Plastik, Manusia, dan Lingkungan; Tiga Hal yang Belum dapat Terpisahkan

Plastik identik dengan sisa – sisa tanpa rasa
Terbengkalai rusak tanpa asa
Namun setia bila hanya puluhan tahun usia
(Audia, 4 Februari 2018)

Plastik

Mendengar nama plastik, maka terbayang juga fungsinya sebagai pembungkus makanan dan minuman. Pada akhirnya plastik hanya merupakan sebuah sampah yang akan terbuang dan mau tak mau akan menumpuk bila tak diolah. Mungkin banyak yang bertanya – tanya, kalau memang plastik membawa dampak buruk bagi lingkungan, kenapa makanan dan minuman yang ada di dunia ini masih dikemas dalam plastik? Sedangkan manusia setiap waktu perlu makan dan minum, maklum saja kalau  dimana – mana menumpuk banyak plastik.

Saya setuju bahwa plastik membawa dampak buruk bagi lingkungan jika tidak dikelola dengan baik. Faktanya plastik merupakan bahan yang bukan hanya ringan dan juga mudah didapat, tapi juga kuat. Tetapi lain hal untuk keadaan menumpuk dan berserakan, bukan alasan karena banyaknya plastik yang digunakan, namun hal itu terjadi hanya karena kebiasaan buruk dari perilaku manusia yang tak pernah sadar akan masa depan.

Sedangkan untuk alasan penggunaan plastik yang tetap banyak, alasan ilmiahnya adalah penggunaan plastik akan lebih sedikit berdampak buruk dibandingkan dengan penggunaan bahan lain (kaca, timah, aluminium dan kertas) bagi lingkungan. Kesimpulan atas penelitiannya kurang lebih seperti ini [2]:

  • Mengganti plastik dengan bahan alternatif lain untuk produk consumer goods dapat meningkatkan biaya lingkungan empat kali lebih besar. Biaya lingkungan per kg bahan alternatif pengganti plastik memang lebih rendah, namun kebutuhan untuk membuat sebuah produk membutuhkan lebih banyak bahan alternatif dibandingkan dengan plastik. Biaya lingkungan adalah dampak (impact) baik moneter maupun non-moneter yang harus dipikul sebagai akibat dari kegiatan yang mempengaruhi kualitas lingkungan.


Gambar 1. Perbandingan biaya lingkungan yang dihasilkan dari penggunaan plastik pada umumnya, plastik yang berkelanjutan dan bahan pengganti plastik[2]

  • Efisiensi yang buruk untuk alternatif pengganti plastik (4,1 ton bahan pengganti plastik untuk mengganti 1 ton plastik).

  • Jika dibandingkan antara plastik dan bahan pengganti plastik yang mana keduanya terbuang dan mencemari laut. maka biaya lingkungan (sektor kelautan) yang disebabkan oleh plastik lebih dari US$ 4,7 miliar per tahun. Namun ternyata untuk menggunakan bahan pengganti plastik yang bahkan mudah terdekomposisi (seperti kertas dan kain) biaya yang dikeluarkan 150% lebih tinggi yaitu sebesar US$ 7,3 miliar. Kenaikan tersebut disebabkan oleh lebih besarnya kuantitas limbah yang dihasilkan bila kita menggunakan bahan pengganti plastik karena sifat pengganti plastik yang mudah rusak. Kesempatan terbesar untuk mengurangi pencemaran laut itu terletak pada investasi dalam sistem pengumpulan sampah di Asia, karena sebanyak 60% limbah plastik yang mencemari laut berasal dari beberapa kota di Benua Asia (Ocean Concervancy, 2015).

Lantas, apa yang harus dilakukan untuk mengurangi dampak buruk plastik bagi manusia dan lingkungan? Terdapat beberapa cara untuk dapat mengurangi biaya lingkungan dan pencemaran proses produksi plastik yaitu, :

Tombol ajaib ini akan mengirimkan artikel Warung Sains Teknologi ke beranda Facebook Anda:


(klik tombol diatas)

Artikel yang berhubungan:

Warstek.com disponsori oleh:

     
Audia Wira Rachmadi

Audia Wira Rachmadi

Mahasiswa S2 Teknik Kimia di Tung Hai University.

Ajukan Pertanyaaan atau Komentar