Bayi Tiga Orangtua – Solusi Tepat Untuk Kelainan Mitokondria?

Oleh: Arief Ramadhan Pulungan

Seorang bayi tiga orangtua lahir pada April 2016, di Amerika Serikat [1]. Ayah dan ibunya dari Yordania [1]. Mereka datang ke New York untuk mendapat penanganan khusus dari Dr. John Zhang, seorang ahli in vitro fertilization (IVF) atau bayi tabung, di New Hope Fertility Center [1].

Semenjak kelahiran ini diumumkan, Dr. Zhang  dan timnya mendapat kritik dari berbagai pihak [2]. Sebagian menganggap mereka tidak beretika, dan beberapa lainnya meragukan kebenaran klaim mereka [2]. Tim Zhang menjawab kontroversi ini melalui paper di Reproductive Biomedicine Online yang terbit pada 3 April 2017 [2].

Dalam paper itu pertama-tama dijelaskan bahwa ibu dari anak ini memiliki kelainan(mutasi) pada mitokondria – sumber tenaga sel [1]. Mutasi ini menyebabkan sindrom Leigh, yang membuatnya mengalami empat keguguran dan dua kali kehilangan nyawa anaknya – anak pertama pada usia enam tahun dan anak kedua saat berumur delapan bulan [1].

Pasangan ini lalu memutuskan untuk melakukan transfer gen pada persalinan berikutnya. Gen mitokondria ibu diganti dengan gen mitokondria sehat dari seorang donor, sehingga anak mereka dianggap memiliki tiga orangtua: ayah, ibu, dan ibu donor (gen mitokondria hanya bisa diturunkan dari perempuan) [3].

Gen mitokondria diwariskan hanya dari ibu, berbeda dengan gen pada inti sel (nukleus) yang didapat baik dari ayah maupun ibu [3]. Secara analogi, gen nukleus berfungsi sebagi resep untuk merancang setiap sel tubuh, sehingga membentuk karakteristik seseorang [3]. Jadi, meskipun anak tiga orangtua memperoleh gen mitokondria dari donor, karakteristiknya tetap didapat dari ayah dan ibunya saja.

Metode

Ada dua metode transfer gen yang ditawarkan Zhang, yaitu pronuclear transfer dan spindle transfer [1]. Pasangan ini memilih yang kedua [1]. Secara sederhana, prosedur spindle transfer adalah:

Gambar 1. Metode Spindle Transfer [4]

Langkah:

  1. Sel telur ibu dan sel telur donor diambil[4]
  2. Nukleus pada sel telur ibu dipisahkan dari sel telurnya, sementara nukleus pada sel telur donor dibuang[4]
  3. Nukleus ibu dimasukkan ke sel telur donor[4]. Sel telur termodifikasi ini lalu dibuahi dengan sperma dalam proses IVF (bayi tabung), sebelum akhirnya dimasukkan ke rahim ibu [4]

Solusi untuk kelainan mitokondria?

Bayi laki-laki pasangan asal Yordania ini akhirnya lahir dengan mitokondria yang sehat [1]. Jika anak mereka tumbuh dengan normal, teknik bayi tiga orangtua agaknya bisa menjadi solusi bagi ibu yang memiliki mutasi pada mitokondria. “Pemantauan lanjutan terhadap kondisi anak akan terus dilakukan. Sejauh ini (per april 2017, setelah bayi itu berusia satu tahun), tidak ada abnormalitas pada anak tersebut,” tulis tim Zhang dalam paper berjudul Live Birth Derived from Oocyte Spindle Transfer to Prevent Mithocondrial Disease itu [1].

Transfer gen dilakukan tim Zhang di Meksiko, karena di Amerika prosedur ini illegal [5]. Meski demikian, belum ada hukum yang melarang seorang ibu untuk mengandung dan melahirkan anak tiga orangtua, sehingga pasangan ini bisa kembali ke New York [5].

Regulasi tentang transfer gen mungkin suatu saat juga akan dibutuhkan Indonesia. Ada pertanyan-pertanyaan yang harus kita jawab dalam membuat peraturan ini. Secara etika, siapakah yang pantas menjadi ibu donor? Karena pada prosesnya, sperma juga membuahi sel telur donor, meski bukan dalam bentuk sel telur yang utuh. Sudah terujikah metode transfer gen yang digunakan? Adakah alternatif lain?

Menurut Zhang, belum ditemukan efek negatif dari transfer gen yang mereka lakukan [1]. “Sudah tentu akan ada kontroversi tentang teknik ini, sehingga penelitian harus terus dilanjutkan,” tertulis di akhir paper itu [1].

***

Referensi:

[1] Zhang, John. et al. 2017. Live birth derived from oocyte spindle transfer to prevent mithocondrial disease. Reproductive Biomedicine Online.

[2]  Reardon, Sara. 2017. Genetic details of controversial ‘three-parent baby’ revealed. Diakses dari: https://www.nature.com/news/genetic-details-of-controversial-three-parent-baby-revealed-1.21761 pada 4 Mei 2018

[3]  Mukherjee, Siddhartha. 2016. The Gene: An Intimate History.

[4]  Sample, Ian. 2013. Three-person IVF: UK Government Backs Mitochondrial Transfer. Diakses dari:  https://www.theguardian.com/science/2013/jun/28/uk-government-ivf-dna-three-people pada 4 Mei 2018

[5]  Kolata, Gina. 2016. Birth of Baby With Three Parents’ DNA Marks Success for Banned Technique. Diakses dari: https://www.nytimes.com/2016/09/28/health/birth-of-3-parent-baby-a-success-for-controversial-procedure.html pada 4 Mei 2018

Nilai Artikel Ini
Artikel Berhubungan:

Sponsor Warstek.com:
Warung Sains Teknologi

Warstek Media

Warung Sains Teknologi (Warstek) adalah media SAINS POPULER yang dibuat untuk seluruh masyarakat Indonesia baik kalangan akademisi, masyarakat sipil, atau industri. Sampai saat ini, sains dan teknologi berkesan ekslusif yang hanya ada di laboratorium dan tidak mampu secara langsung berdampak kepada masyarakat. Akibatnya masyarakat, pemerintah dan industri tidak menjadikan sains sebagai sarana mengatasi permasalahan atau membuat kebijakan. Untuk itu, warstek hadir untuk menjawab tantangan tersebut.

Yuk Ajukan Pertanyaaan atau Komentar