Innovation Truck

Oleh : Milkah Royna

Laman Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) 2 Agustus 2017 menyebutkan Habibie Festival merupakan perayaan peran dan kontribusi Bacharuddin Jusuf Habibie (B.J. Habibie) sebagai sosok figur nasional, bapak bangsa, mentor komunitas, dan ikon ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) di Indonesia serta wadah bagi industri IPTEK untuk memperkenalkan produk-produk inovatif mereka kepada masyarakat luas. Habibie Festival tahun ini mengangkat tema “Technology and Innovation for People” (Lihat, Sentuh, dan Rasakan Teknologi Terbaru untuk Masa Depan yang Lebih Baik).

Rangkaian acara yang berlangsung diantaranya drone race track, virtual reality and augmented reality workshop, notebook assembling and disassembling, mobile planetarium, science workshop, content development for teachers, 3D prototyping, apps lab, women coding, dan lain-lain. Dipamerkan juga kokpit pesawat CN-250 koleksi dari PT Dirgantara Indonesia, alat berat tempur koleksi PT Pindad, mobil ambulans berteknologi tinggi milik RS Siloam, serta berbagai inovasi food truck.

Selain Bekraf Indonesia, sejumlah perusahaan nasional dan multinasional terkemuka ikut berpartisipasi dalam penyelenggaraan Habibie Festival 2017, di antaranya PT Telkomsel, Bank BRI, Bank Mandiri, Sampoerna Foundation, PT Sritex, PT Batik Keris, LINE, PT Dirgantara Indonesia, PT PAL, PT Pindad, Jakarta Eye Center, Pollux International, PT Commuterline, General Electric, dan PT Prioritech. Tercatat lebih dari 56.000 masyarakat telah mengunjungi festival tersebut.

Sayangnya, kreativitas bangsa Indonesia sempat menumpul akibat adanya Peraturan Menteri Dalam Negeri No. 3 Tahun 2018 tentang Penerbitan Surat Keterengan Penelitian. Bab 1 Pasal 1 poin 9 menyebutkan Surat Keterangan Penelitian(SKP) adalah surat yang diterbitkan oleh Menteri Dalam Negeri, Gubernur, Bupati/Wali Kota sesuai dengan kewenangannya yang berisi keterangan mengenai penelitian yang dilakukan oleh peneliti. Dengan dalih mengendalikan hasil penelitian dari dampak negatif, peraturan menteri ini justru mengikis kreativitas dan semangat peniliti. Dikutip dari laman BBC 5 Mei 2018, meski belum diedarkan, peraturan baru itu telah tersebar dan menuai kritik dari kalangan peneliti dan organisasi kemasyarakatan. Banyak dari mereka mempertanyakan maksud dampak negatif penelitian yang tidak dijabarkan dalam peraturan tersebut. Akhirnya “Dengan berbagai pertimbangan, saya sebagai Mendagri membatalkan Permendagri tersebut,” kata Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, Selasa 6 Februari 2018. Dibatalkannya beleid ini, Kemendagri mengatakan aturan tentang izin penelitian dikembalikan ke Permendagri no. 64 tahun 2011.

Seharusnya pemerintah tidak perlu repot-repot mengeluarkan peraturan kini. Pasalnya, inovasi yang dibuat kreator Indonesia bahkan belum sampai di tangan masayarakat. Penyampaian dengan bahasa ilmiah sering kali membuat masyarakat menggelengkan kepala. Sosialisasi hasil inovasi yang kurang menyeluruh juga menjadi kendala. Inovasi dibuat tentu untuk memudahkan kerja masayarakat, namun tujuan utama tersebut belum dapat dicapai. Bagaimana dapat memudahkan? Produknya pun masayarakat belum paham.

Acara serupa Habibie Festival harus sering digalakan pemerintah, agar masyarakat mengenali produk inovasi terbaru. Acara harus dikemas menarik serta dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat. Festival yang diselenggarakan tidak boleh memperlihatkan kesenjangan lapisan masyarakat. Tak hanya kalangan konglomerat, kalangan melarat pun harus dapat merasakannya.

Setelah pengenalan produk, selanjutnya adalah sosialisasi atau penyuluhan. Penyuluhan yang tidak merata membuat ketimpangan informasi terjadi di masyarakat. Berat sebelah menjadi permasalahan yang tak kunjung usai. Masyarakat di kota biasanya lebih dahulu paham akan inovasi. Berbeda dengan di desa, informasi sering kali tak sampai di telinga masayarakatnya. Pemerintah harus membantu peneliti dalam mengapresisasi karyanya. Salah satunya dengan menyediakan akses yang mudah untuk pertukaran informasi dari desa ke kota dan sebaliknya. Contoh sederhana adalah pemerintah memberikan “Innovation truck”, transport gratis bagi peneiliti yang akan mensosisalisasikan produknya. Food truck yang kini sedang booming di kalangan anak muda dapat diterapkan di dunia sains. Jika biasanya truk menyediakan makanan, kini disajikan berbagai jenis inovasi terbaru Indonesia. Dengan teknologi yang semakin canggih, pemutaran video tentang penggunaan produk juga dapat ditayangkan di Innovation Truck tersebut.

Setelah akses, hal yang tak kalah penting adalah penyampaian. Bahasa yang mudah dipahami harus diutarakan di depan masyarakat. Pembawaan yang asik juga harus diterapkan. Tak jarang, karena pendidikan yang rendah di desa, kosakata yang dipahami hanya secuil saja. Agar tujuan utama tercapai maka level pengucapan bahasa harus diturunkan. Setelah masyarakat paham, pengawasan terhadap penggunaan produk juga harus cermat agar kedepannya lebih baik lagi. Pendapat masyarakat atau kritikan harus diterima peneliti. Evaluasi dan perbaikan harus dilakukan demi pencapaian yang maksimal.

Referensi

[1] American Chemical Society. 2018. Knitting Electronics with Yarn Batteries. Diakses dari : https://techxplore.com/news/2018-03-electronics-yarn-batteries.html pada tanggal 1 April 2018

[2] Badan Ekonomi Kretif. 2017 . Bekraf Habibie Festival 2017: Lihat, Sentuh, dan Rasakan Teknologi Terbaru untuk Masa Depan yang Lebih Baik. Diakses dari : http://www.bekraf.go.id/berita/page/10/bekraf-habibie-festival-2017-lihat-sentuh-dan-rasakan-teknologi-terbaru-untuk-masa-depan-yang-lebih-baik pada tanggal 5 Mei 2018.

[3] BBC. 2018. Batalkan aturan kontroversial soal izin penelitian, Kemendagri disebut ‘salah sejak awal’. Diakses dari http://www.bbc.com/indonesia/indonesia-42970888 pada 5 Mei 2018.

Nilai Artikel Ini
Artikel Berhubungan:

Sponsor Warstek.com:
Warung Sains Teknologi

Warstek Media

Warung Sains Teknologi (Warstek) adalah media SAINS POPULER yang dibuat untuk seluruh masyarakat Indonesia baik kalangan akademisi, masyarakat sipil, atau industri. Sampai saat ini, sains dan teknologi berkesan ekslusif yang hanya ada di laboratorium dan tidak mampu secara langsung berdampak kepada masyarakat. Akibatnya masyarakat, pemerintah dan industri tidak menjadikan sains sebagai sarana mengatasi permasalahan atau membuat kebijakan. Untuk itu, warstek hadir untuk menjawab tantangan tersebut.

Yuk Ajukan Pertanyaaan atau Komentar