Trend Big Data

Oleh: Novia Lestari

Di era teknologi informasi seperti sekarang ini, data merupakan salah satu hal penting yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan sehari – hari dan merupakan salah satu sumber daya yang sangat berharga bagi sebuah perusahaan maupun organisasi, baik skala besar maupun skala kecil.  Perkembangan teknologi komputasi dan media penyimpanan yang luar biasa ini membuat aliran informasi meningkat dalam jumlah yang besar setiap harinya, sehingga memungkinkan kita sebagai pengguna maupun pengelola suatu sistem informasi untuk mengumpulkan dan menyimpan data dari berbagai sumber dengan jumlah yang besar yang seringkali menyebabkan terjadinya penumpukan data. Karena banyaknya data dalam setiap transaksi dan pertumbuhan data yang pesat tersebut, tidak jarang kumpulan data tersebut dibiarkan begitu saja. Padahal kita bisa menganalisis dan menambang informasi-informasi dari kumpulan data itu dan menjadikannya informasi yang berguna untuk mendukung keputusan ataupun membantu dalam menentukan strategi pemasaran.

Untuk merespon kebutuhan dalam menganalisis data yang jumlahnya besar tersebut, ada sebuah teknologi yang memiliki tools untuk menyimpan dan memproses data secara besar, yaitu teknologi Big Data. Teknologi inovasi ini muncul dari beberapa perusahaan teknologi seperti Twitter dan Facebook yang secara periodik meningkatkan kesadaran organisasi lain terkait hambatan akan data mereka. Big Data adalah terminologi dari data yang sangat besar dan kompleks yang mempunyai kemampuan untuk melakukan proses data dari data yang sangat bervariasi dan dari berbagai sumber [1].

Gambar 1. Terminologi Big Data

Dalam penerapannya untuk menganalisis sejumlah besar data, Big Data memiliki tiga komponen yang terdiri dari Volume, Velocity, dan Variety. Volume berkaitan dengan ukuran data (penyimpanan data dalam jumlah besar), Terrabyte, record, transaksi, tabel dan file. Velocity (kecepatan dalam akses data) berkaitan dengan batch, near time, waktu nyata, stream (aliran). Sedangkan Variety (variasi format data) berkaitan dengan  terstruktur, tidak terstruktur, semi terstruktur dan ketiga jenis data tersebut [2]. Seperti terlihat dalam gambar 2 berikut ini :

Baca juga:

Gambar 2. Komponen 3V Big Data

Dengan ketiga komponen tersebut di atas, sewajarnya big data memiliki volume yang besar, kecepatan data yang tinggi, dan ketersediaan jenis data yang bermacam-macam, sehinggga mampu dalam menganalisis data baik dalam bentuk unstructured data sekalipun (contohnya seperti data orang yang mengirim teks di media sosial atau juga data dari platform berita online).

Big Data sendiri sebenarnya sudah muncul sejak tahun 2005 lalu, hanya saja baru ramai dibahas belakangan ini karena memberi dukungan yang besar bagi para pengusaha dan industri dalam bidang IT. Big Data dapat dijadikan sebuah solusi dalam identifikasi peluang yang ada sehingga dapat meningkatkan pendapatan dan pencapaian tujuan perusahaan menjadi lebih mudah.

Beberapa keuntungan dan manfaat Big Data dalam dunia bisnis adalah sebagai berikut : [3]

  1. Penyimpanan data dalam jumlah besar menggunakan sistem cloud, sehingga lebih hemat dalam hal pembiayaannya.
  2. Big Data dapat menganalisis sumber-sumber data dan informasi, sehingga pengambilan keputusan dapat dilakukan dengan lebih cepat.
  3. Pengukuran kebutuhan dan kepuasan pelanggan dapat dilakukan untuk menciptakan produk dan layanan terbaru.

Sehubungan dengan meningkatnya permasalahan data dengan jumlah yang sangat besar, trend big data digadang-gadangkan bakal menjadi salah satu pondasi penting dalam dunia industri, perbankan, komunikasi, transportasi, maupun bidang-bidang penting lainnya.

Tertarik dengan trend data yang satu ini? Silahkan gali sebanyak-banyaknya ilmu tentang big data analytic ini, agar kamu bisa menjadi data scientist yang handal yang mampu merekonstruksi data dan kemudian memformulasikan dan menganalisis data tersebut untuk membantu pengambilan keputusan. Karena sehebat apapun teknologi dan trend yang ada, jika tak ditunjang dengan kesiapan dan ketersediaan SDM yang berkompeten itu percuma.

 

REFERENSI :

[1]   Bughin, J., Chui, M. and Manyika, J. (2010). Clouds, Big Data, and Smart Assets: Ten Tech-Enabled Business Trends to Watch. McKinsey Quarterly, 1-14.
[2]  Russom, Phillip. 2011. Big Data Analytics. TDWI best practices report, The Data Warehousing Institute (TDWI) Research.
[3]   Joe Caserta and Elliott Cordo. 2016. Data Warehousing in the Era of Big Data. Database Trends and Applications

Artikel Berhubungan:

Sponsor Warstek.com:
Warung Sains Teknologi

Warstek Media

Warung Sains Teknologi (Warstek) adalah media SAINS POPULER yang dibuat untuk seluruh masyarakat Indonesia baik kalangan akademisi, masyarakat sipil, atau industri. Sampai saat ini, sains dan teknologi berkesan ekslusif yang hanya ada di laboratorium dan tidak mampu secara langsung berdampak kepada masyarakat. Akibatnya masyarakat, pemerintah dan industri tidak menjadikan sains sebagai sarana mengatasi permasalahan atau membuat kebijakan. Untuk itu, warstek hadir untuk menjawab tantangan tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *