Deteksi Kanker Melalui Urin dengan Cacing Nematoda Memiliki Akurasi hingga 95,8%

Kanker merupakan salah satu penyebab kematian tertinggi didunia. Menurut WHO, pada tahun 2015 kanker bertanggung jawab terhadap 8,8 juta kematian di seluruh dunia yang kebanyakan terjadi di negara yang memiliki pendapatan menengah ke bawah (1).

Kebanyakan kematian kanker disebabkan oleh diagnosis yang terlambat, seperti yang dilansir oleh theguardian.com. Hampir 50% atau separuh penderita kanker telat terdiagnosis, kebanyakan dari mereka terdiagnosis setelah kanker berada di stadium lanjut yang cukup susah untuk disembuhkan.

Selain itu, metode deteksi kanker saat ini memakan waktu yang cukup lama juga memakan biaya yang tidak sedikit, serta menimbulkan rasa sakit seperti tes darah dan lain sebagainya. Hal tersebut mendorong peneliti dan dokter untuk menemukan suatu metode deteksi kanker secara dini dengan waktu yang cepat, akurat, tanpa rasa sakit serta murah.

Hirotsu Takaaki (Sumber: https://www.japantimes.co.jp)

Salah satu metode deteksi kanker yang murah, akurat, tidak menimbulkan rasa sakit, ekonomis dan terpercaya adalah Nematode Scent Detection Test (NSDT) atau tes deteksi dengan memanfaatkan indera penciuman cacing Nematoda.

Metode ini di temukan oleh ilmuwan jepang bernama Takaaki Hirotsu pada tahun 2015 dengan memanfaatkan urine sebagai objek yang di teliti dan cacing gilik (nematode) sebagai detektor. Nematoda yang digunakan dalam penelitian Takaaki memiliki nama latin Caenorhabditis elegans. Cacing ini merupakan cacing kecil berukuran 1 mm yang tidak berbahaya banyak hidup di tanah khsusunya di dekat akar tanaman dan tersebar di berbagai Negara, serta bertahan hidup dengan memakan mikroorganisme (3).

Data perbandingan akurasi NSDT dan metode deteksi kanker yang lainya (sumber: Hirostu dkk, 2015)

Dalam penelitiannya, Takaaki Hirotsu menggunakan sampel urin penderita kanker dan sampel urin orang yang sehat. Ternyata nematode (Caenorhabditis elegans) tertarik terhadap urine penderita kanker dan mejauhi urine orang yang sehat.

Cara cacing nematoda mendeteksi kanker. Sumber: http://www.hirotsu-bio.com/

Menurut Takaaki Hirotsu dkk (2015) penderita kanker menghasilkan senyawa kimia unik yang dikeluarkan dengan urin dan menarik nematoda. Caenorhabditis elegans ini mampu mendeteksi senyawa kimia tersebut karena memiliki indera penciumannya memiliki lebih dari 1,000 reseptor olfactory atau reseptor bau (5). Caenorhabditis elegans diprediksi memiliki paling sedikit 1.500 reseptor olfactory (6).

Selain murah dan tidak menimbulkan rasa sakit, metode ini ternyata memiliki akurasi atau tingkat keakuratan yang sangat tinggi.

Seperti yang di lansir dalam www.japantimes.co.jp, peneltian Taaki Hirotsu menggunakan sampel urin sebanyak 242 buah untuk menguji performa metode Nematode Scent Detection Test (NSDT) dan ternyata metode ini memiliki akurasi yang luar biasa yaitu 95,8 %, nilai ini lebih tinggi dibandingkan dengan metode deteksi kanker menggunakan sampel darah (7). Selain itu metode ini dapat digunakan untuk mendeteksi berbagai kanker stadium awal (tingkat 0 atau 1).

 

Referensi:

1. World Health Organization (WHO), 2018. Cancer. http://www.who.int/mediacentre/factsheets/fs297/en/ diakses pada 3 februari 2018

2. The guardian. 2014. Almost half of cancer patients diagnosed too late  https://www.theguardian.com/society/2014/sep/22/cancer-late-diagnosis-half-patients diakses pada 3 Maret 2018

3. University of Minesotta. 2015. What is C. elegans?. https://cbs.umn.edu/cgc/what-c-elegans diakses pada 3 maret 2018

4. Hirotsu,T., Sonoda, H., Uozomi, T., Shinden, Y., Mimori, K., Maehara, Y., Ueda, N., dan Hamakawa, M. 2015. A Highly Accurate Inclusive Cancer Screening Test Using Caenorhabditis elegans Scent Detection . Plos One. 10 (3): 1-15.

5. American Asosiation For The Advancement Of Scene. 2015. Nematode Cancer Screening Method Featured at AAAS-Hitachi Lecture. https://www.aaas.org/news/nematode-cancer-screening-method-featured-aaas-hitachi-lecture diakses pada 3 Maret 2015

6.Robertson,H.M dan Thomas, J.H. 2006. The putative chemoreceptor families of C. elegans. WormBook.Org.

7. Japan Times. 2015. Japanese team says worms can accurately detect cancer. https://www.japantimes.co.jp/news/2015/03/13/national/science-health/japanese-team-says-worms-can-accurately-detect-cancer/#.Wptznx3FLIV diakses pada 3 Maret 2018

Nilai Artikel Ini
Artikel Berhubungan:

Sponsor Warstek.com:
Handoko

Handoko

tertarik terhadap sains, teknologi dan lingkungan

Yuk Ajukan Pertanyaaan atau Komentar