Cara LIPI Menyapa 2018 dan Saran Sains untuk Resolusimu di Tahun 2018

Kartu Ucapan Selamat Tahun Baru dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI)/ lipi.go.id

Mengawali aktivitas di tahun 2018, sebagian dari kita mungkin akan menyalami teman atau kolega dengan mengucapkan selamat tahun baru, begitu pula dengan LIPI. Dilansir dari website resminya, LIPI telah merilis kartu ucapan Selamat Tahun Baru 2018 dengan cara yang tidak biasa. Kartu ucapan dengan panjang hanya 25 mm atau kira-kira setara dengan ukuran virus polio, dibuat oleh Tim Peneliti dari Laboratorium Focused Ion Beam  (FIB) LIPI dengan proses ukiran (engraving) menggunakan alat Dual Beam. Perilisan kartu ucapan yang spesial ini sekaligus sebagai media untuk memperkenalkan teknologi terbaru yang dimiliki LIPI dalam upaya memperkuat kualitas penelitian di Indonesia.

Terlepas dari euforia perayaan maupun segala ritual penyambutan tahun baru, banyak dari masyarakat mungkin merenung dan melakukan refleksi akan tujuan apa yang belum tercapai, tujuan yang kerap disebut sebagai resolusi. Kita mungkin bertanya-tanya bagaimana caranya untuk merealisasikan resolusi sesederhana seperti menurunkan/menaikkan berat badan, atau bahkan untuk resolusi yang lebih serius seperti menyelesaikan skripsi, menyusun proposal kompetisi, ibadah tepat waktu, dll.  Apakah ada daftar resolusi Anda yang belum tercapai di tahun 2017?

Nah, bisa jadi resolusi Anda yang belum jelas dan kurang spesifik lah yang menjadi penyebab resolusi yang sudah lama ingin  diraih namun masih belum tercapai. Business Insider melansir beberapa tips yang melibatkan hasil penelitian dan saran ahli, dengan beberapa tambahan tips dari Warstek tentunya, semoga bisa menjawab tantangan dalam meraih resolusi Anda.

Tips berikut mencakup gaya hidup sehat hingga bagaimana meningkatkan produktivitas diri, dengan cara yang bisa dipraktekkan oleh siapapun. Diharapkan dengan mengenali apa saja yang dibutuhkan dalam meraih resolusi, maka akan lebih memberikan peluang untuk mencapainya.

Jika mendapatkan berat badan ideal adalah hal yang ingin dicapai tahun ini, maka resolusi yang tepat dicoba adalah dengan mulai memperbaiki kualitas tidur, mulai bergerak, berkeringat dan perhatikan apa yang Anda makan.

Jika salah satu resolusi Anda adalah menurunkan berat badan, ada baiknya menyimak  satu penelitian di tahun 2014 lalu, dimana para peneliti menemukan adanya hubungan kurang tidur dengan kegemukan pada anak-anak dan orang dewasa. Nah, pernahkah di malam hari Anda terjaga dan tiba-tiba ingin mengemil semangkuk mie instan?. Mungkin saatnya Anda mengurangi jam begadang yang dapat menyebabkan keinginan untuk makan di tengah malam. Tentu saja makan di tengah malam dapat berdampak pada naiknya berat badan. Kualitas tidur ini juga banyak diasosiasikan dengan kesehatan dan kebugaran tubuh yang berhubungan pula dengan ritme sirkadian pada masing-masing orang.

   Olahraga/ pexels.com

Resolusi yang menjadi favorit dan berkaitan pula untuk mendapatkan berat badan ideal adalaho berolahraga. Banyak penelitian yang mendukung manfaat olahraga, tepatnya aktivitas fisik aerobik yang memicu laju denyut jantung dan menghasilkan keringat. Berolahraga mampu meningkatkan kemampuan kognitif otak yang ternyata juga berdampak baik bagi orang lanjut usia yang mengidap alzheimer. Olahraga terbaik yang disarankan oleh seorang ahli psikologi bidang olahraga, Dr. Steve Graef, adalah dengan memilih satu jenis olahraga yang disenangi dan dilakukan secara rutin. Hal ini dikarenakan pilihan olahraga setiap orang berbeda, ada yang lebih menyukai aktivitas berlari maraton,  senam Zumba, atau berlatih panjat tebing dengan tingkat kesulitan tertentu. Lebih lanjut, Dr. Graef mengungkapkan kepada Business Insider jika olahraga dapat menjadi suatu gaya hidup apabila kita menyenanginya.

                Makanan Sehat/ pexels.com

Selain kualitas tidur dan melakukan olahraga yang sesuai kesukaan diri, memilih dan mengatur pola makanpun ikut mempengaruhi berat badan. Membicarakan pola makan mana yang paling baik maka akan sangat bervariasi dan kerap menimbulkan kebingungan di masyarakat, belum lagi beragamnya tipe diet dengan segala keunggulan yang ditawarkan. Namun, dari banyak pilihan makanan dan saran diet yang ada, Nestlé dalam satu wawancara menyampaikan asupan gizi terbaik adalah mengkonsumsi makanan yang sudah disediakan oleh alam, “Kita tahu kalau Junk food – makanan yang diproses dengan tambahan zat perasa gula dan garam, tidak baik untuk kesehatan, sebaliknya memasukkan aneka sayuran dan buah dalam daftar diet  sudah mampu mencukupi asupan gizi dengan baik”.

“Makanlah makanan yang cukup dan yang sudah disediakan oleh alam, yaitu sayuran dan buah”, saran Michael Pollan. Dan lagi, makanan dapat mencerminkan siapa kita. Makanan yang Anda konsumsi dapat mempengaruhi struktur dan fungsi otak, terutama suasana hati. Tidak kalah penting juga, Anda perlu memperhatikan asupan minuman yang dikonsumsi. Jadi, ketika berat badan dan tubuh yang lebih bugar adalah perhatian utama Anda di tahun ini, tips tersebut layak untuk dicoba.

Selanjutnya, jika resolusi menjadi pribadi yang lebih baik dan bahagia adalah target Anda tahun ini,  bagaimana cara memulainya? Untuk menjawab hal tersebut, Anda perlu mengetahui salah satu penelitian di bidang psikologi yang melaporkan jika aktivitas membaca, khususnya buku fiksi, dapat meningkatkan rasa empati dan memberikan pemahaman tentang dunia sosial pada diri seseorang. Rasa empati berkaitan dengan rasa peduli dan memiliki kepekaan emosi terhadap sekitar.

Membiasakan Baca Buku dan Meluangkan Waktu/ pexels.com

Bill Gates, Mark Zuckerberg dan Warren Buffet adalah contoh figur yang menjadikan kegiatan membaca sebagai kebiasaan yang turut berpengaruh terhadap kesuksesan hidup mereka.

Lalu, bagaimana jika Anda ingin merasa lebih bahagia?. Bahagia tentu memiliki definisi yang luas, bergantung pada diri masing-masing, pencapaian tertentu akan suatu hal menjadi sebab rasa bahagia seseorang. Tetapi tahukah Anda jika bukan hanya dengan mencapai suatu hal tertentu yang dapat menjadikan seseorang merasa bahagia, dengan membagikan apa yang sudah kita capai pun bisa menyumbangkan kebahagiaan kembali kepada orang yang memberikannya. Selain itu, materi tidak selalu memberikan jaminan kebahagiaan, penelitian di tahun 2017 lalu menemukan bahwa dengan meluangkan dan menikmati waktu bersama orang-orang terdekat bisa meningkatkan level kebahagiaan seseorang dibandingkan mereka yang lebih mengejar uang. Jadi, jika uang belum membuat Anda bahagia, cobalah luangkan waktu, misalnya  menjalin silaturrahim dengan orang-orang terdekat.

Menjadi pribadi yang lebih produktif dan bermanfaat, bisakah?. Tentu saja bisa, cobalah mulai dengan mengoptimalkan waktu luang dan mengurangi jam kerja. Bekerja penuh waktu sering diartikan sebagai sesuatu yang produktif, tetapi tidak menurut ahli performa, Brad Stulberg dan Steve Magness, seperti yang dilansir pula dari Business Insider. Mereka berpendapat jika hal yang bisa menjadikan seseorang lebih produktif adalah mereka yang mampu meluangkan waktu untuk beristirahat sejenak dari rutinitas.

Beristirahat Sejenak/ fotolia.com

Ketika sudah merasa lelah, disarankan agar Anda berhenti sejenak dari pekerjaan dan melakukan aktivitas lain yang bisa menyegarkan pikiran, misalnya beribadah solat sunnah bagi yang Muslim, berjalan mengitari kantor, dan aktivitas-aktivitas fisik sederhana lainnya. Pikiran yang segar tentu akan mendorong ide-ide baru yang berdampak pada produktivitas diri.

Namun, apabila tips resolusi diatas bukanlah prioritas Anda, melainkan untuk hal lain yang lebih besar, misalnya menjadi mahasiswa berprestasi melalui beragam kompetisi, menyelesaikan skripsi/ tesis agar gelar akademik lekas tersemat, atau mungkin meraih profesi dengan jabatan tertentu yang berkaitan dengan peningkatan identitas dan pengakuan diri dalam ranah profesional, maka saran dari Derek Sivers perlu Anda simak dengan baik, karena mungkin Anda perlu bekerja dalam diam untuk mewujudkannya.

 

Hal utama dan terpenting yang jangan dilupakan, apapun resolusi dan tips yang akan Anda coba raih, selalu sertakan niat kuat yang baik dan iringi dengan doa.

Nah, tips-tips diatas mungkin ada yang belum mencakup resolusi Anda, atau mungkin ada tips tambahan yang dilatarbelakangi oleh hasil penelitian atau pendapat ahli lainnya yang bisa dijadikan rujukan pembaca Warstek? Jangan segan untuk  menambahkan di kolom komentar yaa.

Baca juga:

Sumber:

[1] Biro Kerja Sama, Hukum, dan Humas LIPI diolah dari Pusat Penelitian Fisika LIPI. “Seukuran Virus Polio, Inilah Kartu Ucapan Selamat Tahun Baru 2018 dari LIPI”. http://lipi.go.id/berita

[2] Greer, Stephanie M et al. “The impact of sleep deprivation on food desire in the human brain”. doi:  10.1038/ncomms3259

[3] Hershfield, Hal E et al. “People Who Choose Time Over Money Are Happier”. https://doi.org/10.1177/1948550616649239

[4] Kearns, Cristin E. “Sugar industry sponsorship of germ-free rodent studies linking sucrose to hyperlipidemia and cancer: An historical analysis of internal documents”. https://doi.org/10.1371/journal.pbio.2003460

[5] Loria, Kevin. “New Year’s resolutions you should make based on science – and how to keep them”. https://www.businessinsider.com.au

[6] Sahabat Nestlé. “Kenali Cara Mengatur Pola Makan Sehat dan Seimbang”. https://www.sahabatnestle.co.id/content

[7] Segar, Michelle. “3 Things People Who Stick to Their New Year’s Resolutions Do Differently”. https://health.usnews.com/health-news/

[8] Sivers, Derek. “Keep your goals to yourself”. https://www.ted.com/talks/derek_sivers_keep_your_goals_to_yourself

[9] Oatley, Keith. “Fiction: Simulation of Social Wolds”. DOI: http://dx.doi.org/10.1016/j.tics.2016.06.002

[10] TJ, Chirles et. al. “Exercise Training and Functional Connectivity Changes in Mild Cognitive Impairment and Healthy Elders”. J Alzheimers Dis. 2017;57(3):845-856. doi: 10.3233/JAD-161151.

 

 

Artikel Berhubungan:

Sponsor Warstek.com:
Nailul Izzah

Nailul Izzah

Pembelajar | Penikmat kopi | DIII Teknik Kimia Undip Alumni | Semarang | nailul.izzah91@gmail.com

Yuk Ajukan Pertanyaaan atau Komentar