Apa Sih yang Dilakukan Einstein? Bagian 2: Teori Relativitas Umum

Bagian 2: Teori Relativitas Umum

Dalam artikel bagian 1, telah dijelaskan revolusi pertama yang dilakukan oleh Einstein terhadap fisika Newton yang sudah bertahan selama dua ratus tahun. Einstein mengubah pandangan tentang ruang dan waktu yang absolut menjadi ruang-waktu yang relatif. Revolusi yang dilakukan Einstein tidak hanya sampai di situ saja. Sepuluh tahun setelah revolusi pertama tersebut, Einstein mempublikasikan teorinya yang baru yakni teori relativitas umum. Teori relativitas umum merevolusi pandangan Newton tentang gravitasi yang juga sudah bertahan dua ratusan tahun lamanya.

Gravitasi Newton

Menurut Newton, gravitasi merupakan gaya tarik antarbenda yang memiliki massa. Setiap benda yang memiki massa akan menarik benda lain yang juga memiliki massa. Kita bisa tetap berada di permukaan bumi karena bumi menarik kita. Bumi bisa mengorbit matahari karena matahari menarik bumi. Cara pandang ini sudah terbukti oleh berbagai eksperimen di laboratorium maupun observasi astronomi. Hukum gravitasi Newton mampu membantu meluncurkan roket, mendaratkan manusia di bulan, maupun meramalkan keberadaan planet Neptunus yang sebelumnya belum diketahui.[1]

Siapapun yang mampu meruntuhkan teori yang sudah sukses dan mapan ini tentunya layak diberi gelar sebagai orang jenius, orang itu adalah Albert Einstein. Einstein memiliki masalah dengan teori gravitasinya Newton karena besarnya gaya gravitasi berbanding terbalik dengan kuadrat jarak antar benda. Einstein sudah menemukan bahwa ruang dan waktu itu relatif sehingga tidak ada yang namanya kerangka acuan universal seperti jarak antar benda yang universal. Setiap pengamat bisa memperoleh hasil yang berbeda ketika mengukur jarak dan semuanya benar. Jadi jarak di sini diukur dari kerangka acuan mana? Tidak ada informasi apapun tentang kerangka acuan tersebut menurut Newton. Jelas bahwa teori gravitasi Newton tidak konsisten dengan teori relativitas khusus sehingga Einstein harus merumuskan teori baru tentang gravitasi.[2]


Imajinasi Einstein

Merumuskan teori baru tentang gravitasi ini tidak mudah. Einstein tidak tahu harus mulai dari mana. Untungnya ia punya imajinasi yang bagus. Einstein membayangkan apa yang terjadi ketika orang jatuh dari atas gedung. Bagi kebanyakan orang, tidak ada yang istimewa dari hal ini. Orang jatuh dari atas gedung kemungkinan besar akan cacat jika masih selamat atau mati. Tetapi tidak bagi Einstein. Ia tidak memikirkan apa yang terjadi pada orang itu setelah jatuh melainkan apa yang terjadi pada orang itu saat jatuh. Einstein menyadari bahwa pada saat jatuh, orang tersebut akan kehilangan beratnya.

Jika orang itu ada di dalam lift yang tertutup rapat, maka ia tidak akan bisa membedakan apakah dirinya sedang berada dalam lift yang jatuh atau lift yang sedang melayang-layang di luar angkasa. Dengan kata lain, di dalam kerangka acuan yang jatuh bebas, gravitasi lenyap. Ini bukan sifat dari gaya. Gaya akan tetap ada dilihat dari kerangka acuan manapun. Jadi jelas dari sini bahwa gravitasi sebenarnya bukan merupakan gaya seperti yang dikatakan oleh Newton. Jika gravitasi bukan gaya, lantas apa? Jika matahari tidak mengerjakan gaya pada bumi, mengapa bumi bisa bergerak mengitari matahari? Padahal kita tahu bahwa benda hanya dapat bergerak melingkar jika ada gaya yang menariknya.

Tombol ajaib ini akan mengirimkan artikel Warung Sains Teknologi ke beranda Facebook Anda:


(klik tombol diatas)

Artikel yang berhubungan:

Warstek.com disponsori oleh:

     
Wahyu Norrudin

Wahyu Norrudin

Mahasiswa fisika UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Ajukan Pertanyaaan atau Komentar