Mengidentifikasi Adanya Kehidupan Alien dengan Artificial Intelligence

Oleh: Cholista Rizki

Gambar 1. Kepler-186f/NASA Ames/SETI Institute/JPL-CalTech

Bahasan tentang keberadaan alien memang tiada habisnya. Sejauh ini banyak bermunculan teori teori tentang keberadaan alien dan bagaimana cara membuktikan alien itu ada. Apakah anda pernah berfikir jika ada kehidupan diplanet lain? Apakah diluar bumi memang ada alien?

Dengan kemajuan teknologi dan sains di abad ini, memungkinkan untuk menjawab semua pertanyaan pertanyaan tersebut. Baru baru ini di acara  EuropeanWeek of Astronomy and Space Science memaparkan sebuah penelitian baru oleh Centre for Robotics and Neural Systems (CRNS) di Universitas Plymouth, yang menyatakan bahwa bagaimana Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan dapat digunakan untuk mengidentifikasi kemungkinan adanya kehidupan diplanet lain.

Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan merupakan suatu sistem komputasi yang saling berhubungan dan terdiri dari neuron buatan yang disebut node. Sistem-sistem komputasi ini dapat belajar melalui pengenalan pola untuk mengidentifikasi pola-pola kompleks. Pada penelitian ini, digunakan teknik baru AI yang disebut dengan Artificial Neural Networks (ANN). Sistem ini terinspirasi dari struktur jaringan saraf biologis yang mampu meniru cara belajar otak manusia, sehingga dapat memilah dan mengidentifikasi  pola data yang rumit dalam jumlah besar dan mempersingkat waktu dalam proses mengklasifikasikannya.[3][4]

Dalam studi ini ilmuwan dari CRNS menggunakan ANN untuk mengklasifikasikan planet planet mana saja yang terkait dengan kemungkinan adanya kehidupan dengan melihat kondisi kelayakhunian planet tersebut.

Ilmuwan CRNS memberikan informasi pengamatan atmosfer yang dikenal sebagai profil spektrum tipe planet dari NASA Planetary Spectrum Generator (PSG) kepada jaringan. Lebih dari seratus profil spektrum beresolusi tinggi yang diberikan dan setiap profil memiliki ratusan parameter yang terkait kelayakhunian planet. Kemudian jaringan akan mengklasifikasikan planet planet tersebut menggunakan pengukuran “probabilitas hidup” berdasarkan pada sifat atmosfer dan sifat orbital ditata surya.[4]

Setelah itu data disusun menjadi lima jenis planet yaitu: kondisi Bumi masa kini, kondisi Bumi awal, Mars, Venus dan Titan (bulan terbesar Saturnus). Jenis-jenis ini dipilih karena memiliki komposisi bebatuan dan atmosfer yang paling berpotensi ‘layak huni’ di tata surya kita.[3]

Gambar 2. Diagram Skematis dari sistem ANN[2]

Baca juga:

Secara skematis sistem ANN terdiri dari tiga bagian yaitu bagian input layer, hidden layer dan ouput layer. Input Layer berisi data nilai dari spektrum atmosfer planet pengujian. Sedangkan output layer berisi data ‘kemungkinan hidup’, yang didasarkan pada pengukuran kemiripan data input layer dengan kelima target Tata Surya (Bumi masa kini, Bumi awal, Mars, Venus dan Titan). Data Input Layer akan melewati serangkaian lapisan tersembunyi di jaringan (Hidden Layer), yang saling terhubung dan memungkinkan jaringan untuk mempelajari pola garis spektrum mana yang sesuai dengan tipe planet tertentu. Sehingga dapat mengklasifikasikan planet planet baru dalam kelima target Tata Surya.[2]

Menurut para peneliti berdasarkan profil spektrum ini, ANN dapat memprediksi kelayakan berbagai planet, dan sebagai hasilnya, menghemat waktu peneliti dengan memungkinkan mereka untuk fokus hanya pada target yang paling menjanjikan. Teknik ini telah berhasil mengkategorikan planet baru.[4]

Sistem untuk menentukan exoplanet yang bisa dihuni

 Gambar 3.Kepler-22b/NASA/Ames/JPL-Caltech

Tim penelitian menyatakan bahwa sistem ANN beradaptasi dengan baik bahkan ketika diberi profil spektrum baru dan asing. Saat ini hanya bumi masih satu-satunya planet yang dikenal untuk mendukung kehidupan, dengan adanya data baru yang dapat membantu para astronom merencanakan misi eksplorasi antar bintang dimasa depan ke planet-planet yang lebih mungkin untuk menjadi planet tempat kehidupan asing berada.[1]

Menurut Peneliti, berdasarkan hasil sejauh ini, sistem ANN mungkin terbukti sangat berguna untuk mengkategorikan berbagai jenis exoplanet dengan probabilitas adanya kehidupan diplanet menggunakan hasil dari observatorium yang berbasis di darat dan dekat Bumi. Selain itu, perkembangan dari sistem ini juga dapat dimanfaatkan untuk pesawat luar angkasa robotik di masa depan [1]

Daftar Pustaka :

[1] Samantha Mathewson. 2018. Artificial Intelligence Classify Planets Probability Life. Diakses dari : https://www.space.com/40203-artificial-intelligence-classify-planets-probability-life.html pada 10 Mei 2018

[2] Andrea Morris. 2018. Artificial Intelligence Learns to Predict the Likelihood of Life On Other Planets. Diakses dari : https://www.forbes.com/sites/andreamorris/2018/04/03/artificial-intelligence-learns-to-predict-the-likelihood-of-life-on-other-planets/#64c157225b08 pada 10 Mei 2018

[3] Loukia Papadopoulos. 2018. New AI Can Help Identify Potential Alien On Other Planets. Diakses dari : https://interestingengineering.com/new-ai-can-help-identify-potential-alien-life-on-other-planets pada 10 Mei 2018

[4] Aristos Georgiou. 2018. How Artificial Intelligence Could Help Us Find Planets May Host Alien Life. Diakses dari : http://www.newsweek.com/how-artificial-intelligence-could-help-us-find-planets-may-host-alien-life-870296 pada 10 Mei 2018

Artikel Berhubungan:

Sponsor Warstek.com:
Warung Sains Teknologi

Warstek Media

Warung Sains Teknologi (Warstek) adalah media SAINS POPULER yang dibuat untuk seluruh masyarakat Indonesia baik kalangan akademisi, masyarakat sipil, atau industri. Sampai saat ini, sains dan teknologi berkesan ekslusif yang hanya ada di laboratorium dan tidak mampu secara langsung berdampak kepada masyarakat. Akibatnya masyarakat, pemerintah dan industri tidak menjadikan sains sebagai sarana mengatasi permasalahan atau membuat kebijakan. Untuk itu, warstek hadir untuk menjawab tantangan tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *