Sering Berganti Pekerjaan? Baca Ini Yuk!

Oleh:  Pejuang Reza

What’s up everybody!

Baru aja gue membaca sebuah paper publikasi tahun 2018 yang berjudul: Modal Psikologis dan Intensi Job Hopping pada Pekerja Generasi Millenial.1

Job Hopping? Apakah itu? Job mempunyai arti kerja. Hopping berasal dari kata “hop” yang mempunyai arti loncat. Jadi, kalau kita gabung maka job hopping artinya adalah “kerja loncat”. Tueng?! Kerja sambil loncat?! Pocong maksud loe? Haha, bukan.. bukan.. Job hopping itu sebuah istilah yang jika diartikan; mudah gonta-ganti pekerjaan (bukan gonta-ganti pasangan lho ya).

Kesimpulan dari paper tersebut adalah “Individu yang memiliki modal psikologis rendah memiliki kemungkinan job hopping yang tinggi, dan sebaliknya.”

Memangnya, apa sih kerugian dari job hopping? Jelas rugi! Karena apabila pegawai mudah untuk berganti pekerjaan maka akan menyebabkan produktivitas perusahaan menjadi turun dan menimbulkan burden bagi divisi human resources perusahaan tersebut (dari segi waktu rekruitmen dan biaya pelatihan pegawai).2

____________

Pernah enggak sih kamu mendengar komplain dari rekan kerja yang bunyinya seperti ini?

“Kayaknya gue enggak bisa menghasilkan impact yang berarti deh di perusahaan ini…” atau “Kayaknya gue emang enggak cocok kerja di perusahaan ini deh…”

Komentar gue ke dia, “Memangnya udah berapa lama lo kerja disini?”

“Baru dua bulan sih…”, jawab dia.

*gue tepok jidat*

____________

Fenomena job hopping ini semakin menjadi-jadi sekarang ini. Bagi generasi millennial fenomena job hopping adalah hal yang lumrah, dan bisa saja akan lebih parah di generasi kita; generasi Z. Sebuah studi yang dilakukan Linked In menunjukan bahwa job hopping pada generasi millennial yang lulus kuliah di tahun 2006 hingga 2010 hampir DUA KALI LEBIH BANYAK daripada generasi yang lulus kuliah di tahun 1986 hingga 1990!3 Wow!

Mengapa bisa begitu? Mari kita kembali pada kesimpulan dari paper yang gue baca, disana terdapat sebuah kata kunci yaitu “modal psikologis”. Apabila modal psikologis seorang individu tinggi, maka kemungkinan job hopping pada individu tersebut akan rendah. Dengan demikian produktivitas pun akan meningkat.

Nah, lantas apa yang dimaksud dengan modal psikologis itu?

Baca juga:

Pemikiran gue pun melayang ke tahun 2016, ketika sebuah buku fenomenal berjudul GRIT karangan Angela Duckworth diterbitkan. Di buku tersebut dengan gamblang dijelaskan bahwa faktor “grit” (ketabahan) memiliki peran yang SANGAT BESAR untuk menentukan keberhasilan seseorang. Mengapa grit menjadi faktor penentu keberhasilan seseorang? Karena individu dengan grit yang tinggi akan jauh lebih bisa bertahan untuk menjalani sebuah pekerjaan dalam jangka waktu yang panjang. Mereka pantang menyerah.4

Grit = Modal Psikologis

____________

Individu di generasi millennial dan generasi Z cenderung terobsesi untuk dianggap sebagai seseorang yang berhasil dalam pekerjaan yang mereka jalani. Namun, sayangnya faktor grit tidak banyak dimiliki oleh para generasi millennial atau generasi Z.4 Maka daripada itu, sangat tidak mengherankan banyak dari generasi baru ini yang melakukan job hopping. Mereka tidak memiliki ketabahan untuk berjuang melawan waktu demi mencapai keberhasilan yang mereka inginkan. Mereka ingin mencapai keberhasilan secara instant.

Intermezzo. Kalau dipikir… ya wajar jika banyak generasi millennial dan generasi Z berpikiran seperti itu. Coba perhatikan, sekarang semuanya serba instant. Lapar? Ada mie instant. Mau kopi? Ada kopi instant. Laper tapi mager? Ada kurir antar. Mau menghubungi teman? Bisa lewat aplikasi chatting. Dan lain sebagainya. Hanya saja, seperti yang Simon Sinek sampaikan bahwa keberhasilan dalam pekerjaan tidak pernah bisa dicapai dengan cara yang instant.5

____________

Job hopping akan menurunkan produktivitas. Padahal, bangsa Indonesia sedang mengalami fase Bonus Demografi. Jangan sampai kita menjalani fase ini dengan produktivitas yang rendah.6

Lalu akan muncul satu pertanyaan baru. Bagaimana cara untuk membentuk modal psikologis (grit) yang tinggi pada diri generasi yang akan datang?

____________

Referensi :

  1. Suryaratri RD, Abadi MA. Modal Psikologis dan Intensi Job Hopping Pada Pekerja Generasi Millennial. Universitas Negeri Jakarta. 2018.
  2. Krishnan LRK. A Study of Job Hopping and Employee Turnover in the Telecom Service Industry in the State of Tamil Nadu. International Journal of Research in Computer Application and Management. 2012.
  3. Berger G. Will This Year’s College Grads Job-Hop More Than Previous Grads? Linked In. 2016.
  4. Angela Duckworth. Grit. 2016.
  5. Simon Sinek. Start With Why. 2009.
  6. Moertiningsih S. Indonesia on the Threshold of Population Ageing. UNFPA Indonesia. 2014.

Artikel Berhubungan:

Sponsor Warstek.com:
Warung Sains Teknologi

Warstek Media

Warung Sains Teknologi (Warstek) adalah media SAINS POPULER yang dibuat untuk seluruh masyarakat Indonesia baik kalangan akademisi, masyarakat sipil, atau industri. Sampai saat ini, sains dan teknologi berkesan ekslusif yang hanya ada di laboratorium dan tidak mampu secara langsung berdampak kepada masyarakat. Akibatnya masyarakat, pemerintah dan industri tidak menjadikan sains sebagai sarana mengatasi permasalahan atau membuat kebijakan. Untuk itu, warstek hadir untuk menjawab tantangan tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *