Mengintip Kondisi Terkini Gunung Api Kilauea Di Hawaii, Gunung yang Mengalami Erupsi Selama 35 Tahun

Gambar Gunung Api Kilauea. Sumber foto: extremelava.com

Gunung Api Kilauea merupakan gunung api yang paling muda dan paling aktif di dunia yang terletak di bagian selatan Pulau Besar Hawaii. Hawaii merupakan satu-satunya negara bagian Amerika Serikat (AS) yang terpisah dari Benua Amerika dan merupakan kepulauan yang masuk dalam kawasan Oseania. Gunung Api Kilauea mengalami erupsi secara terus menerus dari puncaknya (caldera) ataupun di zona rift. Gunung ini berlokasi di sebelah selatan Gunung Mauna Loa. Berdasarkan catatan sejarah, aktivitas gunung api ini hampir konstan sejak dimulainya erupsi yang tidak terputus sejak tahun 1983 [1].

Gunung Api ini terus menerus memuntahkan lava basalt selama 35 tahun dan masih belum bisa diperkirakan apakah erupsi ini akan berakhir dalam waktu dekat. Aliran lava dari puncak yaitu dari Pu’u O’o terkadang mengalir masuk menuju lautan. Aliran lava dari puncak bergerak secara perlahan ke arah pantai menuju ke Laut Pasifik. Lava yang bersuhu 2000 derajat Celsius dan berwarna merah terang tersebut mengalir menuruni bagian tenggara pantai menuju Laut Pasifik yang menghasilkan kepulan asap dari uap yang masuk ke dalam air [2].

Sebelumnya, pada erupsi di tahun 2016, gunung api ini mendapat perhatian publik setelah beredar gambar emoji ‘tersenyum’ pada lava gunung berapi. Wajah tersenyum itu muncul di kawah danau lava di sisi barat Pu’u O’o. Selain itu, aliran lava Pu’u O’o mencapai laut untuk pertama kalinya selama tiga tahun. Menurut Janet Babb, ahli geologi Volcano Observatory Hawaii di USGS, bentuk ‘tersenyum’ terjadi akibat adanya aliran upwelling dan downwelling di kawah danau lava yang bersirkulasi [3].

Gambar emoji ‘tersenyum’ dari lava gunung api. Sumber foto: Mick Kalber/ via Youtube

Potret lava gunung api yang menuju ke Laut Pasifik. sumber foto: extremelava.com

Hingga saat ini, gunung api ini masih mengalami erupsi dari Pu’u O’o pada zona rift bagian timur. Berdasarkan laporan dari USGS pada tanggal 19 Januari 2018, aliran lava aktif tidak menimbulkan ancaman bagi warga sekitar saat ini. Tidak ditemukan adanya perubahan yang signifikan dalam deformasi, seismisitas, maupun pelepasan gas di gunung berapi. Seismisitas berada di tingkat normal dengan fluktuasi getaran yang terkait dengan percikan danau lava, walaupun tingkat emisi sulfur dioksida tetap tinggi [4].

Baca juga: Bersandar ke Dinding Roboh: Realitas Tata Kelola Hutan Provinsi Riau

Referensi:

  1. Kilauea volcano. Diakses pada tanggal 6 Februari 2018.
  2. Luapan Lava Gunung Kilauea Hawaii Menarik Banyak Pengunjung. Diakses pada tanggal 6 Februari 2018.
  3. Misteri `Senyum` Menyeramkan Lava Gunung Berapi. Diakses pada tanggal 6 Februari 2018.
  4. What’s Going On With the Volcano? Diakses pada tanggal 6 Februari 2018.
Artikel Berhubungan:

Sponsor Warstek.com:
Pambayun Purbandini

Pambayun Purbandini

Pecinta ilmu sains dan sastra. Telah menamatkan pendidikan S1 Fisika ITS. Menekuni bidang geofisika, khususnya mengenai gempabumi dan gunung api.

Yuk Ajukan Pertanyaaan atau Komentar