Teknologi Pembersih Tumpahan Minyak di Kalimantan

Baru-baru ini (31 Maret 2018) terjadi tumpahan minyak di perairan Kalimantan, tepatnya di Teluk Balikpapan. Tumpahan minyak ini tidak hanya mengganggu dan mencemari lingkungan, tetapi juga menyebabkan banyak ikan dan biota laut mati. Proses pembersihan minyak di lautan menjadi sangat sulit dan mahal karena lautan yang sangat luas dan berombak.

Luas estimasi sebaran minyak dari citra satelit pd tgl 2 April 2018 adalah 13.559,5 Ha. Sumber: Instagram @lapan_ri

Salah satu teknologi yang baik dan sedang dikembangkan untuk membersihkan tumpahan secara efektif adalah menggunakan material super hidrofobik dan super oleofilik.

Hidrofobik berasal dari kata hidro artinya air dan fobia artinya takut. Sedangkan oleofilik dari kata oleo artinya minyak dan filia artinya suka. Material superhidrofobik berarti material yang takut air atau tidak menarik air, seperti permukaan daun talas. Material superhidrofobik dan superolefilik memiliki kemampuan untuk menyerap minyak dengan cepat dan menahan air agar tidak ikut terserap.

Baca juga:

Penelitian material hidrofobik

Peneliti dari Cina, menggunakan konsep ini untuk membuat sebuah material yang superhidrofobik dan superhidrofilik. Dengan material ini, kita bisa membuat sebuah perahu berpori yang dapat mengangkut tumpahan minyak  dan dikendalikan dengan remote kontrol (perahu tanpa awak). Perahu tersebut disebut dengan istilah porous unmanned ship (PUS).

Saat perahu tersebut melintasi sebuah perairan yang mengandung minyak, maka secara otomatis minyak akan terserap dan air akan tertahan dipermukaannya, minyak kemudian masuk kedalam lambung kapal melalui pori berukuran 100 μm. Minyak yang terserap ini selanjutnya bisa dibawa ke darat untuk diolah lebih lanjut. Ilustrasi ditunjukkan oleh Gambar berikut.

Wang, et al. ACS Appl. Mater. Interfaces

Material ini dibuat dengan cara melapisi saringan stainless dengan ZnO ukuran nano (sepermilyar meter). Hasil penelitian ini dilaporkan di Jurnal ACS Applied Materials & Interfaces.

 

 

Referensi

Artikel Berhubungan:

Sponsor Warstek.com:
Abdul Halim

Abdul Halim

Menamatkan program ST dan MT di Jurusan Teknik Kimia ITS. Sedang menempuh PhD di University of Tsukuba. Meneliti pemanfaatan bio-nanomaterial untuk pengolahan limbah cair.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *