Ilmuwan Membuat Radio Penerima Terkecil Seukuran Dua Atom

Gambar 3. (a) Skema eksperimental pada nitrogen-vacancy (NV) pada radio penerima. (b) Prinsip NV pada gelombang radio FM yang termodulasi. (c) Ilustasi sinyal microwave FM yang akan didemodulasi (biru) dan output yang dihasilkan pada sinyal amplitudo fluoresensi termodulasi (biru)[5]

Teknologi radio pada umumnya memiliki beberapa blok penting yaitu sumber daya (power supply), input, pengolah, dan output. Dalam penelitian yang yang dilakukan pada radio sekecil 2 atom ini juga memiliki beberapa bagian penting sebagaimana sebuah radio pada umumnya, yaitu sumber daya, penerima (antena), tranduser (mengkonversi sinyal elektromagnetik berfrekuensi tinggi di udara menjadi frekuensi rendah), speaker (output suara), dan tuner.

Dalam perangkat radio tersebut bekerja dengan cara, elektron-elektron di pusat-pusat nitrogen-vacancy (NV) berlian dipompa menggunakan laser hijau. Kemudian, elektron tersebut memiliki sifat sensitif terhadap medan elektromagnetik, misalnya gelombang yang digunakan pada radio FM. Ketika pusat nitrogen-vacancy (NV) menerima gelombang radio lalu dikonversi dengan indikator memancarkan sinyal audio berupa lampu merah. Dengan menggunakan sebuah photodiode dapat mengkonversi (mengubah) cahaya (sinyal audio berupa lampu merah) menjadi arus listrik, yang kemudian dikonversi sinyal audio untuk dikirim ke speaker sederhana atau headphone agar dapat didengarkan oleh telinga manusia. Sedangkan untuk mengubah frekuensi (tunning) stasiun radio ke stasiun yang lainnya pada pusat-pusat nitrogen-vacancy (NV) dengan menciptakan medan magnet kuat di sekitar berlian[3][6][7].


Berikut video demontrasi radio terkecil di dunia,

 

Refrensi:

  1. Wikipedia Indonesia, Radio (https://id.wikipedia.org/wiki/Radio) 27 Januari 2018
  2. Wikipedia Inggris, Radio (https://en.wikipedia.org/wiki/Radio) 27 Januari 2018
  3. Harvard John A. Paulson School of Engineering and Applied Sciences. 2016. “World’s smallest radio receiver has building blocks the size of two atoms“. PhysOrg, 16 Desember 2016 (https://phys.org/news/2016-12-world-smallest-radio-blocks-size.html) diakses pada 8 Februari 2018
  4. Wikipedia Inggris, Nitrogen-vacancy center (https://en.wikipedia.org/wiki/Nitrogen-vacancy_center) diakses pada 8 Februari 2018
  5. Petta Group, Nitrogen Vacancy Centers in Diamond (http://pettagroup.princeton.edu/nvs.html) diakses pada 10 Februari 2018
  6. Shao, Linbo et al. 2016. “Diamond Radio Receiver: Nitrogen-Vacancy Centers as Fluorescent Transducers of Microwave Signals“. Physical Review Applied (abstrak), 15 Desember 2016 (https://journals.aps.org/prapplied/abstract/10.1103/PhysRevApplied.6.064008) diakses pada 8 Februari 2018
  7. Shao, Linbo et al. 2016. “Diamond Radio Receiver: Nitrogen-Vacancy Centers as Fluorescent Transducers of Microwave Signals“. PHYSICAL REVIEW APPLIED 6, 064008 (2016), American Physical Society (paper) DOI: 10.1103/PhysRevApplied.6.064008

Tombol ajaib ini akan mengirimkan artikel Warung Sains Teknologi ke beranda Facebook Anda:


(klik tombol diatas)

Artikel yang berhubungan:

Warstek.com disponsori oleh:

     
Maya Rahma Zahara

Maya Rahma Zahara

Seorang wanita biasa yang sedang menempuh pendidikan Pascasarjana di Fisika ITB.

Yuk Ajukan Pertanyaaan atau Komentar