Khasiat Rebusan Kayu Manis Sebagai Alternatif Dalam Mengatasi Penyakit Diabetes Mellitus dan Pengaruh Pendidikan Kesehatan Terhadap Pengetahuan Penderita DM Tentang Diet DM

Oleh: Nur Hasanah

Salah satu penyakit jangka panjang dan kronis dengan ditandainya kadar gula darah atau kadar glukosa yang jauh di atas normal disebut penyakit diabetes mellitus. Diabetes mellitus dikenal sebagai kencing manis. Kadar gula darah yang tinggi dipengaruhi oleh produksi hormon insulin yang sedikit atau bahkan tidak ada. Hormon insulin sendiri dapat berfungsi untuk menurunkan kadar gula darah dalam tubuh, hormon ini dihasilkan pada sel pankreas. Ada 2 jenis utama penyakit diabetes, yaitu DM tipe I dan DM tipe II. Penderita DM tipe I sangat bergantung pada produksi insulin, karena sistem kekebalan tubuh penderita akan menyerang dan menghancurkan sel-sel pankreas yang menghasilkan insulin. Umumnya penderita DM tipe I berusia di bawah 40 tahun atau biasanya muncul saat usia remaja dan anak-anak. DM tipe II ialah suatu sindrom yang terjadi karena gangguan metabolisme karbohidrat, lemak, dan protein serta adanya komplikasi akut dan kronis. Penderita DM  tipe II paling banyak diderita oleh orang dewasa yang berusia lebih dari 30 tahun dan cenderung semakin parah secara bertahap. Seseorang bisa dikatakan menderita DM tipe II jika kadar glukosa dalam darahnya > 200 mgHg. Masyarakat di Indonesia masih sangat kurang akan pengetahuan, sikap, serta keyakinan terhadap penyakit diabetes mellitus sehingga ini menjadi salah satu faktor yang memengaruhi seseorang tidak patuh terhadap diet diabetes mellitus.

Berdasarkan laporan International Diabetes Federation, tahun 2011 Indonesia berada pada peringkat ke-10 untuk kasus diabetes tertinggi di dunia  dengan 7.2 juta  jiwa penderita dan meningkat pada tahun 2013 menjadi peringkat ke-7 dengan 8.5 juta jiwa penderita. Tahun 2014 Indonesia berada pada peringkat ke-5, serta pada tahun 2015 jumlah populasi yang terkena diabetes di Indonesia sebesar 9.1 juta orang dan 53% penderita diabetes tidak mengetahui bahwa dirinya telah terkena diabetes. Tentunya penyakit diabetes di Indonesia sangat memprihatinkan dan mengkhawatirkan ditandai dengan terjadinya peningkatan penderita diabetes setiap tahunnya. Gaya hidup yang sehat sangat diperlukan untuk mencegah terkenanya diabetes dan penyakit kronis lainnya[2].

Menurut WHO (2012) di beberapa kelompok umur, orang yang memiliki penyakit DM berisiko 2 kali lipat terkena stroke. Pada banyak populasi di negara maju dan berkembang, DM merupakan penyebab utama gagal ginjal. DM juga menjadi penyebab utama gangguan penglihatan dan kebutaan di negara maju[1].

Ternyata ekstrak kayu manis bisa mengatasi masalah penyakit diabetes yang selama ini diresahkan oleh masyarakat. Tanaman kayu manis dapat menjadi alternatif dalam menyembuhkan penyakit diabetes, karena tanaman kayu ini mengandung senyawa kimia seperti tenin, damar, kalium oksalat, safrole, minyak atsiri eugenol, sinamaldehyde, dan flavonoid.

Pada umumnya, kayu manis mengandung senyawa flavonoid yang dapat bekerja dengan meningkatkan metabolisme glukosa dan mengubah glukosa menjadi energi. Proses tersebut dapat meningkatkan sensitivitas sel terhadap insulin, sehingga kadar glukosa darah bisa turun. Ekstrak etanol Cinnamon terdapat komponen utama yang disebut pyrocyanidins yang memiliki aktivitas biologi mirip insulin[2].

Penelitian rebusan tanaman kayu dilakukan di laboratorium Universitas Riau dengan menggunakan metode eksperimen semu (quasi eksperimen) dengan rancangan non-equivalentpretest-posttest. Intervensi yang digunakan dalam penelitian ini ialah pemberian kayu manis selama 2x sehari pada pagi dan sore selama 7 hari. Metode non-equivalentpretest-posttest ini digunakan dengan tujuan melihat pengaruh konsumsi rebusan kayu manis terhadap penurunan kadar gula darah penderita diabetes mellitus di Desa Kumantan wilayah puskesmas Bangkinang kota[2].

Kadar gula darah digunakan sebagai indikator untuk melihat seseorang menderita DM tipe II atau tidak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 45% penurunan kadar gula darah responden dipengaruhi oleh ekstrak kayu manis, sisanya yaitu sebanyak 55% dipengaruhi oleh faktor lain yang di luar penelitian seperti faktor keturunan, gaya hidup, pola konsumsi makan, serta aktivitas fisik[2].

Penelitian lain menunjukkan bahwa dengan pengetahuan tentang DM yang kurang dapat menyebabkan pasien cenderung untuk tidak mematuhi pengobatan, diet dan insulin. Pada pengetahuan tingkat awal yang harus diperkenalkan pada pasien DM ialah perjalanan penyakit, pengendalian dan pemantauan DM, penyulit DM, terapi farmakologi dan non-farmakologi, interaksi asupan makanan dengan aktivitas fisik setiap olahraga, cara memantau glukosa darah mandiri, pentingnya olahraga, mengatasi hipoglikemia, perawatan kaki dan menggunakan fasilitas kesehatan yang ada. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata pengetahuan responden meningkat menjadi pengetahuan baik setelah diberikan pendidikan kesehatan, hal ini dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh pendidikan kesehatan terhadap pengetahuan penderita DM tentang diet DM di RSUD Pandan Tahun 2017[1].

 

DAFTAR PUSTAKA

[1]  Simatupang, R. 2017. Pengaruh Pendidikan Kesehatan Melalui Media Leaflet Tentang Diet DM Terhadap Pengetahuan Pasien DM di RSUD Pandan Kabupaten Tapanuli Tengah. Diakses dari: http://sciencemakarioz.org/jurnal/index.php/KOHESI/article/download/117/pdf pada tanggal 15 Mei 2018

[2]  Syafriani dan Verawati, B. 2017. Pengaruh Ekstrak Kayu Manis Terhadap      Penurunan  Kadar Gula Darah Pada penderita DM Tipe II di Desa Kumantan Wilayah Kerja Puskesmas Bangkinang Kota. Diakses dari: http://journal.stkiptam.ac.id/index.php/ners/article/download/477/244/ pada tanggal 15 Mei 2018

Artikel Berhubungan:

Sponsor Warstek.com:
Warung Sains Teknologi

Warstek Media

Warung Sains Teknologi (Warstek) adalah media SAINS POPULER yang dibuat untuk seluruh masyarakat Indonesia baik kalangan akademisi, masyarakat sipil, atau industri. Sampai saat ini, sains dan teknologi berkesan ekslusif yang hanya ada di laboratorium dan tidak mampu secara langsung berdampak kepada masyarakat. Akibatnya masyarakat, pemerintah dan industri tidak menjadikan sains sebagai sarana mengatasi permasalahan atau membuat kebijakan. Untuk itu, warstek hadir untuk menjawab tantangan tersebut.

Yuk Ajukan Pertanyaaan atau Komentar