Jamblang, Pencegah Diabetes yang Mulai Langka

Diabetes atau kencing manis adalah suatu keadaan diamana tubuh kelebihan kadar gula dalam darah, akibatnya proses penyembuhan luka cenderung lama. Ini disebabkan oleh organ pankreas yang tidak bekerja seperti semestinya yang disebut dengan resistansi insulin(1). Dikarenakan hormon insulin yang sedikit dalam tubuh, penderita diabetes tidak mampu mengontrol tingginya kadar gula dalam darah. Sebuah analogi yang cukup pas menggambarkan hal ini disampaikan oleh Mistra dalam bukunya 3 Jurus Melawan Diabetes Mellitus. Mistra menganalogikan hormon insulin sebagai sopir angkutan umum sebuah kota. Jika para supir angkutan kota mogok massal, orang-orang akan berkumpul ditepi jalan menanti jasa angkutan. Orang-orang (calon penumpang) ini diibaratkan sebagai gula dalam darah.

Estimasi terakhir menurut IDF (International Diabetes Federation) teradapat 382 juta orang di dunia menderita diabetes di tahun 2013 dan akan meningkat menjadi 592 juta orang di tahun 2035 (2). Salah satu cara agar penderita diabetes tidak meningkat adalah dengan cara mencegahnya. Salah satunya adalah mengkonsumsi makanan yang mampu mencegah penyakit diabetes. Terdapat satu tanaman yang mampu mencegah diabetes, tanaman tersebut adalah Jamblang.

Sumber:yangpaling.com

Jamblang banyak terdapat di daerah tropis termasuk Indonesia jamblang memiliki nama latin Syzygium cumini. Buah ini banyak terdapat di Indonesia. Di beberapa daerah buah ini memiliki nama yang berbeda-beda misalnya juwet atau duwet (Jawa), jambu kalang (Minang), jambe kleng (Aceh), Jamblang (Betawi dan Sunda), dhuwak (Madura), raporapo jawa (Makasar), klayu (Sasak), alicopeng (Bugis), jambulan (Flores), jambula (Ternate)(3). Buah jamblang memiliki bentuk sedikit lonjong, berwarna ungu saat matang, memiliki biji dan memiliki rasa sepat, asam, dan sedikit manis.

Dibalik rasa yang kurang digemari, ternyata buah ini mengandung banyak nutrisi. Menurut Paul dan Shaha (2004) dalam 100 gram buah jamblang mengandung 85,9 gram air, 0,6 gram serat , 16 gram karobohidrat, 1,4 gram protein, 0,6 gram lemak, 50 miligram ß-karoten, 0,12 gram tiamin, 30 miligran asam asorbik, 21,5 miligram kalsium, 49,8 miligram magnesium, 3,5 miligram natrium, 18,5 miligram pottasium, 130 miligram kalium, 0,15 miligram zat besi, dan 0,28 miligram zink.Selain kaya nutrisi, jamblang ternyata dapat berperan sebagai antidiabetes. Biji jamblang mengandung glucocyde yang merupakan agent antidiabetes(5). Penelitian Ravi dkk (2004) menunjukkan bahwa ekstrak biji buah jamblang secara signifikan mampu menurunkan kadar gula darah, urea dalam darah, dan kolesterol.

Sumber (Ravi dkk, 2004)

Gambar diatas menunjukkan data efek seluruh bagian biji, inti biji (kernel), dan glibenclamide (obat yang digunakan pasien diabetes) terhadap kadar gula darah. Dari gambar diatas dapat dilihat bahwa ekstrak inti biji jamblang memberikan efek berupa kadar gula darah paling rendah dibandingkan dengan semua perlakuan. Sehingga dapat dikatakann bahwa ekstrak inti biji buah jamblang dapat menurunkan kadar gula darah. Hasil penelitian serupa juga di dapat oleh Sridhar dkk (2005) , pemberian ekstrak biji jamblang 5gram/kg berat badan memberikan hasil terbaik dalam menurunkan kadar gula darah. Ektrak biji jamblang lebih efektif mengontrol kadar gula darah dibandingkan glibenclamide (obat yang digunakan pasien diabetes) (8). Menurut Malviya dkk (2010), efek antidiabetes jambalang tidak hanya terdapat pada bijinya tetapi juga terdapat pada bagian lain seperti kulit buah dan buah jambalang tersebut.

Meskipun buah jamblang merupakan salah satu tanaman tropis dan seharusnya banyak terdapat di Indonesia, namun sekarang buah jamblang yang kaya manfaat ini mulai susah dijumpai. Hal tersebut disebabkan banyak masyarakat yang tidak tahu manfaat dari buah jamblang. Selain enggan menanam, ketidaktauan khasiat buah jamblang membuat masyarakat cenderung tidak memperhitungkan buah jamblang dan enggan mengkonsumsinya.  Oleh karena itu, perlu sekali sosialisasi-sosialisasi tentang berbagai tanaman obat yang ada di Indonesia.

Sumber:

1. Cleveland Clinic. 2017. Diabetes Mellitus: An Overview. https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/7104-diabetes-mellitus-an-overview diakses pada 31 Januari 2018

2. Kementerian Kesehatan RI. 2014. Situasi dan Analisis Diabetes. Jakarta Selatan: Pusat Data dan Informasi Kementerian Kesehatan Ri

3. Herbalogi. 2016. 20+ Manfaat Jamblang, Manjur Tumpas Diabetes, Anti Kanker dan Bakteri. http://www.herbalogi.com/manfaat-jamblang/ diakses pada 31 januari 2018.

4. Paul, D.K dan Shaha R.K. 2004. Nutrient, Vitamins and Mineral Content in Common Citrus Fruits in the Northern Region of Bangladesh, Pakistan Journal Of Biological Sciene, 7(2) : 238-242.

5. Swami, S.B., Thakor, N.S.J., Patil, M.M., dan Haldankar, P.M. 2012. Jamun (Syzygium Cumini (L.)): A Review of Its Food and Medicinal Uses, Food and Nutrition Sciene, 2012(3) : 1100-1117.

6. Ravi,K., Sivagnanam, K., dan Subramanian, 2004. Anti-Diabetic Activity of Eugenia jambolana Seed Kernels on Streptozotocin-Induced Diabetic Rats, Journal of Medical Food, 7(2): 187-191.

7. Sridhar, S.B., Shetal, U.D., Pai, M.R.S.M dan Shastri, M.S. 2005. Preclinical Evaluation of the Antidiabetic Effect of Eugenia jambolana seed powder in streptozotocin-diabetic rats, Brazilian Journal of Medical and Biological Research, 2005(38): 463-468.

8. Prince P.S.M., dan Menon, V.P., 1998. Effect of Syzygium Cumini in Plasma Antioxidants on Alloxan-induced Diabetes in Rats. J.Clin. Biochem. Nutr, 1998(25) : 81-86.

9. Malviya, N., Jain, S. dan Malviya S. 2010. Antidiabetic Potential of Medical Plants. Acta Poloniae Pharmaceutica-Drug Research, 67(2) : 113-118.

Page: 1 2

Handoko :tertarik terhadap sains, teknologi dan lingkungan