Menyingkap Keraguan, Teori Relativitas Umum Juga Terbukti pada Skala Intergalaktik

Teori relativitas umum merupakan teori Einstein tentang gravitasi, ruang, dan waktu. Menurut teori ini, gravitasi merupakan efek dari kelengkungan ruang-waktu. Gravitasi bukan merupakan gaya seperti yang dikatakan oleh Newton.

Teori relativitas umum ini telah lolos berbagai eksperimen. Akan tetapi, eksperimen-eksperimen yang sudah dilakukan untuk menguji teori ini hanya terbatas dalam skala tata surya saja. Bahkan beberapa fisikawan menyatakan bahwa teori relativitas umum bisa gagal dalam skala intergalaktik. Namun kali ini, untuk pertama kalinya, sebuah penelitian telah membuktikan bahwa dalam skala besar, teori Einstein yang satu ini tetap berlaku. Apa dan bagaimana eksperimen ini bekerja? Simak penjelasan berikut ini.

Pembelokan Cahaya Bintang

Einstein terkenal sebenarnya bukan karena teorinya yang indah dan revolusioner. Seindah apapun suatu teori, apabila tidak ada bukti maka tidak mungkin bisa diterima. Setiap teori harus membuat prediksi yang bisa diuji oleh eksperimen. Salah satu prediksi yang diajukan oleh Einstein adalah pembelokan cahaya bintang di sekitar matahari. Jika gravitasi adalah gaya tarik antarbenda yang memiliki massa, maka fenomena pembelokan cahaya bintang tidak mungkin terjadi sebab cahaya tidak memiliki massa.

Tetapi jika gravitasi adalah efek dari kelengkungan ruang-waktu, cahaya bintang bisa saja membelok dikarenakan adanya lengkungan ruang yang diciptakan oleh matahari. Bintang yang seharusnya tidak terlihat karena terhalang oleh matahari menjadi bisa terlihat[1], seperti yang diilustrasikan pada gambar berikut.

Pembelokan cahaya bintang
Pembelokan cahaya bintang

Jadi yang perlu dilakukan sekarang adalah mengambil foto bintang-bintang ketika tidak ada matahari kemudian membandingkannya dengan foto ketika ada matahari di depan bintang-bintang tersebut. Masalahnya, bintang tidak akan terlihat bersamaan dengan matahari sebab cahaya bintang akan kalah terang dengan cahaya matahari. Oleh karena itu, observasi ini harus dilakukan ketika terjadi gerhana matahari total.

Inilah yang dilakukan oleh [Mohon maaf artikel terpotong]

Artikel dapat dibaca di Majalah Warstek Edisi #3 > Download Majalah Warstek (KLIK)

Artikel Berhubungan:

Sponsor Warstek.com:
Wahyu Norrudin

Wahyu Norrudin

Mahasiswa fisika UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Yuk Ajukan Pertanyaaan atau Komentar