Mengomunikasikan Hasil Riset untuk Masyarakat

Oleh: Nuruz Zahra

“Science is the attempt to make the chaotic diversity of our sense ecperience correspond to a logically uniform system of thought.” Sebuah kutipan dari Albert Einstein yang artinya “sains adalah suatu bentuk upaya atau kegiatan yang memungkinkan dari berbagai variasi atau pengalaman inderawi mampu membentuk sebuah sistem pemikiran atau pola pikir yang secara rasional seragam.”

Banyak penelitian yang telah dilakukan oleh para ilmuwan guna megungkap rahasia-rahasia tak terpecahkan dari berbagai bidang kehidupan, baik kesehatan, sosial, dan yang lainnya. Namun, yang kini menjadi masalah adalah bagaimana mengomunikasikan hasil penelitian-penelitian tersebut kepada masyarakat guna memperbaiki hal-hal yang selama ini salah dilakukan. Setiap masyarakat memiliki karakteristik berbeda-beda dan tidak seluruh lapisan masyarakat mau mengubah hal-hal yang telah lama dipercayanya walaupun sudah ada penelitian bahwa hal itu dapat membahayakan dirinya. Atau mungkin sebaliknya, tidak semua orang mau mengubah kepercayaannya terhadap suatu teknologi yang dianggap berbahaya walaupun telah ada penelitian bahwa teknologi yang dipercaya berbahaya itu kini telah diinovasi dan tidak berbahaya lagi.

Sebuah contoh kasus adalah kini telah ada penelitian bahwa susu dan coklat tidak boleh dikonsumsi bersamaan. Coklat memiliki kandungan asam sedangkan susu memiliki kandugan protein. Apabila dikonsumsi bersamaan maka asam akan mengikat protein sehingga membuatnya sulit untuk dicerna. Penelitian ini sudah banyak dipublikasikan di media sosial, di google ada banyak artikel yang membahas alasan tidak diperbolehkannya, di televisi pun juga. Namun, fakta yang terjadi adalah masih banyak masyarakat yang tidak mengacuhkan penelitian ini. Saya sendiri sering menjumpai banyak yang masih mengonsumsinya secara bersamaan.

Hal di atas hanya satu contoh dari banyak penelitian yang belum atau tidak dihiraukan oleh masyarakat. Direktur Jenderal Sumber Daya Iptek dan Dikti Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Ali Ghufron Mukti mengatakan, pemerintah tak bisa berjalan sendiri dalam upaya menyosialisasikan hasil riset. Perlu mendapat dukungan dari akademisi, praktisi, media massa, dan bahkan politisi. Media massa menjadi alat komunikasi massa yang paling efektif untuk mengubah pandangan masyarakat. “Peran media sangat strategis. Perlu diperbanyak konten berita baik cetak mau pun televisi yang isinya soal kemajuan teknologi. Manfaatnya tersampaikan dengan baik kepada masyarakat. Tapi memang, peneliti juga harus mampu berkomunikasi lebih merakyat dalam menyampaikan gagasan”.

Seperti yang telah disampaikan di atas, keberhasilan menyosialisasikan hasil riset bergantung dari banyak faktor. Penyampaian hasil riset dengan bahasa yang kaku dan baku akan membuat pembaca bosan memahami hasil riset dengan teliti. Dibutuhkan inovasi penyampaian hasil riset dengan bahasa yang lebih sederhana, modern, dan praktis yang tetap tidak mengubah maksud dari hasil riset tersebut.

Seluruh lapisan masyarakat tentu dapat ikut berperan dalam mengomunikasikan hasil riset para ilmuwan kepada masyarakat lain yang lebih luas. Kita sebagai anak muda tentu juga dapat ikut berperan. Sebagai contoh, kita dapat menjelaskan hasil riset yang telah kita ketahui kepada teman, orang tua, saudara, dan lainnya dengan menggunakan bahasa sehari-hari kita yang lebih mudah dipahami orang sekitar kita. Di era modern seperti ini dibutuhkan penulis-penulis yang dapat mengikuti perkembangan zaman namun tetap konsekuen dengan tulisannya. Penulis seperti ini akan digemari anak muda dan mereka tentu dapat berperan besar dalam mengomunikasikan hasil riset kepada masyarakat luas dengan bahasa yang ringan namun tetap mengandung arti yang berkualitas. Ilmuwan yang telah bekerja keras untuk membuktikan suatu teori akan merasa senang jika hasil penelitiannya dapat dimanfaatkan oleh masyarakat luas. Hal ini  akan menambah semangat para ilmuwan untuk membuktikan teori-teori yang lain sehingga dunia yang  lebih baik pun akan tercipta.

Daftar Pustaka

Nilai Artikel Ini
Artikel Berhubungan:

Sponsor Warstek.com:
Warung Sains Teknologi

Warstek Media

Warung Sains Teknologi (Warstek) adalah media SAINS POPULER yang dibuat untuk seluruh masyarakat Indonesia baik kalangan akademisi, masyarakat sipil, atau industri. Sampai saat ini, sains dan teknologi berkesan ekslusif yang hanya ada di laboratorium dan tidak mampu secara langsung berdampak kepada masyarakat. Akibatnya masyarakat, pemerintah dan industri tidak menjadikan sains sebagai sarana mengatasi permasalahan atau membuat kebijakan. Untuk itu, warstek hadir untuk menjawab tantangan tersebut.

Yuk Ajukan Pertanyaaan atau Komentar