Membedah Teknologi “Nanites” pada Kostum Black Panther dan Tony Stark di Film Infinity War

Perhatian: Artikel ini mengandung spoiler (jalan cerita) filmA�The Avengers: Infinity War.

Tahun 2018 merupakan tahun yang sangat dinantikan oleh penggemar Marvel. Pasalnya 3 seri film Avenger berjudul “Black Panther”, “Avengers: Infinity War“, dan “Ant-Man and the Wasp”A�rilis pada tahun 2018. Baru-baru ini tepatnya pada 25 April 2018, filmA�Avengers: Infinity WarA�diputarA�disetiap bioskop di dunia termasuk di Indonesia. Film ini cukup membuat para penonton kagum atas teknologi canggih dari Wakanda dan Stark Industry. Ditambah dengan balutan mistis yakni kekuataan yang dimilliki oleh 6 batu yang disebut “infinity stone“. Keenam batu tersebut berhasil direbut oleh Thanos yang ingin mengurangi separuh populasi mahluk hidup di alam semesta.

Sebelumnya, film Avengers: Infinity War sudah di bahas di warstek.com dengan judul “Menalar Kejahatan Thanos-Infinity War Secara Ilmiah (Dikupas dari Ilmu Demografi dan Fisika)” oleh penulis berbeda. Namun, pada artikel ini akan dibahas tentang teknologi canggih pada baju Black Panther dan Tony Stark yaitu teknologi Nanites (Nanomachines). Jadi, artikel ini tidak membahas batu 6 biji itu ya! Apalagi membahas batu akik. 🙂

Baca jugaA�Menalar Kejahatan Thanos-Infinity War Secara Ilmiah (Dikupas dari Ilmu Demografi dan Fisika)

Teknologi Nanites (Nanomachines)

Teknologi nanites (nanomachines) atau dikenal juga sebagai nanorobot adalahA�bidangA�teknologi baru untukA�menciptakan alat mekanis atau elektromekanik berupa mesin atauA�robot yangA�komponennya berada pada skalaA�yang dimensinya diukur dalam nanometer (sepersejuta milimeter, atau unit 10-9A�meter).A�Nanites difokuskan pada teknik merancang dan membangun nanorobotA� berukuran 0.1-10 mikrometer (100-10.000 nanometer) yang terbuat dariA�komponen-komponen dasar sebagai penyusun yang berukuran nano atau sebesar molekul[2][3][4].A�

Gambar 1. Ilustrasi Nanites (Nano Machines)

Dalam prakteknya, nanites ini masih dalam tahap penelitian oleh banyak tim ilmuwan diseluruh dunia. Dalam proses penelitian dan pengembangannya, ada beberapa nama sebutan lainA�untuk mendeskripsikan teknologi ini yakniA�A�nanobot,A�nanoid, danA�nanomite[3].A�Istilah “Nanit atau Nanite” itu sendiri berasal dari episode “Star Trek: The Next Generation” yang memiliki fitur robot mikroskopik yang disebut Nanites. Nanites tidak berbahaya secara individual, tetapi kuat ketika mereka dalam jumlah besar. Kekuatan tersebut muncul karena nanites dapat bekerja sama untuk mencapai suatu tugas tertentu[5].

Teknologi nanites sebetulnya adalah sebuah nanorobot atau nanomachines tunggal yang kemudian dengan proses dan program tertentu, mereka dapat membentuk dan bergabung menjadi satu kesatuan utuh yang terdiri dari jumlah yang banyak. Hal ini berakibat nanites menjadi lebih kuat dan mempunyai bentuk sesuai dengan keinginan perancang. Seperti halnya sel-sel yang menyusun organ dan organ menyusun organisme. Sebuah sel sebagai sebuah nanites yang kemudian disusun sedemikian rupa lalu membentuk sebuah organ yang memiliki fungsi tertentu. Hanya saja perbedaan pada nanites adalah nano-nano robot tersebut dapat kembali membentuk sebuah koloni kecil dan dapat kembali terbentuk sesuai dengan keinginan perancangnya.

Teknologi Nanites pada Kostum Black Panther dan Tony Stark pada Film Infinity Wars

Bagaimana teknologi nanorobot atau nanites itu bisa beraada di kostum Black Panther dan Tony Stark pada film Infinity War ini?A�Sebelum kita membahas teknologi nanites pada film Infinity War, berikut penulis lampirkan cuplikan video tentang teknologi self-assemblyA�dari riset Universitas Harvard yang serupa dengan teknologi nanites ,

Video youtube di atas merupakan gambaran dari bagaimana teknologi nanites membentuk sebuah mesin yang lebih besar dengan cara membentuk sebuah koloni robot. Namun, robot penyusun diatas masih berukuran besar (berukuran sentimeter) sedangkan teknologi nanites pada kostum Black Panther dan Tony Stark berukuran sangat kecil yaitu skala nanometer.

Pemilihan teknologi nanites untuk kostum Black Panther dan Tony Stark bukan tanpa alasan. Pada peperangan yang mereka hadapi harus menggunakan kostum canggih yang dapat menyerap energi senjata dari serangan musuh dan dapat kembali pulih dan utuh jika seandainya kostumnya rusak. Kostum mereka berdua sama-sama menggunakan teknologi nanites yang terbuat dari material Vibranium (fiksi). Catatan! Kostum Tony Stark hanya pada film infinity war saja yang menggunakan teknologi nanites yang terbuat dari bahan vibranium, pada seri sebelumnya tidak.

VibraniumA�adalah logam fiksi yang muncul dalamA�buku komik Marvel.A�Di cerita Marvel, vibranium pertama kali sampai ke Bumi karena dibawa oleh meteorit pada 10.000 tahun yang lalu.A�Berbagai jenis vibranium yang ditemukan di Wakanda dapat menyerap gelombang suara dan jenis getaran lainnya, termasuk energi kinetik. Memiliki kemampuan dalam menyerap gelombang suara, getaran, dan energi kinetik membuat logam ini lebih kuat[6].

Pada teknologi nanites dengan ukurannya yang berada di skala nanometer, itu berarti kecepatan operasionalnya sangat cepat. Secara alami teknologi nanites akan bekerja semakin cepat dengan semakin kecilnya ukuran mesin.A�Nanites dapat diprogram untuk dapat menggandakan diri sendiri, atau bekerja secara kelompok untuk membangun mesin yang lebih besar atau dapat juga untuk membangun nanochips.

Keuntungan lain dari teknologi nanites adalah setiap satu nanorobot hanya membutuhkan energi dalam jumlah kecil untuk dapat beroperasi.A�Daya tahan robot adalah aset potensial lain yang dimiliki oleh teknologi nanites. Nanites dapat hidup dan beroperasi selama puluhan hingga ratusan tahun sampai nanorobot tersebut rusak[2].

Sifat-sifat fisis yang dimiliki oleh Vibranium memang sangat cocok untuk membuat teknologi nanites yang kemudian dipakai sebagai kostum Black Panther dan Tony Stark. Sistem nanorobot memiliki kecepatan dan ketetapan dalam membentuk kostum dengan kebutuhan sumber daya yang rendah sekaligus dipadu dengan kekuatan yang dimilliki oleh materi vibranium. Benar-benar sebuah materi yang sangat sempurna untuk membuat kostum berteknologi nanites! Tetapi ilmuwan tidak bisa membuatnya dengan material vibranium, karena memang tidak ada dibumi dan itu hanya ada dicerita fiksi saja.

Baca jugaA�Ilmuwan Jerman Kembangkan Teknologi Nanorobot Terkendali Arus Listrik

Berikut video yang menayangkan teknonologi nanites terpasang dan menjadi teknologi canggih pada kostum Black Panther dan Tony Stark,

Demikianlah pembahasan teknologi nanites pada kostum Black Panther dan Tony Stark pada film Infinity War. Selebihnya mengenai teknologi nanites akan penulis bahas pada artikel berikutnya.

Baca jugaA�Viral a�� Slaughterbots, Film Pendek Mengerikan Tentang Robot Otonom yang Mampu Membantai Manusia

 

Referensi:

  1. Zarkasy,A�Hasbulah. 2018. “Menalar Kejahatan Thanos-Infinity War Secara Ilmiah (Dikupas dari Ilmu Demografi dan Fisika)“. warstek.com, 8 Mei 2018 (https://warstek.com/2018/05/08/thanos/) diakses pada 12 Mei 2018
  2. Rouse,A�Margaret. 2011. “nanomachine (nanite)“.A�WhatIs.com, Maret 2011 (https://whatis.techtarget.com/definition/nanomachine-nanite)A�diakses pada 12 Mei 2018
  3. Wikipedia Inggris, Nanorobotics (https://en.wikipedia.org/wiki/Nanorobotics)A�diakses pada 12 Mei 2018
  4. Dadang, Wayan. 2018. “Ilmuwan Jerman Kembangkan Teknologi Nanorobot Terkendali Arus Listrik“. warstek.com, 30 Januari 2018 (https://warstek.com/2018/01/30/nanorobot/)A�diakses pada 12 Mei 2018
  5. RODHAM, KENNETH J. and DAN R. OLSEN, Jr. 1997. “Nanites: An Approach to Structure-Based
    Monitoring“.A�ACM Transactions on Computer-Human Interaction, Vol. 4, No. 2, June 1997, Pages 103a��136.
  6. Wikipedia Inggris, Vibranium (https://en.wikipedia.org/wiki/Vibranium)A�diakses pada 12 Mei 2018

Nilai Artikel Ini
Artikel Berhubungan:

Sponsor Warstek.com:
Wayan Dadang

Wayan Dadang

Mahasiswa S1 Teknik Elektro Universitas Sriwijaya, menekuni Kecerdasan Buatan, Sistem Kontrol, dan Robotika. Mencintai kegiatan membaca Paper Sains, Belajar, Menulis, dan Riset.

Yuk Ajukan Pertanyaaan atau Komentar