Racun Tawon, Senjata Pembasmi Kanker Masa Depan

Tawon Brazil (Polybia paulista)
Sumber:: https://fabioevangelistadasilva.wordpress.com

Beberapa waktu lalu kita di hebohkan pernyataan Presiden Jokowi yang menyatakan bahwa kalau ingin kaya  hendaknya beternak kalajengking (1). Ternyata pernyataan tersebut memang bukanlah isapan jempol belaka. Racun kalajengking memang berharga mahal, ini di karenakan bukan hanya susah mendapatkan racun kalajengking dalam jumlah yang banyak namun juga karena kemampuan racun kalajengking yang memiliki khasiat anti kanker. Ternyata selain bisa atau racun kalajengking, racun dari tawon juga memiliki khasiat anti kanker.

Tidak semua tawon memiliki racun yang berkhasiat melawan sel kanker, melainkan tawon yang berasal dari brasil yang memiliki nama latin Polybia paulista inilah yang memilikinya. Seperti yang dilasir dalam theincomer.com tawon brazil (Polybia paulista) merupakan salah satu tawon berkelompok  agresif di planet ini, namun racunya mengandung sebuah keajaiban berupa khasiat yang mampu membunuh sel kanker.  Racun tawon brazil ini mampu membunuh sel kanker tanpa membahayakan sel normal atau sel sehat. Komponen dari Racun tawon brazil yang mampu melawan sel kanker adalah MP1 (Polybia-MP1). Menurut Leite dkk (2015) MP1 (Polybia-MP1) merupakan peptida pertahanan bioaktif dengan sifat antikanker. Para ilmuwan  menemukan bahwa  MP1 mampu menghambat pertumbuhan sel kanker kandung kemih dan prostat serta mampu membunuh sel leukemia, namun mereka tidak mengetahui mengapa MP1 ini hanya menyerang sel tumor saja tanpa menyerang sel normal (4).  Lantas bagaimana mekanisme MP1 ini mampu menyerang sel kanker?

MP1 membunuh sel kanker dengan mentarget membrane sel dari sel kanker.  Membran sel kanker dan membrane sel sehat memiliki perbedaan. Sel sehat memiliki fosfolipid yang disebut dengan phosphatidylserine (PS) and phosphatidylethanolamine (PE) di dalam selaput membrane sel menghadap kebagian dalam sel sedangkan pada sel kanker PS dan PE ini berada di luar selaput membrane sel dan menyelimuti sel (5). Professor Joao Ruggiero Netto dan koleganya menemukan bahwa MP1 berinteraksi dengan dengan molekul lemak yang didistribusikan secara tidak normal di permukaan sel kanker (6). Dengan kata lain MP1 berinteraksi dengan PS dan PE tersebut.

Dalam Pbs.org dijelaskan bahwa MP1 membunuh sel kanker melalui 2 tahap, tahap pertama MP1 menempel pada bagian luar sel kemudian menmbentuk lubang (Pori-Pori) yang cukup besar pada membrane yang memungkinkan kebocoran pada sel PS berperan dalam tahap pertama, tahap ke dua PE lebih berperan, setelah MP1 masuk ke dalam membrane sel membentuk lubang (Pori-Pori) dua puluh hingga tiga puluh lebih besar pada membrane yang menngandung PE.  Lubang (pori-Pori) yang terbentuk menyebabkan  molekul-molekul penting dari dalam sel keluar dan menyebabkan sel tersebut mengalami kematian (6). “Terapi kanker yang menyerang komposisi penyusun membrane sel akan menjadi era baru dari pengobatan anti kanker” ujar Dr Paul Beales, dari  School of Chemistry yang merupakan salah satu kolega penelitian ini (7).   Untuk lebih jelasnya dapat membaca paper yang berjudul PE and PS Lipids Synergistically Enhance Membrane Poration by a Peptide with Anticancer Properties yang di publish di Biophysical Journal Vol.109:936-947.

Meskipun MP1 ini mampu membunuh sel kanker tanpa membahayakan sel normal, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut agar MP1 yang berasal dari racun tawon Brazil ini menjadi Obat kanker masa depan yang efektif dan Efesien.

SUMBER:

  1. 2018. Jokowi Sebut Kalau Mau Kaya Cari Racun Kalajengking, Ternyata Ini Khasiat Racun Kalajengking. http://jabar.tribunnews.com/2018/05/03/jokowi-sebut-kalau-mau-kaya-cari-racun-kalajengking-ternyata-ini-khasiat-racun-kalajengking diakses pada 25 juni 2018
  2. Fromy,A. 2018. Wasp’s venom kills cancer cells without harming normal cells. https://theincomer.com/20180/04/17/wasps-venom-kills-cancer-cells-without-harming-normal-cells/. diakses pada 25 juni 2018
  3. Leite, N.B., Roberts,A., Palma, M.S., Connel,S.D., Neto, J.R., dan Beales, P.A., 2015. PE and PS Lipids Synergitically Enhance Membrane Poration by a Peptide With Anticancer Propertise.  Biophisical Journal, Vol 109: 936-947
  4. Chant,T.D. 2015. Venom of Aggressive Brazilian Wasp Rips Holes in Cancer Cells. http://www.pbs.org/wgbh/nova/next/body/venom-of-aggressive-brazilian-wasp-rips-holes-in-cancer-cells/. Diakses pada 25 juni 2018
  5. Sciene Daily. 2015. Brazilian wasp venom kills cancer cells by opening them up. https://www.sciencedaily.com/releases/2015/09/150901134941.htm. Diakses pada 25 juni 2018
  6. Robert,M. 2015. Wasp venom ‘a weapon against cancer’. https://www.bbc.com/news/health-34115112. Diakses pada 25 juni 2018
  7. University of Leeds. 2015. Brazilian wasp venom kills cancer cells by opening them up.https://www.leeds.ac.uk/news/article/3747/brazilian_wasp_venom_kills_cancer_cells_by_opening_them_up. Diakses pada 25 Juni 2018
Artikel Berhubungan:

Sponsor Warstek.com:
Handoko

Handoko

tertarik terhadap sains, teknologi dan lingkungan

Yuk Ajukan Pertanyaaan atau Komentar