Progres Reaktor Daya Eksperimental, Reaktor Daya Nuklir Desain Anak Negeri

Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) menapaki langkah baru dalam pengembangan Reaktor Daya Eksperimental (RDE). Setelah pada tahun 2017 BATAN menyelesaikan basic engineering design (BED) RDE, maka pada tahun 2018, diharapkan detailed engineering design (DED) dapat dirampungkan [1].

Peta jalan pengembangan DED RDE diluncurkan pada seminar yang diadakan pada 8 Maret 2018 lalu. DED RDE direncanakan agar dapat terselesaikan tahun ini [2].

“Ada proses panjang yang kita mulai sejak tahun 2014, dari obrolan kecil soal keinginan membuat pembangkit listrik dengan kapasitas 3 sampai 5 MW, hingga diseriusi dalam pertemuan 3 Menteri membahas RDE, dan akhirnya tertuang dalam RPJMN,” ungkap Kepala BATAN, Prof. Djarot Sulistio Wisnubroto [1].

Dokumen DED, berikut dengan Laporan Analisis Keselamatan (LAK), merupakan dokumen penting untuk mendapatkan persetujuan terhadap desain RDE oleh Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten) [2]. Persetujuan desain merupakan lampu hijau untuk membangun reaktor daya dengan teknologi tersebut.

Penyelesaian DED RDE akan melibatkan konsorsium yang melibatkan universitas-universitas dan perusahaan lokal. Draf pertama RDE direncanakan selesai pada bulan Juni, yang kemudian akan ditinjau oleh International Atomic Energy Agency (IAEA). Rekomendasi dari IAEA kemudian akan dilanjutkan pada bulan September. Pembuatan dokumen DED juga akan menentukan, seberapa besar biaya pembangunan untuk RDE [2].

Gambar 1. Simulator RDE BATAN (sumber: Palapanews)

RDE merupakan reaktor nuklir maju dengan desain high-temperature gas-cooled reactor (HTR). Reaktor ini menggunakan bahan bakar dalam bentuk pebble bed dan pendingin berupa helium [3]. HTGR memiliki sistem keselamatan pasif dan bersifat anti-pelelehan (meltdown-proof). Bahan bakar keramik dan moderator grafit tidak meleleh hingga suhu 1.800oC dan 3.000oC, jauh di atas skenario kondisi kecelakaan parah, sehingga kondisi meltdown mustahil terjadi. Karena itu, tingkat keselamatan HTGR jauh di atas reaktor nuklir kontemporer.

Baca juga Perkembangan Teknologi Reaktor Maju, Bagian 1

HTGR RDE direncanakan memiliki daya 10 MWt, setara dengan 3 MWe. HTGR beroperasi dengan suhu 700oC [4], lebih tinggi dari reaktor nuklir kontemporer yang hanya berkisar 320oC. Karena itu, panas dari HTGR dapat digunakan untuk kogenerasi, seperti desalinasi air, enhanced oil recovery, proses termal industri suhu tinggi hingga pembangkitan hidrogen. Sistem pendinginan RDE menggunakan sirkulasi alam menggunakan udara alih-alih pendinginan eksternal. Ketika terjadi kehilangan daya, pendinginan reaktor dapat tetap berlangsung secara alami.

RDE merupakan desain reaktor daya nuklir pertama yang dirancang oleh anak negeri. Mulai dari desain konseptual, BED hingga DED didesain sendiri oleh tenaga lokal. Rantai industrinya pun akan banyak mengandalkan industri dalam negeri. Menurut Prof. Djarot, RDE nantinya akan dijadikan sebagai percontohan bagi masyarakat bahwa bangsa Indonesia sudah mampu membangun dan mengoperasikan reaktor dengan aman dan selamat [5].

Ke depannya, diharapkan RDE dapat di-scale up menjadi PLTN komersial, dengan tujuan operasional di daerah-daerah luar Jawa yang membutuhkan daya relatif kecil (hingga 100 MWe). Dengan demikian, Indonesia dapat menjadi negara technology provider untuk reaktor daya nuklir [6].

Referensi

  1. BATAN Targetkan Detail Engineering Design Reaktor Daya Eksperimental Rampung Medio 2018. (https://techno.okezone.com/read/2018/03/08/207/1869785/batan-targetkan-detail-engineering-design-reaktor-daya-eksperimental-rampung-medio-2018), diakses 10 April 2018
  2. Progress with Indonesian SMR (http://www.world-nuclear-news.org/NN-Progress-in-Indonesian-SMR-project-1603184.html), diakses 10 April 2018.
  3. Suwoto dkk. 2016. Analisis Perhitungan Distribusi Temperatur Teras dan Reflektor Reaktor Daya Eksperimental. Sigma Epsilon 20:64-72.
  4. World Nuclear Association. Generation IV Nuclear Reactors. Diperbarui Desember 2017. (http://www.world-nuclear.org/information-library/nuclear-fuel-cycle/nuclear-power-reactors/generation-iv-nuclear-reactors.aspx), diakses 17 Januari 2018
  5. Desain Reaktor Baru Batan Karya Anak Bangsa Diluncurkan. (https://tekno.tempo.co/read/1020582/desain-reaktor-baru-batan-karya-anak-bangsa-diluncurkan), diakses 10 April 2018
  6. Batan Bikin Desain Reaktor Buatan Lokal. (https://www.viva.co.id/digital/961574-batan-bikin-desain-reaktor-buatan-lokal), diakses 10 April 2018
Nilai Artikel Ini
Artikel Berhubungan:

Sponsor Warstek.com:
R. Andika Putra Dwijayanto

R. Andika Putra Dwijayanto

Alumni S1 Teknik Nuklir Universitas Gadjah Mada. Peneliti Fisika Reaktor dan Teknologi Keselamatan Reaktor.

Yuk Ajukan Pertanyaaan atau Komentar