Aplikasi Pleurotus Ostreatus Pada Metode Biopulping dalam Pembuatan Jerami Paper Bags (Jempers) Sebagai Alternatif Penggunaan Kantong Plastik di Indonesia

Oleh: Mona Indriani

Plastik sangat mudah ditemukan dan keberadaanya menjadi bagian hidup manusia. Penggunaan plastik semakin lama semakin meluas karena sifatnya kuat, tahan terhadap air maupun kelembaban tinggi, tidak mudah rusak dan tahan lama. Penggunaan plastik dunia yang banyak, juga menyebabkan banyaknya limbah plastik. Fenomena ledakan sampah plastik tidak hanya terjadi di Negara maju, akan tetapi juga di Negara berkembang. Kota-kota di dunia menghasilkan sampah plastik 1,3 miliar ton per tahun. Menurut perkiraan Bank Dunia, jumlah ini bertambah hingga 2,2 miliar ton pada tahun 2025  (Lingkungan hidup, 2016). Limbah plastik di Indonesia menduduki peringkat kedua yaitu 5,4 juta ton per tahun atau 14% dari total produksi limbah  (Khamin, 2013).

Gambar 1. Pencemaran lingkungan akibat sampah pastik yang menyebabkan hewan laut mati

Sumber : www.ParksProject.org

Limbah terutama kantong plastik menjadi permasalahan yang serius karena sifatnya yang nondegradable dan sekali pakai, tidak dimanfaatkan, sehingga limbahnya akan menumpuk dan merusak lingkungan serta mengganggu kehidupan tumbuhan maupun hewan (Gambar 1). Penduduk dunia, diperkirakan menggunakan 500 juta sampai 1 milyar kantong plastik per tahun. Penyumbang terbesar keberadaan kantong plastik yaitu supermarket, minimarket, pedagang kaki lima, toko-toko di pasar bahkan warung dan pedagang kaki lima. Di Indonesia, upaya dalam mengurangi kantong plastik pernah dilakukan yaitu diet plastik dan kantong plastik berbayar, akan tetapi upaya tersebut baru diterapkan oleh supermarket di kota-kota besar saja.

Jerami Paper Bags (Jempers) dapat dijadikan alternatif kantong plastik. Jempers memiliki bahan dasar jerami, karena selain mudah diperoleh, jerami mengandung lignoselulosa yang terdiri atas selulosa 32,1%, hemiselulosa 24%, dan lignin 18%. Proses deliginifikasi jerami memanfaatkan Pleurotus ostreatus yang dapat menghasilkan enzim ligninase dan bersifat ramah lingkungan, karena tidak menggunakan bahan kimia seperti proses pembuatan paper pada umumnya. Hasil proses delignifikasi tersebut akan diperoleh selulosa dan hemiselulosa sebagai polimer pembuatan paper bags jerami. Pembuatan paper bags berbahan dasar jerami melewati beberapa tahapan, salah satunya yaitu pembuatan pulp. Jerami padi harus didegradasi melalui tahap delignifikasi terlebih dahulu untuk mendapatkan serat yang bagus (Anindyawati, 2010). Proses degradasi jerami padi secara biologi bisa menggunakan jamur pelapuk putih seperti Pleurotus ostreatus. Jamur ini merupakan kelompok basidiomycetes yang paling efektif dalam perlakuan biologis pada bahan berlignoselulosa. Proses biodelignifikasi dimulai ketika miselium pelapuk putih menembus dan membentuk koloni dalam sel kayu lalu mengeluarkan enzim yang berdifusi melalui lumen dan dinding sel. Hal ini menyebabkan terjadinya penurunan kekuatan fisik kayu dan pembengkakan jaringan kayu. Kemampuan mendegradasi lignin ini tidak lepas dari peran enzim ekstraseluler yang dihasilkannya yang biasa disebut enzim lignolitik  (Deacon, 2005).

Gambar 2. Design Jempers (jerami paper bags) ramah lingkungan

Jerami padi sisa hasil panen disiapkan terlebih dahulu, kemudian dicuci untuk membersihkan kotoran yang menempel. Jerami padi dikeringkan di bawah sinar matahari kurang lebih 3 hari, setelah kering kemudian digiling untuk memudahkan dalam pendegradasian oleh P. ostreatus. Jerami yang sudah digiling dimasukkan dalam wadah, inokulasikan jamur P. ostreatus pada jerami padi kemudian di inkubasi sekitar 3 minggu, kemudian mengalami proses pencetakan, design paper bags berasal dari Barry packaging (Gambar 2).

DAFTAR PUSTAKA

  • Anindyawati, T., 2010. Potensi Selulosa dalam Mendegradasi Lignoselulosa. Berita selulosa, 45(2), pp. 70-77.
  • Deacon, 2005. White Rot. [Online]  Available at: helios.bto.ed.ac.uk/bto/fungal/biology/ [Diakses 20 Maret 2018].
  • Hidup, L., 2016. Masalah Sampah Plastik di Dunia dan di Indonesia. [Online]  Available at: https://lingkunganhidup.co/sampah-plastik-indonesia-dunia/ [Diakses 20 Maret 2018].
  • Khamin, A., 2013. Sampah Plastik di Indonesia. [Online] Available at: http://inswa.or.id/?p=1026 [Diakses 20 Maret 2018].

Artikel Berhubungan:

Sponsor Warstek.com:
Warung Sains Teknologi

Warstek Media

Warung Sains Teknologi (Warstek) adalah media SAINS POPULER yang dibuat untuk seluruh masyarakat Indonesia baik kalangan akademisi, masyarakat sipil, atau industri. Sampai saat ini, sains dan teknologi berkesan ekslusif yang hanya ada di laboratorium dan tidak mampu secara langsung berdampak kepada masyarakat. Akibatnya masyarakat, pemerintah dan industri tidak menjadikan sains sebagai sarana mengatasi permasalahan atau membuat kebijakan. Untuk itu, warstek hadir untuk menjawab tantangan tersebut.

Yuk Ajukan Pertanyaaan atau Komentar