Silika: Alternatif Baru agar Tanaman Tahan Kekeringan

Oleh : Ikhyari Fatati Noryana

Lahan kering di Indonesia cukup luas, dengan taksiran sekitar 60,7 juta hektar atau 88,6% dari total luas lahan. Namun, pengembangan lahan kering umumnya memiliki permasalahan yang seperti miskin unsur hara serta ketersediaan air juga rendah. Padahal air merupakan kebutuhan penting yang mutlak diperlukan oleh tanaman. Kekeringan pada tanaman kedelai dapat menghambat pertumbuhan tanaman seperti mengurangi laju pelebaran daun dan Leaf Area Index (LAI), jumlah klorofil, penutupan stomata dan penurunan bobot kering tanaman.

Pemberian pupuk silika merupakan salah satu upaya untuk mengatasi permasalahan tanaman di lahan kering. Silika (Si) merupakan unsur hara yang melimpah di kerak bumi Namun, Si merupakan unsur yang inert (sangat tidak larut) sehingga selama ini Si dianggap tidak memiliki arti penting bagi proses-proses biokimia dan kimia padahal perannya dalam pertumbuhan tanaman sangat menguntungkan[1]. Pupuk silika hanya dianggap sebagai beneficial element atau unsur hara yang hanya dibutuhkan untuk meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman graminae saja padahal silika merupakan unsur yang dimiliki oleh semua tanaman, namun kadar silika dalam setiap tanaman berbeda-beda. Berbagai penelitian telah dilakukan pada berbagai tanaman yang lain sejak diketahui bahwa pupuk silika dapat membantu menguatkan dinding sel untuk melawan serangan fungi dan meningkatkan permeabilitas akar sel terhadap masuknya air dan mineral.

Studi menunjukkan bahwa peran pupuk silika dapat mengurangi tendensi tanaman yang layu pada kondisi kekeringan karena penurunan permeabilitas uap air dari dinding sel epidermal daun [1]. Pupuk silika ini  memiliki kemampuan untuk mempertebal dinding sel, Sehingga penambahan silika dapat meningkatkan kekerasan akar. Akar yang lebih keras ini akan mempermudah akar untuk menembus lapisan tanah yang keras untuk menyerap air  yang dibutuhkan oleh tanaman pada kondisi kekeringan tanpa harus merusak jaringan akar. Pupuk silika terlibat dalam fortifikasi tanaman melawan oksidasi membran sel, yang mengarah ke perlindungan berbagai struktur dan fungsi tanaman yang mengalami kondisi kekeringan Tanaman yang kekurangan unsur hara silika secara keragaan akan terlihat lebih lemah dan lebih rentan terhadap cekaman biotik maupun abiotik [2]. Salah satu cekaman abiotik adalah kekurangan air.

Pemberian pupuk silika dapat meningkatkan kandungan polisakarida pada dinding sel sehingga sel menjadi lebih kuat dan tidak mudah mengalami kerusakan akibat kekeringan, Aplikasi pupuk silika juga mampu merangsang ketahanannya terhadap kondisi kekeringan melalui mekanisme pengerasan, pemanjangan dan perluasan akar serta stomata yang tetap membuka lebih lebar. Menurut penelitian, tomat yang diberi pupuk silika pada kondisi kekeringan menunjukkan pengaruh nyata  dalam meningkatkan jumlah cabang, tinggi tanaman dan jumlah bunga dibandingkan tomat yang tidak diberi pupuk silika [5]. Hal ini juga senada diungkapkan penelitian ullah et al  yang menyatakan bahwa tomat yang diberi perlakuan kondisi kekeringan (penyiraman 45% dari kapasitas lapang) yang diberi pemberian pupuk silika sebanyak 50 ppm dan tidak diberi pemberian pupuk silika menunjukkan pengaruh nyata pada tinggi tanaman, berangkasan basah dan juga bobot buah per tanaman [4]. Selain itu, menurut peneliti Asgharipour menyatakan bahwa pada pemberian kondisi kekeringan yang dilakukan pada tanaman adas, semakin tinggi konsentrasi pupuk silika akan meningkatkan Indeks Luas Daun[5].

Oleh karena itu, pemberian pupuk silika diharapkan bisa menjadi alternatif bagi pertanian di lahan kering agar produktivitas tanamannya tidak berbeda nyata dengan tanaman yang ditanam di lahan yang cukup air.

Referensi :

[1]Yulia, M. 2017. Pengaruh Penyemprotan Kombinasi Silika Dan Boron terhadap Pertumbuhan, Produksi, dan Mutu Benih Kedelai (Glycine Max [L.] Merrill). Skripsi Fakultas Pertanian Universitas Lampung

Baca juga:

[2]Guerriero, G., Jean F. H dan Sylvain L. 2016. Silicon and the Plant Extracellular Matrix. Frontiers in Plant Science www.frontiersin.org 1 April 2016 Volume 7

[3]Malhotra, C.,  Riti T. K dan Deepak G. 2016. Protective Role Of Sodium Silicate Against Water Stress In Lycopersicon Esculentum Mill. International Journal Of Pharma And Bio Sciences 2016 Oct; 7(4): (B) 909 – 917

[4]Ullah, U.M.A ., Sher M. S ., Ali R.S.M,  Muhammad A. P dan Muhammad Suleman. 2016. Growth behavior of tomato (Solanum lycopersicum L.) under drought stress in the presence of silicon and plant growth promoting rhizobacteria.   Soil Environ. 35(1): 65-75, 2016 www.se.org.pk Online ISSN: 2075-1141 Print ISSN: 2074-9546

[5]Asgharipour, M. R. dan Hasan M. 2016. A Foliar Application Silicon Enchances Drought Tolerance in Fennel. The Journal Of Animal & Plant Sciences, 26(4): 2016, Page: 1056-1062 ISSN: 1018-7081

Warstek Media

Warung Sains Teknologi (Warstek) adalah media SAINS POPULER yang dibuat untuk seluruh masyarakat Indonesia baik kalangan akademisi, masyarakat sipil, atau industri.
Warung Sains Teknologi
Artikel Berhubungan:

Sponsor Warstek.com:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *