Sidik Jari DNA: Pengertian dan Aplikasinya

Sidik jari merupakan identitas pribadi yang tak mungkin ada yang menyamainya. Jika di dunia ini hidup 6 miliar orang, maka ada 6 miliar pola sidik jari yang ada. Belum ditemukan seseorang yang memiliki sidik jari yang sama dengan lainnya sekalipun kembar identik. Karena keunikannya tersebut, sidik jari dipakai oleh kepolisian dalam penyidikan sebuah kasus kejahatan (forensik).

Itulah sebabnya ketika terjadi sebuah kejahatan, maka TKP (tempat kejadian perkara) akan diclear up dan dilarang bagi siapa saja untuk masuk. Hal ini karena dikhawatirkan akan merusak sidik jari penjahat yang mungkin tertinggal di barang bukti, bahkan malah memperumit kondisi dengan bertambahnya sidik jari baru.

Baca juga: Rahasia Dibalik Sidik Jari Manusia

Lantas bagaimana mengidentifikasi seseorang jika tidak ada bekas sidik jari yang ditinggalkannya? Misal yang ditemukan adalah helaian rambut, darah, air liur, kuku, dll. Tenang, masih ada yang namanya sidik jari DNA (DNA fingerprint). Perbedaannya adalah pada proses sidik jari DNA dilakukan tidak menggunakan sidik jari, tetapi menggunakan DNA individu karena DNA masing-masing individu bersifat unik. Prosedur mencocokkan DNA mirip seperti cara mencocokkan sidik jari, oleh karena itu istilah tersebut adalah sidik jari DNA. Istilah pencocokan sidik jari DNA juga lebih dikenal masyarakat sebagai tes DNA, berbagai film dan sinetron juga turut mempopulerkan istilah tes DNA.


DNA (asam deoksiribonukleat) merupakan cetak biru genetik manusia. DNA ada di hampir setiap sel dari tubuh manusia dan berbeda dalam urutan nukleotidanya (molekul yang membentuk DNA, disingkat dengan huruf, A, T, G, C, atau, adenin, timin, guanin, dan sitosin) . Genom manusia terdiri dari 3 milyar nukleotida, dimana 99,9% memiliki kesamaan dari satu orang ke orang yang lain. Variasinya yang hanya 0,1%  dapat digunakan untuk membedakan orang yang satu dengan yang lain, seperti pada DNA inti sel yang memiliki keakuratan tertinggi untuk mengidentifikasi seseorang[1]. Perbedaan inilah yang dapat digunakan oleh para ilmuwan forensik untuk mencocokkan spesimen folikel darah, jaringan, kuku, atau rambut individu dengan tingkat keakuratan yang tinggi.

Contoh bentuk sidik jari DNA, paling kiri adalah sidik jari DNA pelaku kejahatan yang hendak dicocokkan ke 3 orang calon tersangka. Melalui sidik jari DNA tersebut, kita tahu bahwa pelaku kejahatan adalah suspect 2. Sumber: Slideshare

Dengan adanya sidik jari DNA, maka hal ini akan membantu petugas untuk mengindentifikasi mayat yang tidak utuh lagi bahkan hancur. Salah satu contohnya adalah identifikasi korban pada peristiwa bom bali di Legian Bali yang menewaskan ratusan korban.

Mungkin sahabat Warstek penasaran, bagaimana cara mendapatkan sidik jari DNA? Berikut adalah jawabannya.

Cara Mendapatkan Sampel DNA

Terdapat beberapa metode untuk mendapatkan sampel DNA dari tubuh manusia guna menentukan sidik jari DNA yakni:

Tombol ajaib ini akan mengirimkan artikel Warung Sains Teknologi ke beranda Facebook Anda:


(klik tombol diatas)

Artikel yang berhubungan:

Warstek.com disponsori oleh:

     

Ajukan Pertanyaaan atau Komentar