem imun dan meningkatkan aktivitas sel T spesifik tumor dan sel B, yaitu sel yang mampu mengeliminasi tumor (sel kanker) dan memproduksi antibodi. Vaksin berfungsi baik sebagai pencegahan maupun pengobatan kanker secara langsung, dan dapat dikategorikan menjadi vaksin berbasis sel (vaksin sel tumor dan dendritik), vaksin protein/peptida, dan vaksin genetik.

Terapi Sel T Adopsi (Adoptive T-Cell Therapy). Jenis terapi ini memanfaatkan kemampuan antitumor sel T untuk menghancurkan sel tumor primer dan kanker. Metode pertama, limfosit diisolasi dari darah penderita atau jaringan tumor (jaringan kanker), diperbanyak diluar tubuh, kemudian dimasukkan kembali ke tubuh penderita. Metode tersebut akan menghasilkan banyak sel T dengan afinitas tinggi. Metode kedua, limfosit pasien diisolasi kemudian direkayasa dengan menambahkan reseptor yang memiliki target spesifik di sel kanker pasien untuk berikatan, contohnya CAR (Chimerin Antigen Receptor) dan TCR (T-Cell Receptor), sehingga dapat menstimulasi respon imun terhadap sel kanker.


Terapi OV (Oncolytic Virus). Pada terapi ini menggunakan virus asli atau yang direkayasa secara selektif dapat bereplikasi dan membunuh sel kanker. Terapi OV membuat virus dapat  menginfeksi sel kanker, mereplikasi diri, dan melisiskan sel kanker, selanjutnya antigen terkait tumor dilepas di sekitar tumor (sel kanker) dan akan menginisiasi respon antitumor tubuh yang berujung pada kematian sel tersebut.

Immune Checkpoint Blockade. Sebelumnya telah diketahui bahwa sel kanker memiliki kemampuan untuk menghambat dan meredam fungsi sel T sehingga melemahkan respon imun terhadap sel kanker. Melalui terapi ini maka kemampuan sel kanker untuk menghambat aktivasi respon imun akan dihambat sehingga sel T (sistem imun) dapat menjalankan fungsinya untuk menghancurkan sel kanker.

Perkembangan Imunoterapi di Indonesia

Imunoterapi di Indonesia masih dapat dikatakan sebagai pengobatan yang baru. Bersumber dari  Kompas.com, imunoterapi telah mendapat persetujuan dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Terapi dapat dilakukan sejak Juni 2017 sebagai pengobatan lini kedua. Artinya, penderita baru bisa mendapatkan perawatan apabila dikatakan gagal dengan pengobatan lini pertama yaitu pembedahan dan kemoterapi. Pengobatan tersebut juga masih diperuntukkan bagi penderita kanker paru-paru.

Kini imunoterapi menjadi pengobatan yang menjanjikan untuk mengatasi kanker. Pengobatan ini, sebenarmya sudah ada sejak beberapa dekade lalu. Namun, terobosan dari pengobatan yang menunjukkan hasil memuaskan secara klinis masih dapat dibilang baru.  Setiap jenis terapi memiliki kelemahan dan keunggulan, sehingga penelitian untuk menemukan metode imunoterapi yang tepat bagi penderita masih terus dilakukan. Selagi penyempurnaan terapi masih dalam proses, alangkah baiknya jika kita juga melakukan pencegahan  terhadap kanker sedini mungkin dengan CERDIK.

“Cek kesehatan secara berkala, Enyahkan asap rokok, Rajin aktivitas fisik, Diet sehat dengan kalori seimbang, Istirahat yang cukup, dan Kelola stres.”

Pencegahan Kanker dengan CERDIK

Sumber:

  1. Chemotherapy.com. What is Chemotherapy?
  2. National Cancer Institute. What is Cancer?
  3. Disis, M.L. Mechanism of action immunotherapy. 2014. Seminars in Oncology. 41(5): S3-S13 (Supp. 5).doi: http://dx.doi.org/10.1053/j.seminoncol.2014.09.004
  4. Farkona, S. E.P. Diamandis & I.M. Blasutig. Cancer immunotherapy: the beginning of the end of cancer?. 2016. BMC Medicine 14(73): 18 pp. DOI: 10.1186/s12916-016-0623-5
  5. Tsai and Hsu. Cancer immunotherapy by targeting immune checkpoints: mechanism of T cell dysfunction in cancer immunity and new therapeutic targets. Journal of Biomedical Science 24(35): 8 pp. DOI: 10.1186/s12929-017-0341-0
  6. Kompas.com. Imunoterapi untuk Kanker Paru-Paru tersedia di Indonesia.
  7. Departemen Kesehatan Republik Indonesia. Menkes Canangkan Komitmen Penanggulangan Kanker di Indonesia.
     
Annisha Ika Shanty

Annisha Ika Shanty

S1 Biologi Universitas Indonesia. Penggemar sains dan pencinta hewan.

Ayo Ajukan Pertanyaaan :)