Mengapa Kita Harus Melindungi Hewan Predator?

Meskipun upaya konservasi untuk melindungi predator seperti  harimau, hiu, elang, dll terus digalakan dan didukung oleh sebagian masyarakat. Namun masih sedikit yang memahami mengapa kita harus melindungi mereka. Pengetahuan mengenai dampak positif yang diberikan oleh predator dan pemangkai bangkai tentu akan meningkatkan dukungan masyarakat terhadap upaya konservasi. Sebagai contoh, bagaimana mungkin masyarakat pedesaan di Sumatra bersedia melindungi harimau jika binatang tersebut mengancam keselamatan mereka. Tindakan yang logis bagi mereka tentu saja mengeliminasi keberadaan harimau.

Pada artikel ini akan dijabarkan tentang beberapa manfaat  positif dari keberadaan predator dan pemangkai bagi manusia:

Mengurangi resiko penyakit zoonosis

Penyakit zoonosis secara sederhana merupakan penyakit yang disebarkan oleh hewan, seperti demam berdarah, Ebola, Nipah, dan Rabies. Merebaknya Ebola di Afrika menyebabkan 12.000 kematian dan juga menurunkan jumlah wisatawan asing ke Afrika sehingga berdampak serius terhadap perekonomian negara-negara Afrika. Di Mumbai, India, macan tutul (Panthera pardus) mengkonsumsi 1.500 ekor anjing liar per tahunnya. Hal ini menurunkan tingkat gigitan anjing dan resiko penularan rabies bagi manusia.

Baca juga: Sulawesi Utara Terancam Wabah Virus Zoonosis?

Meningkatkan Produktivitas Pertanian

Elang selandia baru (Falco novaeseelandie) merupakan predator dari empat spesies burung yang merupakan hama di perkebunan anggur. Keberadaannnya meningkatkan keuntungan perkebunan anggur dari 3,1 juta rupiah menjadi 4,3 juta rupiah per hektarnya. Konsumsi kangguru oleh dingo (Canis lupus dingo) meningkatkan pendapatan dari peternak di Australia, karena kangguru merupakan kompetitor utama dari ternak dalam hal konsumsi rumput. Di Indonesia sendiri, keberadaan burung dan kalelawar menekan populasi hama perkebunan kakao sehingga menyelamat 30% dari produksinya.

Mengurangi kecelakaan dan kematian manusia yang diakibatkan oleh hewan

Cougar amerika utara (P. concolor) merupakan predator dari rusa. Keberadaannya mengurangi resiko tabarakan rusa dengan kendaraan sebessar 22%, sehingga mencegah 155 kematian manusia, 21.400 luka-luka yang bernilai 2,13 juta dollar.

Meskipun predator memiliki manfaat yang signifikan bagi manusia, tentu kemungkinan konflik  antara predator tersebut dengan manusia tetap ada. Peneliitian-penelitian terkait manajemen satwa liar perlu terus dilakukan untuk  menemukan metode terbaik yang dapat menurunkan resiko tersebut. Selain itu, manusia juga perlu memperhatikan potensi konflik  dengan satwa liar ketika akan  melakukan aktivitas pembangunan.

Sumber:

  • O’Bryan CJ, Braczkowski AR, Beyer HL, et al. 2017. The contribution of predators and scavengers to human well-being. Nature Ecology & Evolution. 2: 229-236.
Artikel Berhubungan:

Sponsor Warstek.com:
Franmuda Agung

Franmuda Agung

Menyelesaikan S1 Biologi di Intitut Teknologi Bandung. Tertarik dengan isu-isu seputar evolusi, entomologi dan konservasi terutama mengenai perdagangan fauna dan flora.

Yuk Ajukan Pertanyaaan atau Komentar