Ternyata Flu Dapat Menular Walau Hanya Melalui Pernafasan

Bagikan Artikel ini di:

Virus Influenza adalah virus yang menyebar melalui udara, virus ini dipercaya dapat menular lewat bersin dan batuk penderita, tapi apakah itu berarti jika penderita tidak batuk atau bersin akan membuat orang-orang disekitarnya tidak tertular?

Ternyata jika kita berdiri dibalik orang yang bersin atau batuk, hal tersebut tetap tidak bisa membuat kita terhindar dari flu. Kita juga harus menjaga jarak dari seseorang yang terkena flu, karena kenyataannya virus juga bisa menular lewat nafas penderita.

Dalam sebuah penelitian yang dilakukan oleh National Institutes of Health (NIH) yang dipublikasikan pada 18 Januari 2018, Ilmuwan menemukan fakta bahwa virus influenza menyebar dengan jumlah yang banyak melalui aliran udara atau pernapasan[1]. Menurut Sheryl Ehrnan dari Universitas San Jose State yang menjadi peneliti dalam kasus ini mengatakan “Membuat udara tetap bersih, mencuci tangan setiap waktu, dan menghindari kontak dari orang yang terkena flu belum sepenuhnya bisa membuat kita terhindari dari serangan virus Influenza”.

Anatomi Virus Influenza (Sumber: micro.magnet.fsu.edu)

Sebelumnya banyak Ilmuwan yang percaya bahwa saat penderita batuk atau bersin, maka virus influenza akan dikeluarkan dengan ukuran partikel yang besar. Ilmuwan juga telah mengetahui bahwa virus influenza dapat menular lewat kontak media udara walaupun dalam ukuran partikel yang lebih kecil dibandingkan saat kita batuk[2]. Virus dalam ukuran lebih kecil ini biasa disebut aerosols (Aerosols sendiri diproduksi saat kita bernafas). Tapi seberapa banyak partikel virus yang “keluar” saat kita bernafas dan apakah menular sehingga menyebabkan orang lain terkena batuk/bersin masih belum diketahui.

Untuk membuktikan ini, Sheryl Ehrman menyiapkan 142 orang partisipan yang dikonfirmasi telah menderita flu. Partisipan dipersilahkan duduk di dalam sebuah mesin yang dapat menangkap gambar virus influenza pada pernapasan mereka. Mesin tersebut diberi nama “Gesundheit II human source bioaerosol sampler“, mesin ini berbentuk kerucut yang bisa dipakai dikepala partisipan. Didalam penelitian tersebut, partisipan diminta untuk bernafas, berbicara, batuk dan bersin secara alami selama 30 menit selama memakai mesin ini.

Image result for Gesundheit II human source bioaerosol sampler

(a)

Baca juga:

(b)

Mesin Gesundheit II human source bioaerosol sampler  (a) Tampak Depan (b) Tampak Samping (Sumber: media.npr.org)

Hasil dari penelitian tersebut mengungkapkan bahwa partikel virus influenza ditemukan saat kita bernapas. Dr. Donald Milton, seorang Profesor kesehatan lingkungan di Universitas Maryland School mengemukakan bahwa “Kami menemukan bahwa virus influenza menkontaminasi udara dari partisipan yang hanya bernapas, tanpa bersin ataupun batuk”

Orang-orang dapat dengan kuat menularkan Aerosol (partikel virus influenza) dibeberapa hari pertama saat mereka terkena flu, sehingga Dr.Donald Milton menyarankan untuk tidak terlalu banyak melakukan banyak interaksi langsung dibeberapa hari pertama tersebut.

Hasil dari studi ini juga membuktikan bahwa ketika partisipan tidak terlalu sering bersin maupun ketika sudah bersin, mereka tidak menghasilkan lebih banyak virus daripada batuk. Dari hasil penelitian ini berhasil disimpulkan bahwa bersin tidak terlalu memberikan banyak “kontribusi” terhadap penyebaran virus influenza, walaupun tetap saja dapat menularkan penyakit.

 

 

Sumber Utama :

Stand Back, Way Back: Flu Virus Can Be Spread Just by Breathing. Diakses pada 7 Februari 2018.

 

Daftar Pustaka

[1] Flu may be spread just by breathing, new study shows; coughing and sneezing not required. Diakses pada 7 Februari 2018.

[2]Stand Back: Flu Virus Travels 6 Feet. Diakses pada 7 Februari 2018.

[3]Why Do We Sneeze?. Diakses pada 7 Februari 2018.

Artikel Berhubungan:

Sponsor Warstek.com:
Bagikan Artikel ini di:

Tinggalkan Balasan