Green Diesel : Bahan Bakar Nabati (BBN) kembaran Bahan Bakar Minyak (BBM)

Oleh: David Gunawan

Bahan bakar kini telah menjadi salah satu aspek yang sangat penting dalam kehidupan manusia. Pasalnya transportasi yang kian aktif dan banyak mekanisasi diberbagai bidang yang membutuhkan bahan bakar. Permasalahan terbesar yang muncul adalah konsumsi BBM yang terus naik tiap tahunnya, dilansir pada tahun 2030 akan naik mencapai 107 juta kilo liter/tahun dan masalah selanjutnya yang menghantui Indonesia adalah sekitar 50% atau tepatnya 55,64% dari BBM tersebut dipenuhi melalui impor.

Salah satu kekayaan alam potensial untuk menjawab permasalahan tersebut adalah minyak sawit, Indonesia yang saat ini merupakan ekspor CPO (Crude Palm Oil=Minyak Mentah Sawit) nomor satu di dunia dengan 32 juta ton/tahun sudah mampu memenuhi kebutuhan pangan dalam negeri dari segi minyak. Oleh karena itu, CPO CPO yang tidak terpakai dan diekspor dapat dihilirisasi lebih jauh menjadi green diesel.

Mungkin kita pernah mendengar ada yang namanya biodiesel. Lalu apa bedanya dengan green diesel? Biodiesel sudah dicampur didalam solar menjadi biosolar dan memiliki target bauran 20% pada tahun 2016 (B-20) dan 30% pada tahun 2020 (B-30). Biodiesel dan Green diesel sama sama menggunakan minyak nabati sebagai bahan bakunya, namun pada biodiesel akan melalui tahapan transesterifikasi dengan alkohol sehingga produk yang dihasilkan berupa senyawa golongan ester. Sedangkan pada Green diesel, dengan perengkahan secara katalitik akan dihasilkan produk berupa golongan hidrokarbon. Sehingga green diesel benar benar hanya terdiri dari atom C dan atom H,sedangkan pada biodiesel masih  terdapat atom O juga.

Gambar 1 . Green diesel

Jadi bisa dibilang bahwa untuk jumlah atom C yang sama, green diesel benar benar identik dengan diesel dari minyak bumi. Sehingga untuk penggunaan atau aplikasinya benar-benar bisa sama dengan BBM pada umumnya, tanpa kendala tertentu yang ditimbulkan oleh biodiesel.

Sederhananya, proses pembuatan green diesel menggunakan katalis. Katalis itu sendiri mempercepat reaksi melalui pencarian jalur reaksi lain yang energi aktivasinya lebih rendah sehingga reaksi dapat lebih cepat dan tepat. Salah satu katalis yang digunakan adalah HyZSM5 pada publikasi Catalytic Cracking of Vegetable Oil for Biogasoline Production : Optimization of Operating Parameters in a Fixed-Bed Reactor. Katalis ini berpori hirarki, katalis ZSM5 ini akan aktif merengkahkan minyak sawit menghasilkan green gasoline. [2]

Gambar 2. Gambar sederhana kerja katalis

Bahan baku yang digunakan pada penelitian adalah RBDPO (Refined Bleached Deodorized Palm Oil= Minyak sawit yang sudah dimurnikan , dibleaching, dihilangkan bau ). Bahan baku tersebut dimasukkan ke dalam sebuah reaktor (tempat terjadinya reaksi) dan akan dikontakkan dengan katalis tersebut sehingga menghasilkan green gasoline. Green gasoline yang dihasilkan memiliki RON 96. [2]

Gambar 3. jalur reaksi yang diusulkan dengan menggunakan katalis tersebut.

Jadi katalis tersebut akan mengarahkan reaksi menuju ke gasoline. Akan melewati beberapa tahap (bagian sebelah kanan) hinga menjadi fraksi fraksi bahan bakar [1] yang sangat mirip dengan BBM. Sehingga dapat digunakan sebagai pengganti BBM.

Gambar 3. Ilustrasi reaksi, dengan menggunakan katalis lain yaitu NiAl2O4[3]

Sedang banyak dilakukan riset untuk terus menjadikan proses ini ke skala pilot maupun industri baik menggunakan katalis lain maupun proses lain seperti gambar diatas yang tidak melakukan perengkahan melainkan melalui reaksi deoksigenasi[3]. Karena apabila teknologi ini sudah benar-benar matang, permasalahan bahan bakar dan impornya di Indonesia dapat terselesaikan. Terlebih lagi dengan proses ini dapat mengurangi ketergantungan Indonesia dari bahan bakar fosil dan meningkatkan hilirisasi minyak mentah sawit yang sebagian masih di ekspor.

Referensi

[1] Emori, Erick yuki., dkk. 2016. Catalytic cracking of soybean oil using ZSM5 zeolite, Chemical Engineering Department, University State of Maringá, Colombo Avenue, 5790, 87020-090, Maringá, Paraná, Brazil

[2]Makertihartha,dkk. 2017. Catalytic cracking of vegetable oil for biogasoline producion : optimization of operating parameters in a fixed-bed Reactor. LPPM-ITB.

[3]Srifa,Atthapon,dll.2018. NiAl2O4 spinel-type catalysts for deoxygenation of palm oil to green diesel.

Nilai Artikel Ini
Artikel Berhubungan:

Sponsor Warstek.com:
Warung Sains Teknologi

Warstek Media

Warung Sains Teknologi (Warstek) adalah media SAINS POPULER yang dibuat untuk seluruh masyarakat Indonesia baik kalangan akademisi, masyarakat sipil, atau industri. Sampai saat ini, sains dan teknologi berkesan ekslusif yang hanya ada di laboratorium dan tidak mampu secara langsung berdampak kepada masyarakat. Akibatnya masyarakat, pemerintah dan industri tidak menjadikan sains sebagai sarana mengatasi permasalahan atau membuat kebijakan. Untuk itu, warstek hadir untuk menjawab tantangan tersebut.

Yuk Ajukan Pertanyaaan atau Komentar