Interkoneksi Pengiriman Data Aman antara Cina dengan Austria Melalui Komunikasi Satelit Kuantum

Pada sistem komunikasi untuk mengirim sejumlah data yang bersifat penting, memerlukan pengamanan yang ketat agar tidak dicuri atau disadap oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. Data-data penting yang rawan untuk disadap atau dicuri adalah data-data yang dikirim oleh suatu negara ke negara lainnya yang bersifat interkoneksi antara dua negara. Keamanan yang tinggi menjadi hal terpenting dalam proses ini, karena data-data yang dikirim berisi data rahasia kedua negara yang orang lain tidak boleh tahu atau mengaksesnya.

Dalam memecahkan persoalan ini, pada 19 Januari 2018 telah terbit makalah yang ditulis oleh Sheng-Kai Liao et al yang merupakan kolaborasi antara Cina dengan Austria, berjudul “Satellite-Relayed Intercontinental Quantum Network“. Dalam makalah tersebut menyatakan bahwa Cina dan Austria telah berhasil menggunakan sistem komunikasi satelit kuantum yang bersifat aman untuk mengirim data yang dienkripsi kuantum yang berupa gambar dan video. Langkah yang mereka lakukan adalah salah satu tonggak dalam sistem komunikasi kuantum yang aman untuk internet kuantum interkoneksi dua negara[1].

Baca juga Peluncuran Preview Quantum Development Kit Sebagai Langkah Awal Memasuki Era Komputer Kuantum


Gambar 1. Ilustrasi dari tiga stasiun dibumi (Graz di Austria, Nanshan di Cina, dam Xinglong di Cina) saling bekerja sama yang digunakan untuk komunikasi kuantum antara 2 Negara[2].

Pada sistem komunikasi klasik untuk pengiriman data informasi menggunakan sistem komunikasi digital berbasis biner 0 atau 1. Sedangkan komunikasi digital pada sistem kuantum, berbasis tiga keadaan yaitu 0, 1, dan dua keadaan sekaligus yang disebut sebagai superposisi. Pada sistem komunikasi kuantum tersebut pengiriman data akan jauh lebih aman dan sangat berguna untuk melindungi data-data global. Dalam proses pengiriman informasi berbasis kuantum tersebut para ilmuwan menggunakan foton. Pasangan bit kuantum (qubit atau quantum bit) terkunci dalam keterikatan kuantum (quantum-entangled). Dalam keterikatan kuantum terdapat keadaan dimana pasangan foton saling terikat satu sama lain yang akan mengirimkan satu qubit secara terus menerus ke stasiun penerima. Dalam mekanika kuantum membuat sifat-sifat qubit tersebut tidak mungkin untuk disadap atau dibobol oleh orang yang bukan menjadi tujuan penerima.

Kriptografi berbasis kuantum atau dalam dunia kuantum informasi disebut sebagai Quantum Key Distribution (QKD) adalah sebuah proses pengiriman data terkunci dengan cara komunikasi aman secara kuantum, sehingga pesan atau informasi dapat dikodekan dengan aman, bahkan jika pesan dikirim tanpa harus menggunakan protokol kuantum. Satelit yang digunakan sebagai komunikasi adalah satelit orbit rendah milik Cina yang bernama satelit Micius. Satelit Micius merupakan satelit pertama yang mempunyai kemampuan pengolahan informasi kuantum dan diluncurkan oleh Cina pada tahun 2016. Selama proses penelitian, ilmuwan Cina bekerja sama dengan ilmuwan dari Universitas Vienna (Austria), sehingga dengan satelit Micius tersebut stasiun Xinglong (Cina) dan stasiun Graz (Austria) dapat saling mengirim dan menerima informasi QDK dengan jarak lebih dari 7600 km.

Tombol ajaib ini akan mengirimkan artikel Warung Sains Teknologi ke beranda Facebook Anda:


(klik tombol diatas)

Artikel yang berhubungan:

Warstek.com disponsori oleh:

     
Wayan Dadang

Wayan Dadang

Mahasiswa S1 Teknik Elektro Universitas Sriwijaya, menekuni Kecerdasan Buatan, Sistem Kontrol, dan Robotika. Mencintai kegiatan membaca Paper Sains, Belajar, Menulis, dan Riset.

Ajukan Pertanyaaan atau Komentar