Nama-nama Perusahaan yang Sedang Mengembangkan “Brain Hacking”

Pada era globalisasi perkembangan teknologi berjalan begitu cepat melampaui batas batas negara. Teknologi berkembang semakin canggih dan semakin sempurna seiring berjalannya waktu. contohnya adalah handphone, pada zaman dahulu berkomunikasi pada sebuah benda dan berbicara pada orang lain menggunakan benda merupakan suatu hal yang mustahil. Bahkan untuk mengirimkan berita saja pada zaman dahulu membutuhkan waktu berhari-hari melakui kantor pos, berbeda dengan sekarang yang hanya dengan hitungan detik saja melalui smartphone. Layaknya perkembangan handphone, otak, memori dan ingatan akan selalu berkembang, bahkan apa yang tidak diyakini sekarang bisa jadi menjadi kenyataan pada masa yang akan datang.

Beberapa perusahaan di dunia saat ini perlahan-lahan mengambil langkah untuk meretas otak manusia (brain hacking), tentunya agar mendapatkan keuntungan dalam dunia bisnis. Sedangkan para ilmuwan berpikir, seiring dengan semakin majunya teknologi disertai mesin yang berpotensi menggusur eksistensi manusia, maka manusia juga memerlukan upgrade agar tidak dapat tersaingi oleh teknologi, misalnya robot.

Sebuah teknologi bernama brain hacking atau secara harfiah berarti meretas otak manusia telah banyak dikembangkan oleh para ilmuwan[1]. Bahkan mereka mendapat bantuan dari Elon Musk. Seorang tokoh bisnis, penemu, industrialis dan CEO Space X asal Amerika Serikat yang cukup berpengaruh. Otak manusia merupakan organ paling rumit dalam tubuh manusia yang pernah ada. Kemampuan dari otak sungguh luar biasa, bahkan membutuhkan riset berkepanjangan yang tak kunjung usai. Meski demikian, sejumlah perusahaan semakin tertarik mengembangkan teknologi meretas otak manusia. Apa jasa perusahaan tersebut? Inilah dia ;

  • DARPA

Perusahaan ini merupakan badan Pemerintah Amerika Serikat yang bertujuan mengembangkan teknologi militer. Dan saat ini, mereka juga bermain di teknologi sensor otak, dibantu oleh Lawrence Livermore National Laboratory. Mereka berambisi agar pengembangan ini bisa membaca sinyal otak serta merangsang saraf manusia dari memori yang hilang.

Rupanya hal tersebut sangat penting bagi DARPA. Pasalnya, tidak kurang dari 270.000 pasukan tentara harus berjuang melawan cedera otak di dalam maupun setelah peperangan.

  • Neuralink

Barangkali Anda hanya mengetahui Tesla dan Space X sajalah yang merupakan perusahaan Elon Musk. Namun, ia juga memiliki perusahaan startup lain dimana misinya mengubah dunia, Neuralink. Elon ingin memasang chip pada otak manusia. Dalam situs resminya, Neuralink menyebutkan bahwa mereka bertujuan menghubungkan manusia dan komputer. Hal terakhir yang mereka targetkan, mampu berkomunikasi dengan jutaan orang lain melalui ‘pikiran’ semata.

  • Kernel

Perusahaan Kernel adalah startup dan sedang mengembangkan teknologi memori prostetik, mampu membentuk daya ingat manusia secara mudah. Jika sudah berhasil, Kernel akan mengomersilkan alat ciptaannya ke berbagai penjuru. Perusahaan ingin membantu para pasien dengan masalah otak agar tetap berfungsi selayaknya manusia normal. Petinggi venture capitalist OS Fund, Bryan Johnson-lah donatur yang menyumbangkan uang pribadinya sekitar 200 juta USD demi teknologi ini.

  • Emotiv

Barangkali Anda sering melihat di berbagai film science fiction, dimana seseorang dapat mengontrol sesuatu dari pikiran saja. Hal itulah yang hendak direalisasikan Emotiv di dunia nyata. Perusahaan startup tersebut mengembangkan neuro-headset dimana mampu membuat penggunanya mengirimkan pikiran. Cara kerja Neuro-headset yakni memindai otak manusia untuk mendapat sinyal dibantu perangkat pintar bernama Emotiv EEG, sehingga kita bisa menggerakkan mobil mainan hanya berdasarkan pikiran kita. Tujuan utamanya tidak lain membantu mereka para penyandang disabilitas. Sungguh tujuan yang sangat mulia.

  • Neurable

Inilah perusahaan paling tidak ambisius dibandingkan nama-nama sebelumnya di atas. Neurable berfokus pada pengembangan platform software yang dikontrol otak bagi para produsen hardware atau software berbasis AR dan VR. Bila mereka berhasil, kedepannya Anda bisa mematikan lampu atau menyalakan televisi hanya dengan pikiran.

Pada saat ini, ada teknologi canggih yang diperkirakan bisa meretas otak yaitu gelombang baru umpan balik neuro yang dijadikan sebagai sarana yang memungkinkan orang untuk mengendalikan gelombang otak mereka untuk beberapa tujuan.

Para ilmuwan menemukan cara baru untuk meningkatkan kualitas hidup. Teknik itulah yang telah banyak dikembangkan pada tahun 2015, kabarnya teknik meretas otak akan menjadi hal yang banyak diperbincangkan. Para ilmuwan berusaha untuk memahami cara kerja otak manusia selama hampir satu abad. Kemajuan signifikan yang juga berasal dari perkembangan teknologi membawa pengaruh terhadap penelitian otak.
Menurut seorang profesor fisiologi, Philip Sabes adanya alat-alat baru yang canggih dan kuat sangat membantu para peneliti untuk memantau pola aktivitas sirkuit otak. Seperi dikutip dari University of California San Francisco, Jumat (2/1).

Implan otak yang bersifat awet menggunakan ratusan hingga ribuan elektroda yang ditempatkan di otak untuk memberikan stimulasi dan ‘mendengar’ aktivitas otak. Teknologi yang diberi istilah ‘peretasan’ otak ini pada akhirnya memungkinkan pasien yang anggota tubuhnya telah diamputasi dan mengalami kelumpuhan untuk mengendalikan kaki atau tangan buatan secara langsung menggunakan sinyal otak. Tak hanya untuk pasien amputasi, teknologi ini juga diprediksi mampu mencegah serangan epilepsi serta mengobati penyakit Parkinson dan gangguan atau kelainan pada gerakan lainnya. Sabes tak sendiri, sejumlah peneliti UCSF memang tengah menggali kemungkinan bahwa implan otak nantinya juga bisa meringankan gangguan kejiwaan seperti kegelisahan, kecanduan, dan depresi. [2]

Sumber :

[1] Gading Perkasa.2017. Perusahaan yang Berniat Meretas Otak Manusia. https://male.co.id/detail/1850/Perusahaan-yang-Berniat-Meretas-Otak-Manusia-Digital-Life (Diakses pada tanggal 12 Februari 2018 pukul 13.47 WIB)

[2] Nur Fajrina. 2015. Meretas Otak Bakalan Menjadi Trend Sains 2015. https://www.cnnindonesia.com/teknologi/20150102155543-199-22020/meretas-otak-bakal-jadi-tren-sains-2015  (Diakses pada tanggal 19 Februari 2018 pukul 11.04)

Nilai Artikel Ini
Artikel Berhubungan:

Sponsor Warstek.com:

Yuk Ajukan Pertanyaaan atau Komentar