X
    Kategori Teknologi

Roket Terbesar dan Terkuat di Dunia “Falcon Heavy” Sukses Tes Peluncuran Pertama

SpaceX merupakan perusahaan swasta yang fokus pada teknologi roket untuk misi luar angkasa. Dipimpin oleh Elon Musk dan berpusat di Hawthorne California, kini SpaceX telah memiliki 5000 karyawan dengan keahlian yang berbeda-beda. Perusahaan tersebut didirikan pada tahun 2002 yang mempunyai tujuan merevolusi teknologi ruang angkasa, sekaligus dapat mengirim manusia untuk menuju planet lain (contohnya planet Mars). SpaceX mempunyai tugas mendesain, memproduksi, meluncurkan roket canggih beserta pesawat luar angkasa. Tidak hanya itu, roket-roket yang telah diluncurkan kemudian dijatuhkan kembali untuk di daratkan pada base station pendaratan di bumi agar roket tersebut dapat dipakai ulang pada misi selanjutnya[1][2].

Baca juga: Peluncuran 10 Satelit Iridium dengan Roket Daur Ulang Falcon 9 Milik SpaceX dan Misi Selanjutnya

Gambar 1. Peluncuran roket Falcon Heavy dari Pad 39A, Kennedy Space Center, Florida[3]

Pada 6 Februari 2018, SpaceX telah berhasil meluncurkan roket Falcon Heavy yang merupakan roket terbesar dan terkuat didunia saat ini. Roket Falcon heavy diluncurkan dari Pad 39A, Kennedy Space Center, Florida pada jam 3:45  pm (sore hari) waktu Florida. Peluncuran tersebut sempat delay (tertunda) hingga 2 jam 15 dari target awal yaitu jam 1.30 pm waktu Florida[4][5]. Peluncuran tersebut merupakan uji coba perdana dari roket Falcon Heavy dengan membawa mobil listrik cherry merah (Tesla Roadster) milik Elon Musk ke orbit dekat Mars. Kemudian setelah 8 menit peluncuran, 2 buah roket pendorong (booster) kiri dan kanan berhasil mendarat kembali di Zona Mendarat milik SpaceX secara bersamaan[4].

Gambar 2. Dua buah roket pendorong (booster) sebelah kiri dan kanan berhasil mendarat pada zona pendaratan SpaceX di Bumi[4]

Roket Falcon Heavy memiliki 3 buah pendorong (booster) dengan masing-masing memiliki 9 buah mesin roket. Dengan kondisi tersebut berarti roket Falcon Heavy memiliki total 27 mesin roket pendorong. Falcon Heavy memiliki tinggi 230 kaki (70 meter) yang dirancang untuk membawa beban hampir 141.000 pound (64 metrik ton) ke orbit atau lebih besar dari pesawat jet boeing 737 . Elong Musk selaku CEO SpaceX mengatakan bahwa roket tersebut awalnya dirancang untuk misi pengiriman manusia ke Bulan atau Mars. Tetapi kemudian dialih fungsikan untuk membawa instrumen berpotensi dalam tujuan observasi ruang angkasa lebih jauh.

Berikut foto mobil tesla milik Elon Musk (sumber instagram Elon Musk) yang dikirim pakai roket Falcon Heavy pada saat tes peluncuran perdananya pada 6 Februari 2018,

Tesla Roadster (Sumber: Instagram Elon Musk)

Misi penting dari SpaceX untuk roket Falcon Heavy adalah menjadikan perjalanan atau pengiriman ke luar angkasa menjadi lebih murah. Setiap kali misi peluncuran menggunakan roket Falcon Heavy, biayanya sekitar $90 juta dolar. Jika dibandingkan dengan industri pengiriman ke luar angkasa yang lain, biaya Falcon Heavy-lah yang sangat murah. Sebagai perbandingan, menggunakan Delta IV Heavy yang dioperasikan oleh United Alliance dalam sekali peluncuran, maka biayanya sebesar $350 juta dolar[3][4][5][6].

Keberhasilan tes peluncuran roket Falcon Heavy menjadikan pengiriman manusia ke Mars selangkah lebih maju. Tidak menutup kemungkinan bahwa hal tersebut dapat tercapai beberapa tahun mendatang. Kita semua pasti akan sangat menantikan hal ini, guna mengubah sejarah peradaban manusia menjadi lebih besar dan luar biasa dalam hal eksplorasi alam semesta.

Berikut adalah video tes peluncuran Roket Falcon Heavy,

Referensi:

  1. SpaceX, Company (http://www.spacex.com/about) diakses pada 7 Februari 2018
  2. Dadang, Wayan. 2018. “Peluncuran 10 Satelit Iridium dengan Roket Daur Ulang Falcon 9 Milik Space-X dan Misi Selanjutnya“. Warstek, 9 Januari 2018 (https://warstek.com/2018/01/09/iridium/) diakses pada 7 Februari 2018
  3. AFP. 2018. “World’s biggest rocket soars toward Mars after perfect launch“. PhysOrg, 6 Februari 2018 (https://phys.org/news/2018-02-spacex-world-powerful-rocket-mars.html) diakses pada 7 Februari 2018
  4. Jones, Brad. 2018. “The Falcon Heavy Just Launched Successfully. Next Stop, Mars.“. Futurism, 6 Februari 2018 (https://futurism.com/falcon-heavy-launched-next-stop-mars/) diakses pada 7 Februari 2018
  5. AFP. 2018. “Launch window narrows for SpaceX’s monster rocket (Update)“. PhysOrg, 6 Februari 2018 (https://phys.org/news/2018-02-spacex-falcon-heavy-rocket.html#nRlv) diakses pada 7 Februari 2018
  6. Pearlman, Robert Z. 2018. “SpaceX’s First Falcon Heavy Rocket to Launch 4th Electric Car to Leave Earth”. Space, 6 Februari 2018 (https://www.space.com/39606-spacex-falcon-heavy-fourth-car-space.html?utm_source=sdc-newsletter&utm_medium=email&utm_campaign=20180206-sdc) diakses pada 7 Februari 2018
Wayan Dadang :Mahasiswa S1 Teknik Elektro Universitas Sriwijaya, menekuni Kecerdasan Buatan, Sistem Kontrol, dan Robotika. Mencintai kegiatan membaca Paper Sains, Belajar, Menulis, dan Riset.