Mengenal Cincau Hijau dan Cincau Hitam Beserta Manfaatnya Pada Kesehatan

Cincau merupakan minuman yang banyak digemari oleh masyarakat di Indonesia. Pada umumnya masyarakat mengonsumsi cincau sebagai dessert yang dicampur sebagai isian pada minuman. Ada dua jenis cincau yang umumnya beredar di masyarakat, yaitu cincau hijau dan cincau hitam. Keduanya berbeda dalam hal warna, cita rasa, penampakan, bahan baku, dan cara pembuatan. Jika dilihat dari segi harga cincau hitam dijual lebih mahal (Rp 5.000/ porsi) [1], sedangkan cincau hijau (Rp 2.500/ porsi) [2].

Kiri: Cincau Hijau; Kanan: Cincau Hitam

Bahan dan Proses Pembuatan

Cincau hijau berasal dari daun segar yang berasal dari tanaman cincau hijau (Cyclea barbata), cincau perdu (Premma serratifolia) dan cincau minyak (Stephnia hermandifolia) tanpa proses pemanasan, daun yang telah dipetik dilakukan sortasi dan pencucian agar kotoran yang melekat pada daun menghilang, selanjutnya daun diremas atau dirajang dan ditambahkan ke air matang dingin dan kemudian disaring. Ekstrak dari saringan tersebut akan mengental membentuk gel.

Cincau hitam berasal dari simplisia kering seluruh bagian tanaman janggalan (Mesona palustris) yaitu daun, ranting, dan juga akar. Tanaman tersebut dapat tumbuh dengan baik pada dataran menengah hingga dataran tinggi. Proses pembuatannya dengan perebusan dan ditambah abu. Ekstrak yang dihasilkan perlu ditambah pati tapioka agar terbentu gel [3].

Tekstur dan Lama Penyimpanan

Gel pada cincau hitam memiliki kelebihan dibandingkan gel cincau hijau. Pada tekstur gel cincau hijau yang dimiliki lebih lunak (lembek) dan rapuh, sehingga tidak dapat dicetak, diiris, ataupun dipotong – potong. Sedangkan gel pada cincau hitam lebih tegar dan kokoh, sehingga dapat dicetak, diiris, ataupun dipotong – potong.

Dari segi waktu penyimpanan. Pada penyimpanan suhu kamar, gel cincau hitam dapat bertahan hingga 4 hari sedangkan pada gel cincau hijau hanya dapat bertahan selama 2 hari. Adanya kelebihan tersebut membuat produk gel cincau hitam mempunyai ekonomi lebih tinggi. [4]

Senyawa Bioaktif dan Manfaatnya

Tanaman cincau hitam mengandung vitamin, mineral, dan serat pangan yang cukup. Kandungan mineral yang dominan adalah fosfor dan kalsium, sedangkan kandungan vitaminnya yang cukup tinggi terdapat pada pro vitamin A sebagai karatoneid, vitamin B1, dan vitamin C. Selain itu, hasil penelitian menunjukkan bahwa produk berbasis cincau hitam dapat menurunkan kadar gula darah pada tikus diabetes, menurunkan kolesterol, trigliserida, dan low density lipoprotein (LDL), serta menaikkan high density lipoprotein (HDL) darah pada tikus [5].

Sedangkan pada cincau hijau mengandung  mineral, vitamin, dan serat. Dari hasil penelitian, kandungan zat aktif seperti polifenol, alkaloid, tannin, dapat melindungi mukosa lambung dari kerusakan akibat peningkatan konsentrasi HCL lambung [6].

Waspada Terhadap Bahan Berbahaya

Tepat pada tahun 2014, terdapat berita bahwa ada beredarnya cincau rasa semen, karena dalam prosesnya menggunakan semen dengan tujuan untuk membuat lebih kental [7]. Padahal di sifat bahan sendiri cincau hijau memiliki tekstur mudah rapuh dibandingkan cincau hitam. Selain itu, bahan tambahan pangan tersebut masuk dalam bahan berbahaya, sehingga tidak aman jika dikonsumsi. Diperlukan suatu bukti sertifikat untuk  industri rumah tangga, seperti yang diatur oleh Badan POM (Badan Pengawas Obat dan Makanan) agar hal tersebut tidak terjadi, dimana pangan jenis cincau/ minuman cincau tersebut perlu melakukan Cara Produksi Pangan yang Baik untuk Industri Rumah Tangga (CPPB-IRT), sehingga diperoleh SPP-IRT (Sertifikat Produksi Pangan Industri Rumah Tangga), karena jika sudah memiliki sertifikasi tersebut sudah terjamin keamanannya [8].

 

Referensi

  1. Peluang Usaha Es Cincau Hitam dan Analisa Usahanya. (http://www.tokomesin.com/peluang-usaha-es-cincau-hitam-nikmat-dan-analisa-usahanya.html), diakses 23 April 2018.
  2. Peluang Usaha Es Cincau Hijau dan Analisa Usahanya. (http://www.tokomesin.com/peluang-usaha-es-cincau-dan-analisa-usahanya.html), diakses 23 April 2018.
  3. Cincau Hijau. (http://digilib.unila.ac.id/5662/9/Bab%202%20.pdf), diakses 23 April 2018.
  4. Apa Bedanya? Cincau Hijau vs Cincau Hitam dan Kegunaannya. (https://resepkoki.id/2017/07/18/apa-bedanya-cincau-hijau-vs-cincau-hitam-dan-kegunaannya/), diakses 23 April 2018.
  5. Immunomodulatory Effect of Instant Tea Powder from Black Cincau (Mesona palustris BL) in the Treatment of Salmonella typhimurium-Induced Infection in Balb Mice (http://article.sapub.org/10.5923.j.fph.20130303.05.html), diakses 23 April 2018
  6. Efektivitas Kandungan Zat Aktif Daun Cincau Hijau (Cyclea barbata Miers) Dalam Melindungi Mukosa Lambung Terhadap Ketidakseimbangan Faktor Agresif Dan Faktor Defensif Lambung. (http://juke.kedokteran.unila.ac.id/index.php/majority/article/view/1743), diakses 23 April 2018.
  7. Waspada! Es Cincau Hijau Ekstrem Rasa Semen. (https://www.liputan6.com/news/read/2092052/waspada-es-cincau-hijau-ekstrem-rasa-semen), diakses 23 April 2018.
  8. PEDOMAN PEMBERIAN SERTIFIKAT PRODUKSI PANGAN INDUSTRI RUMAH TANGGA. (http://standarpangan.pom.go.id/dokumen/peraturan/2012/Perka_BPOM_No_HK.03.1.23.04.12.2205_Tahun_2012_tentang_Sertifikasi_Pangan_IRT.pdf), diakses 23 April 2018.
Nilai Artikel Ini
Artikel Berhubungan:

Sponsor Warstek.com:
Muhammad Isa Dwijatmoko

Muhammad Isa Dwijatmoko

Mahasiswa Pascasarjana Ilmu Pangan di Institut Pertanian Bogor. Penulis dapat dihubungi di muhammadisa8@gmail.com .

Yuk Ajukan Pertanyaaan atau Komentar