Melirik Sisi Lain Nuklir: Penggunaan Radiasi Sinar Gamma Untuk Varietas Tanaman Jagung

Oleh: Vandi Caesario

Di zaman yang modern ini seringkali kita mendengar tentang hal-hal yang berhubungan dengan nuklir, seperti adanya perang nuklir, senjata nuklir, dan lain sebagainya. Namun apakah benar nuklir se-menyeramkan itu hingga dari apa yang kita bayangkan nuklir dapat menjadi sebuah senjata pemusnah massal? Kalau dilihat dengan seksama, nuklir bak seperti pedang bermata dua, jika nuklir dipegang oleh orang-orang yang memiliki niaat yang buruk maka nuklir dapat menjadi sebuah senjata pemusnah massal. Lain halnya jika nuklir digunakan oleh orang-orang dengan niat baik, maka nuklir tersebut dapat menjadi sangat bermanfaat untuk kehidupan manusia.

Mungkin dari kita bertanya-tanya, apa sih manfaat yang dapat kita ambil dari nuklir? Atau apa saja hal-hal yang bisa dimanfaatkan dari nuklir itu sendiri?. Pertanyaan-pertanyaan seperti itu memang wajar untuk ditanyakan oleh kita-kita yang memang masih awam terhadap nuklir, tapi sedikit gambaran saja hal-hal yang dapat kita manfaatkan dari nuklir itu seperti adanya pembangkit listrik tenaga nuklir yang mana kita memanfaatkan panas hasil reaksi dari nuklir untuk dapat diubahnya menjadi penghasil listrik dengan cara sedemikian rupa, kemudian adapula pemanfaatan dari sinar radiasi dari nuklir tersebut untuk berbagai bidang seperti pertanian, kedokteran dan lain-lain.

Sedikit kita akan membahas tentang pemanfaatan dari nuklir terssebut untuk hal-hal yang baik tentunya, yaitu tentang pemanfaatan radiasi sinar gamma untuk pertanian. Sebelum memasuki tentang pemanfaatannya mari kita belajar sekilas tentang apa itu radiasi nuklir serta macam-macamnya.

Radiasi nuklir terdiri dari berbagai macam, yaitu radiasi sinar alfa, radiasi sinar beta dan radiasi sinar gamma. Disini kita akan membahas tentang radiasi sinar gamma saja. Apa itu radiasi sinar gamma? Radiasi sinar gamma adalah energi yang dipancarkan dalam bentuk gelombang elektromagnetik[1]. Sinar gamma ini dapat dimanfaatkan diberbagai hal salah satunya yaitu untuk pertanian. Salah satu penelitan tentang pemanfaatan sinar gamma adalah tentang penggunaan radiasi sinar gamma terhadap varietas jagung. Dalam penelitian ini digunakan tiga jenis varietas tanaman jagung yaitu Bisma, Gumarang dan  lokal Madura.

Gambar 1. Salah satu Varietas Jagung yaitu Bisma

Dalam Percobaan ini digunakan dosis radiasi sinar gamma mulai dari 0, 100, 200, dan 300 Gy[2]. Benih-benih jagung ini diberi radiasi sinar gamma di Pusat Aplikasi Teknologi Isotop dan Radiasi BATAN. Kemudian benih-benih ini ditanam di kebun percobaan Fakultas Pertanian, UPN Veteran, Jawa Timur. Benih-benih tersebut dirawat sedemikian rupa hingga dapat diamati perubahan-perubahan yang terjadi. Sifat-sifat yang diamati contohnya meliputi tinggi tanaman (cm), jumlah daun, diameter batang (cm), jumlah tongkol, umur masak fisiologis (hari), berat biji (g), dan berat 100 biji (g).

Hasil dari penelitian ini adalah untuk tinggi tanaman dan diameter batang tidak berpengaruh secara nyata setelah diberi radiasi, namun untuk jumlah daunnya setelah diberi radiasi jagug varietas bisma memiliki jumlah daun terbanyak kemudian diikuti gumarang dan paling sedikit madura lokal[2]. Kemudian untuk jumlah tongkol, berat biji per tanaman dan jumlah biji itu sendiri didapatkan hasil bahwa saat diberi dosis radiasi sebanyak 200 Gy menghasilkan tongkol paling banyak, serta berat dan jumlah biji tertinggi juga didapat saat diberi dosis sebanyak 200 Gy juga[2]. Lalu untuk ukuran biji sendiri yang dihitung dengan berat 100 biji tidak dipegaruhi oleh radiasi sinar gamma[2]. Lalu untuk varietas jagungnya sendiri jumlah tongkol tertinggi didapat oleh varietas lokal Madura. Sedangkan untuk berat biji, jumlah biji, dan berat 100 biji tertinggi didapat oleh varietas Bisma yang diikuti oleh Gumarang dan yang terakhir adalah Lokal Madura[2]. Jadi dapat disimpulkan  bahwasanya radiasi sinar gamma disini dapat memengaruhi pertumbuhan dan hasil tanaman jagung, namun jika dosis tersebut tidak pas atau bahkan melebihi yang semestinya maka malah dapat membuat pertumbuhan dan hasil tanaman jagung tersebut menurun. Karena pada hakikatnya segala sesuatu harus sesuai porsinya masing-masing.

Daftar Pustaka

[1] Alatas, Z., Hidayati, S., & Akhadi, M. (t.thn.). Buku Pintar Nuklir.

[2] Makhziah, S. Y. (2017). Pengaruh Radiasi Sinar Gamma Cobalt-60 Terhadap Sifat Morfologi dan Agronomi Ketiga Varietas Jagung (Zea mays L.). Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia (JIPI), Vol. 22 (1): 41-45.

Semua gambar bersumber dari google

Nilai Artikel Ini
Artikel Berhubungan:

Sponsor Warstek.com:
Warung Sains Teknologi

Warstek Media

Warung Sains Teknologi (Warstek) adalah media SAINS POPULER yang dibuat untuk seluruh masyarakat Indonesia baik kalangan akademisi, masyarakat sipil, atau industri. Sampai saat ini, sains dan teknologi berkesan ekslusif yang hanya ada di laboratorium dan tidak mampu secara langsung berdampak kepada masyarakat. Akibatnya masyarakat, pemerintah dan industri tidak menjadikan sains sebagai sarana mengatasi permasalahan atau membuat kebijakan. Untuk itu, warstek hadir untuk menjawab tantangan tersebut.

Yuk Ajukan Pertanyaaan atau Komentar