Teknologi Berbasis DNA Untuk Menentukan Jenis Kelamin Unggas Sesaat Setelah Menetas

Dalam industri peternakan, mengetahui jenis kelamin hewan ternak unggas (khususnya ayam) sangatlah penting. Hal ini berhubungan erat dengan tujuan pemeliharaan hewan ternak sendiri. Contohnya ayam betina bertujuan menghasilkan telur yang banyak dan menghasilkan daging, sedangkan ayam jantan untuk menghasilkan daging dan sebagai ayam kontes.

Selain itu, jenis kelamin ayam berhubungan erat pula dengan perlakuan khusus terhadap ayam jantan yang berbeda perlakuannya dengan ayam betina. Menetukan jenis kelamin anak ayam dapat dilakukan sejak ayam menetas umur 1 hari atau Day Old Chick (DOC) atau bahkan sesegera mungkin setelah ayam menetas (zero day chick) dengan beberapa metode chick sexing, antara lain Vent sexing dan Feather sexing.

Vent sexing adalah membedakan jenis kelamin anak ayam berdasarkan lubang alat kelamin atau kloaka. Anak ayam jantan mempunyai tonjolan berwarna kuning, putih, atau hitam sedangkan untuk ayam betina tidak ada.

Feather sexing adalah menentukan jenis kelamin pada Day Old Chick (DOC) dengan memperhatikan bagian sayap primer dan sayap sekunder. Apabila masih ragu, alternatif lain dalam menyeleksi adalah menunggu hingga tumbuh bulu secara penuh. Biasaya ayam yang berwarna mencolok akan menjadi pejantan[1]. Beberapa metode tersebut sebenarnya sudah cukup populer, namun membutuhkan pengalaman, kesabaran, ketekunan, dan keahlian khusus dalam melaksanakannya.

Feather sexing untuk menentukan jenis kelamin ayam setelah 1 hari menetas

Baru-baru ini, para ilmuwan Central Avian Research Institute (CARI) di India telah mengembangkan teknologi berbasis DNA untuk menentukan jenis kelamin zero day chick yang akan sangat berguna bagi peternak unggas lokal.

Teknologi ini akan lebih fokus diterapkan pada unggas lokal. Cara kerjanya cukup mudah, yaitu dengan mengambil 100 mikroliter darah dari seekor anakan unggas untuk menentukan jenis kelaminnya. Para ilmuwan CARI berencana untuk membuat sebuah mobil yang dilengkapi dengan teknologi tersebut. Nantinya mobil tersebut akan dibawa untuk melakukan kunjungan ke daerah peternak unggas lokal untuk melakukan tes.

Menurut Sanjeev Kumar, ketua peneliti CARI, setiap peternak maupun pengusaha dapat membeli peralatan tersebut. Sedangkan untuk pengujian, hanya akan dikenakan tarif sebesar 10 Rupee India (sekitar Rp. 2.118) per sampel, sehingga cukup terjangkau dan jauh di bawah biaya untuk membesarkan ternak jantan dan betina selama berminggu-minggu sampai dengan mengetahui jenis kelaminnya[2].

Sebagai informasi, tidak seperti ayam broiler, di India jenis kelamin unggas lokal tidak dapat diidentifikasi selama beberapa minggu setelah menetas. Sebagai contoh, secara akurat anak ayam kalkun diidentifikasi pada usia 16 minggu, ayam guinea (ayam mutiara) pada 12 minggu, itik pada 8-10 minggu, dan burung puyuh pada usia 4 minggu. Padahal anak ayam yang dipisahkan berdasarkan jenis kelamin segera setelah menetas akan mengurangi biaya peternak dan meningkatkan pendapatan mereka. Seorang petani harus menghabiskan Rs 3-4 (635 – 847 rupiah) per hari untuk memberi pakan seekor kalkun dan 1-2 Rs (211 – 423 rupiah) untuk ayam mutiara dan bebek.

Selain biaya pakan, peternak juga harus mengeluarkan biaya untuk vaksinasi, obat, dan biaya produksi lainnya sebelum jenis kelamin ternak dapat ditentukan. Para peneliti di CARI yakin bahwa teknologi baru ini akan meningkatkan pendapatan peternak lokal[3].

 

Referensi:

[1] Hewanpedia. 2017. 3 Cara Membedakan Jenis Kelamin Ayam yang Baru Menetas. https://hewanpedia.com/3-cara-membedakan-jenis-kelamin-ayam-yang-baru-menetas/#ixzz592oywK2Z Diakses 7 Maret 2018

[2] Tony McDougal. 2018. DNA-based technology to determine sex of zero-day chicks. http://www.poultryworld.net/Genetics/Articles/2018/1/DNA-based-technology-to-determine-sex-of-zero-day-chicks-241133E/ Diakses 7 Maret 2018

[3] Priyangi Agarwal. 2018. CARI scientists develop technology to determine sex of poultry species.  https://timesofindia.indiatimes.com/city/bareilly/cari-scientists-develop-technology-to-determine-sex-of-poultry-species/articleshow/62656031.cms Diakses 7 Maret 2018

Nilai Artikel Ini
Artikel Berhubungan:

Sponsor Warstek.com:
Zakaria Husein Abdurrahman

Zakaria Husein Abdurrahman

Indonesian Junior Animal Scientist. Praktisi Pemula di Bidang Peternakan

Yuk Ajukan Pertanyaaan atau Komentar